Black vs White Part 4 [It’s so hard]

Author : Rahma Julynda
Cast : Park Jung soo
Yesung
Kyuhyun
Eunhyuk
Siwon
Kangin
Donghae
Heechul
Hangeng
Onew (Shinee)
Hyun – Soogi – Seungwoon (OC)


Sudah tiga hari aku putus dengan Jung so dan kemarin aku sudah melihatnya bergandengan dengan Shina, Jung so benar-benar kembali dengan Shina sesuai perkataanku, padahal lusa adalah ulang tahunku. Ulang tahun pertama yang sebenarnya ingin aku rayakan bersama Jung so, tapi ternyata semua itu tidak sempat.

Aku sedang berlari kecil menuju kelasku karna aku sudah hampir telat masuk kelas, semua ini gara-gara aku tertidur diperpustakaan tadi sehabis membaca buku. Jung so, aku berpapasan dengannya, rasanya aku tidak bisa bernafas. Dia mengenakan baju hitam yang pernah aku berikan padanya dulu, aku berlari dengan cepat untuk menghindari kontak mata dengannya karna aku tidak akan sanggup menahan air mataku kalau sampai itu terjadi.

“ Hyun .. Hyun .. Kau kenapa? “ucap Donghae sambil menyentuh pundakku saat aku sudah duduk disampingnya didalam kelas, aku hanya menundukkan kepalaku untuk menutupi tangisanku darinya. Rasanya percuma saja aku masuk kelas karna semua yang dosen jelaskan dikelas hari ini tidak ada satupun yang tersimpan dalam otakku, selama pelajaran aku hanya sibuk dengan kesedihanku sendiri dan membuat bingung Donghae yang ada disampingku.

“ Sebenarnya kau kenapa? Kenapa belakangan ini terlihat sedih, cerita padaku “, aku memberitahu Donghae kalau hubunganku dengan Jung so sudah berakhir tanpa memberitahukan apa penyebabnya, aku meninggalkan Donghae yang masih bertanya-tanya penyebab putusnya aku dengan Jung so.

Aku menunggu bus ku tiba dihalte dengan perasaan yang sangat kacau, otakku penuh dengan bayangan Jung so, seseorang yang pernah membuatku bangkit dari hati yang hancur karna Yesung Oppa tapi sekarang dengan lebih teganya dia menghancurkan hatiku yang sudah terlanjur sangat mencintainya. Aku sibuk dengan semua kenanganku bersama Jung so sampai tidak mendengar ada seseorang yang menyapaku, “ Hyun’aa “, “ Yeppa “ aku kaget melihat Yesung Oppa berada disebelahku saat ini, dia duduk disampingku. Dulu orang inilah yang sangat ingin aku miliki untuk selamanya ada disisiku, orang yang sangat aku cinta sampai akhirnya dia pergi dan aku bertemu Jung so. “ Kau sendirian? Tidak diantar? “, “ Iya aku sendiri “ sautku pelan dengan mencoba memberikan senyum. “ Apa kau masih marah padaku Hyun? “ Tanya Yesung Oppa padaku, aku hanya menggeleng. “ Hyun apa kau masih punya rasa sayang untukku? “, “ Oppa, aku gak mau ngebahas itu “ sautku pelan. Bus ku tiba, aku naik dan meninggalkan Yesung Oppa dihalte, kenapa dulu kau pergi Oppa. Andai saja dulu kau tidak pergi meninggalkanku, aku tidak akan bersama Jung so dan sekarang ini merasakan sakit yang sangat menyiksa.

Aku merebahkan tubuhku ditempat tidur dan dengan cepat air mataku keluar. Kenapa aku harus mengalami sakit seperti ini lagi, selalu dicampakkan karna wanita lain. Aku memeluk boneka bebek yang Jung so berikan padaku saat kami jalan-jalan, dia langsung membelikannya karna aku bilang boneka bebek itu mirip dengannya. Sekarang ini aku merindukan pelukkannya, pelukan hangatnya.

***

“ Aku datang .. “ ucapku saat memasukki ruang siaran, “ Hyun, kau sudah sampai “ saut Kangin padaku, aku mencoba memberikan senyum padanya dan tiba-tiba saja Jung so keluar dari ruang siaran disebelah, “ Ini tolong diurus ya “ , “ Ok “ saut Kangin. Aku hanya diam diposisiku dan tidak melakukan apa-apa, hanya membatu. Jung so keluar tempat siaran tanpa memperdulikanku, rasanya sungguh sakit, dia yang tadinya selalu bermanja padaku saat lelah sudah tidak menghiraukan kehadiranku lagi didekatnya, aku sudah dilupakan.

Aku melihatnya lagi, kalau kemarin lusa aku melihatnya bergandengan tangan dengan Shina, sekarang aku melihat Shina memeluknya dikantin, rajin sekali Shina mengunjungi Jung so dikampus. Aku langsung meninggalkan kantin setelah melihat kejadian itu, duduk ditaman belakang kampus. Dari sini aku bisa melihat lapangan basket sambil teringat kejadian tadi, Shina memeluk Jung so.

“ Kau sedang apa sendirian disini? “, “ Berteduh saja “ sautku pada Eunhyuk. “ Oppa, apa kau pernah melakukan hal yang Soogi onnie tidak suka hanya untuk memastikan perasaanmu padanya? “, tanyaku. Eunhyuk bilang kalau dia tidak pernah memaksakan sesuatu pada wanitanya itu dan dia tidak pernah melakukan sesuatu untuk memastikan hatinya pada Soogi onnie karna dia sudah tau hatinya. “ Apa kau sudah melakukan hal itu dengan Onnie? “, “ Maksudmu, hal itu. “ Tanya Eunhyuk Oppa yang sepertinya bingung mendengar pertanyaanku padanya, “ Iya “ sautku lagi. “ Sudah “, “ Lalu Onnie bagaimana? “ ucapku sambil memandang lurus kelapangan basket, “ Kami melakukan itu tanpa paksaan, melakukannya saat keduanya setuju. Tidak apa-apa kau menolak untuk melakukan hal itu, tapi kalau kau mencintainya, kau harus bilang dan jangan lepaskan dia. Sudah sore, kau tidak pulang? “ ucap Eunhyuk Oppa yang kemudian beranjak dari sampingku.

***

31 juli, ini hari ulang tahunku. Aku membuka mata dihari ulang tahunku ini dengan perasaan sakit hati. Aku beranjak dari tempat tidurku dengan kondisi badan yang kurang baik, mungkin karna belakangan ini aku tidak berselera makan. “ Saengil Chukae Hyun “ ucap Heechul Oppa saat aku keluar kamar, “ Gomawo Oppa “, “ Heii.. ini hari ulang tahunmu jadi harus ceria, kenapa gak bersemangat? “ kata Heechul Oppa dan aku pun memberikan senyum ceriaku padanya.

Soogi onnie memelukku saat aku sudah sampai dilapangan basket dan disambut dengan nyanyian selamat ulang tahun dari yang lainnya. Bahagia, itu yang harusnya aku rasakan hari ini, tapi aku malah merasa sangat sedih, tak lama Jung so hadir dilapangan dia tidak mengatakan apapun hanya memandang sekilas kearahku. “ Hyun B Saengil chukae “ ucap Donghae sambil memelukku, “Gomawo Hae “, “ Jangan sedih lagi yaa, inikan ulang tahunmu “ ucap Donghae lagi sambil tersenyum padaku. Aku menjalani latihanku dengan sesekali melihat kearah Jung so yang sibuk dengan bola ditangannya, “ Bilang padanya kalo kau masih mencintainya “ ucap Eunhyuk Oppa disampingku, “ Tapi dia sudah punya Shina “ sautku pelan. “ Kau hanya perlu mencoba mempertahankan cintamu “ ucapnya lagi dan membawa lari bola ditanganku.

Ditengah latihan Shina datang, dia duduk tidak jauh dari lapangan untuk melihat Jung so latihan. Shina benar-benar cantik, Jung so memang pantas mendapatkannya. Aku istirahat didalam ruang club untuk menghindari pemandangan yang akan membuat hatiku sakit, meminum air dari botol kesayanganku ini, sepertinya hanya botolku ini yang setia mendampingiku dari dulu sampai sekarang. “ Kenapa Hyung dengan wanita itu?“ Tanya Siwon Oppa padaku dan aku memberitau kalau aku dan Jung so sudah berakhir. “ Gwaenchanayo? “,” Ne, Gwaenchana Oppa “ sautku.

Aku kembali ke ruang club karna botolku tertinggal disana. Hatiku sakit sekali melihat pemandangan yang sedang ada didepan mataku, Jung so berciuman dengan Shina diruang club. Mereka menyadari keberadaanku karna aku menjatuhkan bola yang aku pegang, dengan cepat aku mengambil botolku yang tertinggal dan kemudian meninggalkan ruangan itu. Jung so menciumnya, padahal beberapa hari yang lalu ciuman itu masih milikku tapi sekarang sudah punya orang lain.

Yang aku tau saat ini hanya berlari, aku berlari tanpa mengetahui arah tujuanku. Rasanya semua hancur berantakan, hati dan perasaanku semuanya hancur melihatnya berciuman dengan wanita lain dihadapanku. Rasanya aku sudah lelah berlari dan menghentikan langkahku, aku sudah berada dipinggir danau sekarang. Aku menangis sepuasnya, mengeluarkan semua kesedihanku hari ini, hari ulang tahun terburuk yang pernah aku rasakan selama hidupku. “ Hyun’aa , kau kenapa? Kenapa menangis ? Apa kau tidak dengar aku memanggilmu ? “ Ucap Yesung Oppa yang ternyata mengikutiku kesini saat melihatku berlari tadi, aku tidak bisa menghentikan tangisanku dihadapannya. Yesung Oppa memelukku, aku mengeluarkan semua kesedihanku dipelukkannya “ Sebenarnya kau kenapa? “, “ Hatiku sakit Oppa “ sautku dipelukkannya, kenapa disaat seperti ini kau datang oppa.

“ Ini diminum “ Yesung Oppa memberikanku sebotol air minum, “ Apa sudah lebih baik? “ aku hanya mengangguk pelan. “ Oppa, mianhae sudah merepotkanmu “, “ Gwaenchana. Aku antar kau pulang, sudah malam “ Yesung oppa menggandeng tanganku. Selama perjalanan pulang aku hanya diam, Yesung oppa beberapa kali menanyakan keadaanku namun aku hanya menjawab dengan anggukan kepala saja. “ Apa aku masih boleh bertemu denganmu? “ Tanya Yesung oppa saat aku turun dari mobilnya, “ Iya. Oppa gomawo sudah mengantarkanku, aku masuk dulu ya “, “ Selamat istirahat “ .

Sampai didalam kamar aku lagi-lagi menangis, sakit mengingat kejadian tadi, melihat Jung so berciuman dengan Shina sambil memeluknya. Aku hancur dengan semuanya ini, kalau tau seperti ini mungkin waktu itu lebih baik aku membiarkannya melakukan hal itu dari pada harus merasakan sakit hati ini. Benar-benar hari ulang tahun terburukku.

***

“ Apa kau masih suka dengan ini? “ Yesung oppa memberikanku es krim “ Masih “ sautku. “ Sudah lama tidak duduk disini bersamamu “ aku sedang berada disebuah taman kecil yang ada didekat sekolah SMA ku dulu, dulu sepulang sekolah aku dan Yesung Oppa sering menghabiskan waktu disini.

Yeppa mengambil sesuatu didalam mobilnya, dia memberikanku sebuah kotak berwarna hitam berpita Sapphire blue “ Walaupun telat sehari, Saengil Chukae Hyun’a “ ucapnya manis “ Gomawo Oppa “. Aku membukanya dan melihat satu stel baju basket berwarna hitam didalamnya dengan nomer 1 dipunggungnya, “ Aku suka, gomawo Yeppa “, “ Kau masih masih memanggilku Yeppa “ sautnya sambil tersenyum. Aku menghabiskan soreku ditaman bersama dengan Yesung oppa, walaupun aku bersamanya tapi hatiku tidak tau berada dimana, mungkin ada bersama Jung so yang sedang bersama Shina sekarang ini. “ Saranghae Hyun “ ucap Yesung oppa padaku, aku hanya diam mendengarnya. Yesung Oppa menatapku dan menggenggam tanganku “ Aku tau, aku tidak pantas buat memintamu kembali padaku karna aku pernah meninggalkanmu dan menyakitimu tapi aku benar-benar menyanyangimu Hyun, dari kau menolakku waktu itu aku menyadari kesalahanku dan makin menyanyangimu “ , “ Gomawo Oppa masih menyayangiku, tapi aku tidak bisa Oppa “ sautku, Yesung Oppa sempat diam beberapa saat dan kemudian mengejutkanku dengan ucpannya. Dia bilang kalau dia tau aku sedang sakit hati karna orang lain dan dia ingin mencoba mengobati rasa sakitku itu dengan kehadirannya lagi disampingku, “ Aku akan berusaha membuatku bahagia disampingku “ ucapnya padaku sambil menggenggam tanganku, aku hanya menatapnya tanpa tau harus berbicara apa “ Ijinkan aku ada disampingmu Hyun “ kata Yesung oppa yang sudah memelukku. Apa tidak apa-apa aku menjadikan Yesung oppa penyembuh rasa sakitku dari Jung so, tapi apa tidak aneh orang yang menyembuhkan rasa sakit hatiku adalah orang yang pernah membuatku sakit hati dari orang yang menyembuhkan hatiku darinya.

***

“ Apa aku salah Onnie? “ aku menceritakan kejadian kemarin pada Soogi onnie karna aku merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi padaku. “ Kau tidak salah kalo memang ingin menghilangkan rasa sakitmu dengan bersama Yesung lagi, tapi apa benar kau sudah menyerah dengan Jung so oppa? “, aku menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Soogi onnie, “ Aku masih sangat mencintainya, sudah banyak yang aku lewati bersamanya setahun ini. Tapi sepertinya dia tidak mengingatnya “ sebisa mungkin aku menahan air mata yang rasanya sudah hampir mengalir, Soogi onnie memelukku “ Kau harus kuat yaa “.

Aku mencoba memasukkan makanan kedalam mulutku, rasanya sangat terpaksa memakannya karna Donghae memaksaku untuk makan dan untuk memastikan aku makan dia mengawasi didepanku. “ Hae, aku gak lapar “, “ Mukamu itu sudah pucat Hyun B, pasti karna kurang makan “ saut Donghae dan kembali menyodorkan makanan padaku, aku mengunyah pelan makanan dimulutku sampai aku melihat Yesung oppa yang berjalan menuju tempatku. “ Itu Yesung kan? “ ucap Donghae yang terlihat bingung kearah Yesung. “ Annyeong “ sapa Yesung ramah pada aku dan Donghae, “ Hyung sedang apa disini? “, “ Oh aku baru saja mengurus kepindahanku kekampus ini “ saut Yesung membuatku kaget. Kepindahan, berarti dia akan satu kampus denganku, “ Jadi Hyung akan kuliah disini? “, “ Ya begitulah, aku juga akan bergabung dengan club basket “ ucap Yesung lagi dan memandang kearahku membuatku hampir saja tersedak karna ucapannya. “ Huahh bagus kalo begitu, kita bisa main bareng lagi seperti dulu “ saut Donghae dengan senyuman, Yesung juga tersenyum hanya aku yang merasa kaget dan entah mengapa agak takut dengan kepindahan Yesung kekampusku.

“ Kenapa Oppa pindah kampus? “, “ Karna aku ingin mandiri “ sautnya. “ Maksudnya? “, “ Sekarang aku tinggal sendiri disini, sedangkan keluargaku diMakpo. “ Jelas Yesung padaku, dia bilang bahwa sekarang ini dia memutuskan untuk hidup mandiri, makanya dia pindah kampus ketempatku. “ Bukannya Oppa satu kampus dengan pacar Oppa? “, “ Aah itu, aku tidak satu kampus dengannya “ sautnya yang terlihat sedih,” Aku kira satu kampus “, “ Waktu kau melihatku itu, aku memang sedang mengunjunginya “ ucapnya yang masih terlihat sedih. “ Aaah sudahlah, kajja bawa aku berkeliling kampus “ ucap Yesung sambil menarik tanganku. Aku membawanya berkeliling kampus, mulai dari loby sampai ketaman kebelakang kampus, aku juga memberitahunya ruang siaran yang ada dilantai 3.

“ Jadi kau ikut club radio “ , “ Iya “ sautku pelan, Yesung memandang kebawah memperhatikan sekeliling kampus dari atas sambil tersenyum. Aku melihatnya tersenyum dan berfikir apa aku masih mencintai Yesung? Apa aku tidak jahat kalau menjadikannya pelarian dari Jung so, Aaaah aku sangat bingung. “ Boo, kau kenapa? “ ucap Yesung yang melihatku termenung, “ Oppa jangan panggil aku Boo lagi, aku kan,, “ , “ Pacarku “ ucapnya memotong perkataanku. “ Oppa .. “, “ Ya sudah, ayo kita pulang “ Yesung menggandeng tanganku menuruni tangga dan saat kami menuruni tangga, kami berpapasan dengan Jung so, aku langsung melepaskan genggaman Yesung. Jung so melihat kami dan berlalu begitu saja dari hadapanku, sungguh membuatku sakit melihat tatapannya itu, aku berharap dia marah padaku karna bersama Yesung lagi, tapi ternyata tidak ada respon darinya, Jung so benar-benar sudah tidak memiliki rasa sayang padaku. Yesung membuyarkan lamunanku barusan dan kembali menggandeng tanganku menuju mobilnya, aku hanya diam duduk disampingnya dengan otak yang masih memikirkan Jung so yang tadi melihatku dengan Yesung. Apa dia akan berfikir kalo aku ini dengan cepat melupakannya , Aah Jung so aku mencintaimu.

***

Aku melihatnya tertidur diruang siaran, ya memang disanalah tempat favoritenya untuk tidur, rasanya aku ingin sekali meyentuh wajah lelahnya itu dan tanpa sadar aku menyentuh wajahnya itu. Jung so aku masih sangat mencintaimu, tapi kau benar-benar mengikuti ucapanku untuk kembali dengan Shina padahal waktu itu aku hanya emosi saja, tapi ini memang salahku sendiri menyuruhmu untuk kembali dengan Shina. Aku meneteskan air mataku sambil memandangnya yang sedang tertidur didepanku, Jung so membuka matanya dan memandang tajam kearahku. Aku mengalaminya lagi, mendapatkan tatapan dingin darinya yang sungguh terasa menusuk. Menepis tanganku dan kemudian berlalu dari hadapanku, aku hanya bisa menangis melihatnya seperti itu.

“ Hyun, kau kenapa? “ aku hanya menggeleng menjawab Kangin yang sudah ada diruang siaran dan aku pergi meninggalkan ruang siaran dengan masih menangis. “ Boo kau kenapa? “ Yesung oppa berdiri dihadapanku, aku juga menggelengkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya dan bergegas meninggalkannya tapi Yesung menahanku, menggenggam tanganku dan membawaku kemobilnya.

Yesung mengendarai mobilnya menuju kesuatu tempat, dia membawaku kepantai. “ Hyun’a, kau masih suka dengan pantai ? “, “ Iya. Kau ingat Oppa, ingat apa yang aku suka “ aku memandang ke arahnya yang sedang memandang lurus kearah pantai sambil tersenyum. “ Tidak ada yang aku lupakan. Kajja kita main air “ ucapnya sambil melepaskan sepatunya dan berlari menuju bibir pantai dan bermain air. Yesung masih mengingat semua yang aku sukai mulai dari es krim dan juga pantai, aku hanya tetap diam ditempatku sambil memandanginya yang asik bermain air, namun kemudian Yesung menghampiriku dan menarik tanganku untuk ikut bermain air dengannya “ Sudah datang kesini, kenapa hanya diam “ aku mengikutinya bermain air dipinggir pantai dan sejenak melupakan kesedihanku dengan Jung so.

“ Yeppa, kenapa kau membawaku kesini? “, “ Karna kau menangis Boo “ sautnya sambil tersenyum padaku, “ Tapi sekarang kau sudah tidak menangis lagi jadi kita sudah bisa pulang “ ucapnya lagi dan berjalan menuju mobilnya, aku menahan langkahnya “ Yeppa, kau tidak boleh begini karna aku ,, “ aku tidak bisa melanjutkan perkataanku padanya. “ Aku mencintaimu Hyun, apa tidak boleh aku membahagiakan wanita yang aku cintai? “, “ Tapi aku masih mencintai Jung so, aku masih sangat mencintainya Oppa. Aku gak mau menyakitimu “ aku menangis mengatakan hal ini. “ Aku tau dan aku akan membuatmu mencintaiku lagi seperti dulu, aku akan berusaha menghilangkan dia dari hatimu “ aku memandang wajahnya sangat terlihat serius didepanku mengatakan semuanya itu, “ Sudahlah ini sudah hampir malam, ayo kita pulang, Kalau tidak nanti Heechul Hyung akan memarahimu “.

***

Hari ini hari pertama Yesung latihan di club basket kampus aku sedikit cemas dengan ini. “ Huahh, kalian sudah baikkan yaa. Baguslah kalo begitu “ ucap Donghae pada aku dan Yesung saat sudah ada dilapangan basket, “ Sama seperti dulu, Hyun tidak akan bisa lama-lama bertengkar denganku “ ucap Yesung pada Donghae sambil merangkulku dan disaat seperti ini Jung so hadir dilapangan, aku melihatnya memandang kearahku dan Yesung tapi kemudian langsung beranjak ketengah lapangan setelah meletakkan tasnya.

Semua anggota sudah berkumpul Siwon pun sudah hadir ditengah lapangan dan latihanpun dimulai dengan sebelumnya Siwon mengenalkan Yesung yang menjadi anggota baru di club basket pada yang lainnya, Yesung pun berdiri disamping Siwon dan mengenalkan dirinya pada anggota club lain dengan senyuman. “ Kau anak pindahan itu yaa? Kau satu tingkat diatasku kan, jadi aku panggil Hyung yaa “, “ Aah iya, aku mahasiswa pindahan. Baiklah kalau mau panggil Hyung “ saut Yesung pada Eunhyuk yang menyambutnya dengan ramah.

Shina datang, aku melihat kedatangannya dari tengah lapangan dan kemudian mengalihkan pandanganku pada Jung so. Jung so berlari keluar lapangan menghampiri Shina yang datang untuk melihatnya latihan dan memeluknya, aku sungguh merasa sangat sakit melihatnya. Perlakuan Jung so pada Shina sangat manis, mungkin memang begitulah dia karna saat denganku dia juga memperlakukanku dengan manis dan mungkin karna itulah aku sangat mencintainya, yaa walaupun kadang dia terlihat agak kasar denganku tapi sebenarnya dia itu sangat perhatian. Aku hanya bisa melihat kejadian didepanku sambil menahan tangisanku, apa harus dia memeluk Shina ditempat yang dia tau ada aku, orang yang pernah bersamanya dan apakah dia tidak merasakan kalau aku masih sangat mecintainya, apa kau tidak tau itu Jung so?. Aku kaget, Yesung memelukku ditengah lapangan “ Jangan menangis “ ucapnya, “ Kalau begini aku malah makin ingin menangis Yeppa “ ucapku dipelukkannya, Yesung melepaskan pelukkannya dariku memandang wajahku yang sedang berusaha menahan air mata dan tersenyum lebar padaku “ Anak pintar “ ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.

Saatnya istirahat, aku berjalan kepinggir lapangan untuk minum sedangkan Yesung masih asik dengan bola ditangannya dan dengan lincah memainkannya, aku hanya memandanginya dari pinggir lapangan, “ Jadi itu Yesung? “ , “ Iya, itu dia “ sautku pada Soogi onnie yang seperti biasa menemani Eunhyuk Seunbae latihan. “ Kau benar sudah baikkan dengannya? “, “ Aku tidak tau Onnie, tapi Yeppa masih memperlakukan ku seperti dulu “ jawabku. “ Aku tidak bisa menolaknya karna aku memang sedang membutuhkannya tapi aku tidak mau menyakitinya karna aku masih sangat mencintai Jung so “ jelasku pada Soogi onnie, “ Pikirkan dengan baik yaa, supaya kau tidak menyesal nantinya “.

Ditengah lapangan para namja bukannya beristirahat malah asik bermain, mereka membentuk 2 kelompok dan bertanding three on three, Yesung satu tim dengan Donghae dan Kyuhyun sedangkan Eunhyuk, Siwon dan Jung so ada dalam satu tim seperti biasanya. Aku memadangi mereka dari pinggir lapangan dan mendengar teriakkan semangat yang Shina berikan untuk Jung so, aku hanya bisa berpura-pura tidak mendengarnya. Permainan pun dimulai entah mengapa rasanya mereka menganggap serius permainan ini karna wajah mereka memperlihatkan itu. Permainan berlangsung seimbang dan terlihat seru karna mereka memperlihatkan tehknik-tehknik yang bagus, Yesung membawa bola ditanganya dan berlari menuju ring lawan dan berniat untuk memasukkan bola dengan slamdunk tapi dengan cepat Jung so menahannya dan membuat bola terpental juga membuat mereka berdua bertabrakan hingga keduanya terjatuh. Yesung mengulurkan tangannya pada Jung so untuk membantunya bangun namun Jung so dengan tatapannya yang tidak bersahabat berdiri dan meninggalkan Yesung tanpa menghiraukan uluran tangannya beranjak menghampiri Shina yang menunggunya dipinggir lapangan. Yesung berjalan menghampiriku, aku memberikan botol minumannya “ Gwaenchana ? “ tanyaku namun Yesung hanya tersenyum.

***

“ Huaaahhh aku telat .. “ pekikku saat melihat jam, aku terlambat bangun padahal aku sedang dapat siaran pagi hari ini, aku bergegas bangun dan mandi. “ Kau terlambat lagi Hyun’a “, “ Aaah Oppa “ sautku karna Heechul oppa menertawakanku yang sedang terburu-buru menghabiskan sarapanku, “ Aku berangkat “ ucapku berpamitan pada Heechul Oppa. Aku berlari menuju ruang siaran tapi aku sangat terkejut saat melihat jam yang ada di loby kampus, jam menunjukkan pukul 9, sungguh bodoh aku lupa kalau jam dikamarku itu aku percepat satu jam jadi tadi itu aku tidak bangun telat. Aku tidak lagi berlari menuju ruang siaran karna ternyata masih ada waktu 1 jam lagi sebelum jadwalku siaran, tapi aku memutuskan untuk menunggu di ruang siaran.

Aku masuk ruang siaran dan mendapati Jung so ada disana, aku gugup melihatnya ada disana yang sedang sibuk dengan leptopnya, aku masuk keruang siaran disebelah sambil sesekali memandang kearahnya yang tidak memperdulikan kehadiranku. Shina masuk kedalam ruang siaran membawakan makanan untuknya, aku menutupi wajahku dengan kertas agar tidak melihatnya. Aku benci dengan keadaan seperti ini, aku sakit merasakan semua ini harus melihatnya bermesraan didepanku, aku sungguh tidak sanggup lagi. “ Bisakah kau keluar, kau mengganggu. Lagi pula siaranmu masih satu jam lagikan “ Jung so mengatakan semua itu padaku yang sedang duduk diruang siaran, rasanya aku langsung tidak bisa bernafas mendengar ucapannya itu, “ Kau dengar tidak. Kau mengganggu “ ucapnya mengulangi perkataanya. Aku mengambil tasku dan beranjak dari ruang siaran, meninggalkan mereka berdua disana. Aku tidak percaya Jung so berkata itu padaku, apa aku benar-benar sudah hilang dari hatinya karna dia bisa dengan setega itu mengatakan kalau aku menggangunya.

Aku berjalan dengan sekuat tenaga yang aku punya saat ini, mendengar perkataannya yang kejam itu membuatku kehilangan seluruh tenangaku, Jung so haruskah kau mengatakan itu padaku?. Lagi-lagi aku berjalan tanpa tujuan dengan hanya terus melangkahkan kaki sampai tanpa sadar aku menyebrangin jalan dengan tidak melihat kalau ada mobil yang mengarah cepat padaku, “ Apa yang kau lakukan?, kau bisa saja mati tadi “ ucap Yesung marah padaku saat sudah menarikku yang hampir tertabrak mobil. “ Hyun’a kau kenapa? Kenapa bisa seceroboh ini? “ Tanya Yesung lagi karna aku hanya diam, dia membawaku kemobilnya “ Kau tunggu disini, aku belikan kau minum dulu “ Yesung meninggalkanku dimobilnya menuju kantin. Aku menangis sampai tidak mengeluarkan suara, rasanya sungguh sakit mengalami semua ini, melihatnya selama ini bermesraan dengan Shina dan mendengarnya mengatakan hal tadi, mengatakan kalau aku menggangunya. Aku sungguh tidak mengira dia akan sampai begini menyakitiku, kalau tau akan sampai sesakit ini dia menyakitiku lebih baik waktu itu aku membiarkannya melakukan hal itu untuk memastikan hatinya, mungkin saja dia lebih memilihku dari pada Shina tapi semua sudah percuma dia sudah kembali dengan Shina dan meninggalkanku.

“ Sebenarnya ada apa denganmu? “ Yesung memelukku saat dia sudah kembali dari kantin dan menghampiriku yang sedang menangis, aku hanya bisa tetap menangis tanpa menjawab pertanyaannya, aku tidak sanggup menjawabnya karna akan mengulangi perkataan kejam Jung so padaku tadi. “ Apa ini karna dia, makanya kau melakukan hal bodoh seperti tadi? “ tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk pelan dalam pelukkannya, “ Apa sesakit itu kah, sampai kau melakukan hal yang bodoh hanya karna dia “, “ Karna aku mencintainya oppa “ sautku tanpa memperdulikan perasaan Yesung, “ Tapi kau tidak boleh terus-terusan seperti ini, kau harus bertahan, jangan seperti ini karna orang itu sudah tidak menghiraukan perasaanmu “ ucapannya makin membuatku sedih “ Oppa, aku tau Jung so sudah tidak menghiraukan perasaanku tapi haruskah kau mengatakan itu padaku, kau makin membuatku sakit Oppa “ aku berjalan meninggalkan Yesung.

Setelah aku putus dengan Jung so semuanya terasa berat untukku jalani, dan menangis adalah suatu rutinitas harian yang aku lakukan. Hari ini ucapannya membuktikan kalau aku benar-benar sudah dilupakan dan hilang dari hatinya, secepat itukah kau menghapusku dari hatimu?, tidak adakah kenangan saat bersamaku yang masih tersisa dihatimu?, Apa aku bisa bertahan dengan keadaan dan situasi seperti ini?.

-TBC-
*Please don’t copy paste and Re-Upload this FF*

~ by Julz on April 26, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: