Black vs White

Author : Rahma Julynda
Cast : Park Jung soo
Yesung
Kyuhyun
Eunhyuk
Siwon
Kangin
Donghae
Heechul
Hangeng
Onew (Shinee)
Hyun – Soogi – Seungwoon (OC)


“Huaahh, hari ini. Hari pertama kita latihan” ucapku saat sampai dilapangan basket kampus ku hari ini. Hari ini untuk pertama kalinya aku latihan di tim kampus, karna aku memang mahasiswa tahun pertama. “Kamu sudah siap?”kata Donghae padaku, “Yup” senyum ku padanya. Donghae adalah teman ku sedari bangku SMA, karna Ekskul basket di sekolah dululah kami jadi dekat sampai sekarang ini. Aku melangkahkan kaki ku menuju lapangan, niatnya hanya ingin pemanasan kecil dengan menShooting bola ke ring tapi aku mendengar suara teriakkan dari kejauhan, “Hei, siapa yang bilang kalo boleh pakai lapangan?” ucapnya keras padaku dari pinggir lapangan, aku hanya terdiam mendengar ucapan dari Pria di pinggir lapangan itu. “Hei dengar tidak, gak boleh pakai lapangan” teriaknya lagi padaku, aku masih saja terdiam. “Hyung tidak apa-apa, mungkin dia anak baru di club” ucap pria disebelahnya. “Hyun’a sini”panggil Donghae pada ku, “Itu siapa sii, kok lapangan gak boleh dipake?” Tanya ku heran sambil berjalan kearah Donghae yang duduk dipinggir lapangan, dia hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya.“Kita tunggu yang lain saja dulu” katanya lagi sambil menarik tangan ku. Huu siapa orang itu, kenapa melarangku untuk ada dilapangan? Aakh sudahlah aku tidak peduli, umpat ku dalam hati.

“Semuanya kumpul” ucap seorang pria bertubuh atletis itu, dan semua anggota baru club mengikuti perintahnya. “ Selamat datang untuk para anggota baru, dan selamat bergabung dalam tim. Perkenalkan nama ku Choi Siwon, kalian bisa panggil saya Siwon, saya disini sebagai ketua club, dan ini Park Jung so, atau yang biasa dipanggil Jung so. Dia adalah manager club basket kita” ucap sang ketua. “Selamat bergabung semuanya, seperti yang Siwon tadi bilang saya adalah manager club” kata Jung so. Haah jadi pria yang tadi meneriakki ku itu adalah manager club ku, tapi kenapa dia meneriakki ku.

“Kamu kenapa?” ucap Donghae sambil menyentuh pundakku, “Aah tidak”sambil berlari kelapangan.”Hei kamu .. kamu yang pakai baju Hitam” teriak seseorang dari belakang, “Iya” saut ku, dia lagi, ada apa dia memanggilku. “Siapa yang memanggil mu” ucapnya saat aku sudah membalikkan badan, ternyata dia memanggil Donghae. Ya Donghae memakai warna baju yang sama dengan ku. Aaah sungguh malu aku. Aku tidak mau menghiraukannya dan berjalan menuju ketengah lapangan. “Hyung, kamu pegang anak baru yaa” kata Siwon pada Jung So, Aah felling ku tidak bagus akan hal ini.

Latihan dimulai, aku mengikutinya dengan sangat bersemangat, karna Basket adalah olahraga kesukaan ku, aku sangat menyukai olahraga ini dari aku di sekolah dasar, entah mengapa aku sangat menyukainya. Ditengah lapangan aku mengikuti semua arahan dari Park Jung So sang Maneger club, tapi tiba-tiba saja sebuah bola basket melayang kekepalaku “Aauuuww”pekik ku kesakitan, “Kau mau gabung dengan para senior” ucapnya kasar padaku, hanya karna aku sempat memalingkan pandanganku pada senior yang sedang latihan dibagian lapangan yang lain. Aku hanya bisa mengusap-usap kepalaku yang baru saja terkena bola dengan kekuatan besar. Sial baru hari pertama sudah dapat sambutan yang sangat ramah, ucap ku dalam hati. “Kamu tidak apa-apa?”ucap Donghae pada ku, “Menurutmu!!” ucapku kesal padanya, dan melanjutkan kembali latihan ku bersama sang Maneger Park Jung So.

Setelah dua jam latihan, akhirnya ada waktu untuk istirahat “Aaah kemana dia” ucap ku sambil mengacak-acak isi tas ku yang berwarna hitam. ”Ada apa?” Tanya Donghae padaku, “Itu botol minumanku, kok gak ada” jelas ku pada Donghae, “Kamu lupa masukkin kedalam tas mungkin” katanya lagi, “Aahh masa sii aku lupa “ , “Ini minum punya ku” Donghae menyodorkan botol minumnya padaku, aku mengambilnya lemas. Aah bagaimana bisa aku lupa membawa botol minum kesayanganku itu, sungguh sial hari ini.

15 menit waktu untuk istirahat, dan sekarang aku sudah memulai latihan ku lagi. “Kamu kenapa? Perutnya sakit lagi yaa?” ucapku saat melihat Donghae memegang perutnya dengan wajah menahan sakit, “Lupa makan lagi yaa “ kata ku lagi, dan dia hanya menganggukkan kepalanya. “Ya sudah kamu gak usah latihan lagi” kata ku sambil mengantarnya kepinggir lapangan. “Siapa yang bilang kalian boleh keluar lapangan seenaknya?” ucap Jung So pada kami, “Maag nya kabuh Seunbae” kata ku padanya, “Bisa jalan sendirikan?”ucapnya memandang Kearah Donghae, “Bisa” dengan masih menahan sakit. Aku melepaskan rangkulanku pada Donghae dan melanjutkan latihanku. Huahh tidak berprasaan sekali Senior ku yang satu ini. Sepertinya hari-hari ku di club Basket akan berat karna orang ini.

“Ya latihan hari ini selesai, dan latihan lagi hari Sabtu. Sekarang silahkan bubar” ucap sang Manager. Aku berlari kepinggir lapangan “Kamu sudah tidak apa-apa?” Tanya ku cemas pada Donghae, “Masih sedikit sakit, tapi sudah tidak apa-apa” katanya masih memeganggi perutnya. “Huuh, kamu ini kenapa sii selalu lupa makan, udah tau punya sakit maag, kan kalo kambuh jadi repot” kata ku sambil memasukkan barang-barang Donghae kedalam tasnya. “Iya bawel” saut Donghae padaku sambil mengacak-ngacak rambutku. Aku tak tau kenapa, dia suka sekali melakukan hal itu dari kami masih di SMA, suka sekali mengacak-acak rambutku lalu tersenyum. “Ayo kita pulang” kata ku lagi pada Donghae.

Sampai dirumah aku melihat botol minum ku ada di atas meja, ternyata benar aku lupa membawanya, aku bergegas mandi karna aroma tubuhku ini sungguh sangat wangi J. “Bagaimana latihannya?” kata Oppa ku Kim Heechul. “Yaa begitulah” saut ku tak tertarik untuk menceritakan kisah latihanku hari ini. “Begitu, bagaimana?” tanyanya lagi , “Aku dapat Manager yang menyebalkan, selebihnya Asik” jawabku sambil mengambil cemillan ditangannya. Heechul adalah kakak laki-laki ku satu-satunya, karna kami memang hanya dua bersaudara dan hanya tinggal berdua saja dirumah, orang tua kami jarang ada dirumah karna kesibukkan masing-masing, jadi aku sangat dekat dengannya. Kami punya kegemaran yang sama, yaitu kegemaran pada Bola Basket, mungkin salah satu alasan mengapa aku bisa sangat menyukai basket karna dia. “Kenapa dengan Maneger club mu? Apa dia iseng?” tanyanya lagi, “Yaa seperti itulah.. Huahh aku tidur dulu yaa Oppa” kata ku sambil berjalan menuju kamar ku, kalau tidak Oppa ku itu pasti akan terus menanyaiku.

Dikamar ku banyak pernak-pernik yang berwarna hitam, ya hitam memang warna favorite ku, menurutku hitam adalah warna yang elegan. Aku merebahkan tubuh ku ditempat tidur sambil memandangi baju basket warna hitam yang aku pajang dikamarku, baju itu bernomer punggung 13, memandanginya dan tak sadar air mata ku menetes, oogh aku merindukannya lagi. Yesung apa kabarmu sekarang, aku merindukanmu. Baju itu diberikannya padaku sebelum dia pergi.

Flashback ..
“Yeppa, kamu gak beneran mau pergi kan” kata ku menahan tangis, “Iya, aku akan pergi. Besok aku berangkat”ucap Yesung padaku sambil memelukku. “Terus aku bagaimana?” kata ku lagi yang sekarang sudah menangis dipelukkannya, “Aku akan menghubungimu terus, aku janji. Aku sayang kamu Hyun” ucapnya sambil mengecup keningku, “Janji ya” , “Iya” janjinya padaku. Alasannya pergi karna dia sekeluarga harus pindah keluar kota karna ayahnya dipindah tugaskan. Sejak saat itu, dia tidak lagi pernah menghubungiku, dia tidak pernah menepati janjinya padaku sebelum dia pergi. Namun sampai sekarang aku masih mencintainya.
Flashback end..

***

“Oooh, tidak .. Aku kesiangan !!“ Pekikku saat melihat jam dikamar ku. Sekarang sudah jam 8, sedangkan aku ada kuliah pagi jam 9. Aku mandi dengan sangat cepat, hanya dengan waktu 5 menit, lalu merapikan segala sesuatu yang aku butuhkan hari ini. “Oppa kenapa tidak membangunkanku, kau jahat sekali .. “Teriakku sambil memasukkan air kedalam botol kesayanganku. “Aku terlambat tau” ucapku lagi, “Itu deritamu “ sautnya padaku. “Anterin kekampus cepet .. “ ucapku lagi sambil menarik tangan Oppa ku itu. “Dasar Hyun, kalo gak ngerepotin aku, gak bisa ya” ucapnya kesal, “Abis mau minta tolong sama siapa lagi coba, kan aku Cuma punya Oppa” kata ku manja padanya, dan akhirnya dia hanya bisa mengikuti kemauanku saja.

Sungguh sial, sampai dikampus ternyata pelajaran telah dimulai dan aku datang lebih dari waktu toleransi keterlambatan, alhasil aku diusir dosen keluar kelas , sungguh pagi yang sial. Kelas berikutnya masih dua jam lagi, aku melangkahkan kaki ku kelapangan basket untuk menghilangkan rasa kesal ku. Dari kejauhan aku melihat ada beberapa orang yang sedang bermain dilapangan. Mereka anggota club, dan aku pun bergabung dengan mereka, aku tak pedulikan walupun mereka semua yang sedang bermain itu dalah pria, yang penting aku ikut main. Aku menikmati bermain bersama anggota club ku, dan melupakan kesialan ku pagi ini, yang telat bangun sampai akhirnya diusir dosen dari kelas.

“Boleh ikut main?” Kata Eunhyuk “Silahkan “ saut Kyuhyun. Eunhyuk adalah salah satu senior di club basket. Kami bermain bersama, Eunhyuk sangat ramah pada kami yang juniornya ini, aah beda sekali dengan si Park Jung so itu pikirku. “Heii Eunhyuk .. “ teriak dari pinggir lapangan. Huaah panjang umur, baru saja aku memikirkannya, sekarang orangnya sudah muncul, sang Maneger hadir. “Huaah, aku ikut main yaa” ucapnya sambil merebut bola dari tanganku dan memasukkannya ke ring dengan cara slamdunk. “Jadi ganjil nih” kata Kyuhyun, “Udah cewek gak usah main, lagian memangnya bisa main apa?” ucapnya menyindir ku sambil memutar bola di jarinya. “ Boleh diadu” saut ku dan merebut bola darinya, kemudian memasukkan bola dari garis threepoint, dan Settt bolanya masuk dengan mulus. “Aku saja yang gak main, lagian sebentar lagi aku ada kelas”kata Kyuhyun yang kemudian meninggalkan lapangan. “Ok, sekarang kita main” ucap Eunhyuk. Aku memandang kesal kearah Jung so, memandang remeh sekali dia padaku, aku membuka jaket ku seakan, akan pergi berperang saja rasanya. Jung so juga membuka jaketnya, dia memakai kaos putih dan aku kaos hitam. War of Black Vs White dimulai.

Jung so dan Eunhyuk ada dalam satu tim yang sama, aku satu tim dengan junior yang lainnya. Jung so berperan sebagai pointguard di timnya begitu juga dengan ku. Eunhyuk selalu mengoper bola padanya dan dengan cepat Jung so melesatkan lemparan bolanya ke ring ku. Bola ditangan ku, aku mencoba membawanya ke ring lawan, tapi saat sudah dekat dan ingin menshooting dengan cepat Jung so menepis bola ditangan ku. Aah gagal , benar-benar dipencundangi tim ku oleh mereka. Aku terus mencoba mamasukkan bola tapi saat aku loncat untuk menshooting, Jung So mengahadangku, alhasil aku jatuh karna keseimbangan ku hilang. Tanpa memperdulikanku yang jatuh dia terus mambawa bola dan memasukkannya ke ring. “Eunhyuk …. “ panggil seorang wanita dari pinggir lapangan, “Hei udah dulu yaa Soo gi sudah keluar. Aku pergi dulu Hyung” kata Eunhyuk, sambil meninggalkan lapangan. Aku masih duduk dilapangan akibat jatuh tadi, tanpa rasa bersalah sudah membuatku jatuh sang Maneger itu pergi begitu saja meninggalkan lapangan.

“Kenapa, kau terlambat? Kesiangan lagi ya! “ ucap Donghae padaku saat dikantin, “Heem” jawabku sambil menutup lukaku dengan Plester, karna jatuh tadi dengkulku jadi agak lecet. “itu kenapa?” tanyanya lagi, “Jatoh, tadi waktu main basket bareng sang Maneger” saut ku kesal. “Kok bisa?”, “Ya bisalah” saut ku lagi. ” Kenapa sii ?” tanyanya lagi sambil mengacak-acak rambutku. “Hari ini aku sedang sial Hae” saut ku sambil bersandar padanya. “Dasar Hyun B”, “Aah masih saja memanggilku dengan Hyun B” ucapku. Donghae suka sekali memanggilku dengan sebutan Hyun B, maksud B itu katanya adalah Black, karna aku suka sekali dengan warna hitam.

Aku melangkahkan kaki ku kelantai tiga gedung kampusku, untuk mendaftar ke club radio kampusku, karna aku juga tertarik dengan penyiaran. Saat aku masuk ruang club radio aku melihat Jung so disana, sedang sibuk. “Permisi,, aku mau daftar jadi anggota club” ucapku sambil mengetuk pintu, “Yaa silahkan masuk” ucap seseorang. “ Aku Kim Young Hyun dari jurusan Broadcasting, mau bergabung sama club radio kampus” ucapku pada pria yang terlihat ramah ini, “Ooh aku Kangin dari jurusan yang sama, tapi aku sudah tingkat 5” sautnya. “Oh , iya yang didalam itu ketua club radio, Park Jung so” katanya sambil menunjuk Jung so yang sedang sibuk. “Aah, ketua club?” ucap ku kaget, “Iya dia ketua clubnya”. Aah apa-apaan ini , masa aku harus satu club lagi dengan orang ini. “Aku mau masuk kelas dulu, Kangin tolong kamu buat jadwal untuk siaran bulan depan” ucapnya yang tidak menghiraukan adanya diriku dan Langsung pergi. “Heem Hyun, besok kamu datang saja, jam 2 siang, karna ada rapat dengan para anggota baru yang lainnya, jadi datang yaa” katanya ramah sambil memberikan senyum.

***

“Hyun’a , kamu mau kemana?” teriak Donghae padaku, “Ke club” saut ku sambil berlari menuju lantai 3. Aah aku telat, hari ini ada rapat anggota club baru radio jam 2, tapi ternyata aku baru keluar kelas jam 2.15 . Pasti aku kena marah Jung So.

“Maaf aku terlambat” ucapku sambil menundukkan kepala saat sampai di ruangan club, “Tidak apa-apa, silahkan duduk” ucap Kangin padaku, baik sekali dia. Kangin memberitahukan segala kegiatan di club radio pada anggota club yang baru. Aku memandangi seisi ruangan, tapi anehnya tak ada si ketua club, kemana dia. “Maaf aku telat” , aah itu dia Jung so, dia telat, ada apa dengannya kenapa wajahnya terlihat stress?, huh bukan urusanku. Rapat selesai, Kangin memberikan kami bagian tugas-tugas kami di club dan memberikan jadwal siaran latihan kami. Selama rapat Jung so tidak mengatakan apa pun, dia hanya duduk dipojok ruangan dengan wajah yang sama waktu masuk tadi. “Hyun” panggil Kangin padaku saat aku mau keluar ruangan, “Iya Seunbae”sautku, “Bulan depan kampus ada acara, karna cuma kamu yang dari jurusan Broadcast, bantu kami buat documentasi ya. Maukan?”, “Oke” jawabku mengiyakan, “Tenang bareng sama Aku kok” kata Kangin lagi sambil tersenyum, dan aku hanya menganggukkan kepala, lalu pergi meninggalkan ruangan.

Aku melangkahkan kakiku menuju kantin, aku lapar sekali karna tadi tidak sempat makan siang. Aku memesan Ramen, makanan kesukaan ku. 5 menit kemudian pesanan ku sampai, aku melahapnya dengan cepat. “Makannya pelan-pelan Hyun B”, Uuuh pasti Donghae, “Aku kelaparan Hae” kataku dengan mulut penuh Ramen yang membuat ku tersedak, “Ini minum” Donghae memberikanku air, sambil batuk-batuk aku berusaha minum. “Kau habis dari mana si?” Tanya Donghae,”Tadi aku ada rapat di club radio”,”Kau ikut club radio ?” tanyanya lagi, aku hanya menggangguk. “Dan kamu tau Hae, siapa ketua club radio. Jung so” ucapku, “Hahh Jung so, maneger club basket itu?”kata Donghae kaget, “Yups, Jung so sang maneger” kata ku lagi sambil memicingkan mata.

Sampai dirumah aku tidak melihat Oppa ku Kim Heechul, harusnya dia ada dirumah karna hari ini dia libur dan biasanya dihari liburnya dia akan main PS. Aku mencarinya dikamarnya, ternyata dia sedang tidur, aku mendekatinya dan ingin menyelimutinya tapi aku merasakan hawa panas dari tubuhnya. “Oppa.. Oppa sakit yaa?” ucapku sambil meletakkan tangan ku di jidatnya, “Sepertinya aku demam Hyun” sautnya padaku, “Sudah minum obat belum?” kataku lagi sambil menyelimutinya, dan dia hanya menggeleng. “Makanya Oppa jangan keluyuran malam terus”, “Bawel” ucapnya padaku. Aku meninggalkannya dan mengambilkan obat untuknya. “Ini diminum” kataku sambil memberikan obat penurun panas dan segelas air. “Oppa sudah makan?”,”Belum,cepat belikan aku makanan. Aku lapar” perintahnya padaku, “Iya” saut ku.

Aku berjalan menuju supermarket, aku berhenti sebentar karna sepertinya aku melihat Jung so. “Hai Seunbae, sedang apa ?”kata ku menyapanya, “Bukan urusanmu” jawabnya ketus padaku. Aaah salah aku sudah menyapanya, aku melangkah pergi tapi tiba-tiba di memelukku, “Seunbae apa yang kau lakukan?” kataku sambil mencoba melepaskan pelukkannya dariku, “Jung so, kamu ,,” ucap seorang wanita dan kemudian Jung so melepaskan pelukkannya dari ku “Kenalkan, ini Hyun pacarku” ucap Jung so pada wanita itu, “Oh ini pacar baru mu ya” ucap wanita itu sambil menjabat tanganku. Hah pacar, seenaknya dia bilang aku ini pacarnya. “Ayo Hyun kita pergi” ucap Jung so sambil menggandeng tangan ku dan berlalu dari wanita itu. “Seunbae, apa-apaan yang tadi itu?” kata ku kesal padanya, tapi dia tidak menanggapi perkataan ku dan pergi begitu saja. Karna dia aku jadi lupa tujuan awal ku untuk membelikan Oppa ku makanan, huahh bisa habis aku dimarahinya karna terlalu lama.

“Kau kemana saja, beli makanan atau apa?” kata Oppa padaku, benar saja firasatku dia pasti akan marah padaku, “Iya maaf Oppa, ini silahkan makan” sautku sambil menghidangkan makanan padanya. Huah apa-apaan Jung so itu, mengapa dia seenaknya memelukku seperti itu dan bilang pada wanita itu kalau aku ini pacarnya, sebenarnya siapa wanita itu, kenapa dia melakukannya, Aah sungguh membuat ku bingung.

***

“Hyun B,kau tidak usah bawa mobil ya, aku akan menjemputmu” itu sms Donghae padaku sebelum berangkat. Hari ini aku hanya ada latihan basket saja tidak ada kelas, huahh sungguh menyenangkan. “Oppa aku berangkat latihan dulu, jangan lupa minum obatnya ya” ucapku pamitan pada Heechul Oppa,“Gak diantar?” tanyanya , “Aku dijemput Donghae” saut ku lagi, “Hati-hati”, “Iya, aku berangkat” ucapku sambil melangkah keluar rumah.

“Hae, kau sudah makan belum?” ucap ku saat sudah berada dimobil bersama Donghae, “Udah kok” sautnya sambil tersenyum manis, “Jangan sampai kambuh lagi yaa, awas kau” kata ku mengancamnya, dan lagi-lagi dia mengacak-acak rambutku. “Haa bertemu dengan si Jung so itu lagi” kata ku sambil menghela nafas panjang, “Yaa yang sabar saja” kata Donghae. Haah Donghae kau tidak tau apa yang telah dia perbuat kemarin, harus bagaimana nanti aku menghadapinya.

“Oke latihannya dimulai, Eunhyuk hari ini kamu yang pegang Junior yaa” kata Siwon, “Kemana Jung so Hyung?” Tanya Eunhyuk, “Yang ku dengar dia sakit , jadi gak bisa latihan”, “Sakit apa?” Tanya ku yang menguping pembicaraan mereka berdua, “Aku kurang tau” jawab Siwon. Latihan pun dimulai, Eunhyuk melatih kami dengan baik, setelah setengah jam latihan Jung so datang. “Katanya kamu sakit Hyung?” kata Siwon, “Aku tidak apa-apa” ucapnya lemah. Dia mengikuti latihan bersama dengan senior yang lainnya seperti biasa, wajahnya yang tadi tampak pucat sudah berubah seperti biasanya, saat dia bermain basket auranya berbeda, dia jadi lebih ceria dan terlihat lepas tanpa beban.”Hei,kau kenapa?” kata Donghae membuatku kaget, “Aah tidak “ kata ku yang kemudian tidak memperhatikan lagi Jung sowhite itu, karna hari ini dari atas sampai bawah yang dia kenakan itu berwarna putih, seperti Angel saja.

Saatnya istirahat, aku mengeluarkan botol minum ku dan meminumnya, sambil minum aku melihat kearah Jung So, apa dia tidak mengingat kejadian kemarin pikirku. Dari kejauhan aku meliatnya hanya diam, wajahnya yang stress itu terlihat lagi, dia menggeluarkan botol minumnya dari tas, dan seperti yang kuduga warna botolnya putih, waah dia benar-benar suka putih. Mulai sekarang aku akan menjulukkinya Jung Sowhite.

Selesai latihan Donghae mengajakku makan bersama disebuah restoran, aku mengikuti saja karna memang perutku juga lapar. Kami menunggu pesanan kami datang dengan saling mengobrol dan tiba-tiba saja. “Hei kamu yang kemarin kan, pacarnya Jung so” kata wanita yang baru saja melintas dihadapanku, “Pacar Jung so!” ucap Donghae kaget. “Aah itu .. “ Jawabku terbata-bata, harus bilang apa pada wanita ini,aku tidak tau. “Ini siapa? Salam buat Jung so ya” ucapnya lagi sambil menunjuk Donghae dan pergi ke meja di pojok, dia pasti berpikir aku selingkuh dengan Donghae. “Apa maksudnya, dia bilang kamu pacarnya Jung so? Jung so yang mana Hyun?” ucap Donghae mengintrogasi ku . Aku menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin antara aku, Jung so dan wanita yang tadi pada Donghae. “Apa maksudnya berbuat begitu padamu?” Tanya Donghae lagi, “Aku juga tidak tau Hae” saut ku sambil menggeleng. “Sudah jangan dipikirkan lagi, lebih baik kita makan saja” kata ku sebelum Donghae bertanya lagi.

***

“Hae, kau pulang duluan saja, aku ada kegiatan di club radio” ucap ku saat makan siang bersama Donghae, “Ya sudah” jawabnya. “Kalau begitu aku ke club dulu ya” ucapku lagi sambil melambaikan tangan pada Donghae yang masih sibuk dengan makan siangnya. Aku berjalan menuju ruang siaran, karna hari ini jadwal latihan siaran ku, aku sangat bersemangat. “Hai Hyun” sapa Kangin padaku, “Hai Seunbae” sautku dengan senyum, “Hari ini datang cepat, udah gak sabar buat siaran pertama ya?” katanya padaku sambil merapikan kertas-kertas dimeja.”Aah iya” saut ku sambil membantunya merapikan kertas-kertas yang bertebaran itu.” Kau beruntung Hyun, yang akan jadi patner siaran mu ketua club”, “Hah Jung so, Maksud ku Jung So Seunbae” kata ku kaget, “Iya kenapa? Harusnya kamu senang karna kau bisa belajar dari dia cara siaran . Ya sudah aku harus masuk kelas, terima kasih sudah dibantu” kata Kangin lagi yang kemudian meninggalkanku di ruang siaran.

Tak lama kemudian Jung so datang, dia langsung masuk keruang siaran dan merapikan bahan siaran hari ini didepannya, aku hanya diam saja melihatnya, “Hei kau mau sampai kapan berdiri disitu, kalau gak mau siaran, keluar saja” katanya kejam padaku, aku melangkahkan kakiku dan duduk di sampingnya. Siaran dimulai, Jung so memulainya dengan sangat bagus dan dia memberitaukan kalau hari ini dia sedang siaran bersama DJ baru, sepanjang siaran dia kadang bertanya padaku tentang sesuatu dengan sangat akrab. Begitu selesai siaran dia merapikan barang bawaannya lalu pergi, dia tidak menunjukkan keakrabannya yang tadi terasa saat siaran. Sungguh orang yang berbeda. Aku membenahi semua kertas-kertas yang membantuku siaran tadi dan kemudian meninggalkan ruang siaran juga.

“Oppa, Oppa .. “ ucapku saat memasukki rumah, “Iyaa” saut Heechul Oppa, “Ada apa?” ucapnya lagi, “Aah Tidak apa-apa” jawab ku sambil berjalan menuju kamar. Aku memandangi baju basket itu lagi, Ooh aku benar-benar merindukannya. Sebenarnya hubungan ku dengan Yesung bukan sepasang kekasih hanya dekat, tapi aku memang menyayanginya, dan sepertinya dia juga begitu. Tapi memang tidak ada kata-kata yang meresmikan hubungan kami.

***

“Hyun,, bagaimana kamu sudah dapat Foto bagian pembukaan tadi?” ucap Kangin padaku. “Oh sudah kok Seunbae, tenang saja” saut ku sambil tersenyum. Saat ini aku dan Kangin sedang jadi seksi documentasi dalam acara amal yang dibuat oleh kampus kami, yang ketua panitianya adalah Park Jung So. Aku bingung kenapa dia selalu menduduki posisi-posisi penting. Disela-sela mendocumentasikan acara ini, aku melihat Jung so yang sedang sibuk mengkoordinir anggota panitia yang lainnya, disaat itu aku menggaguminya, dia terlihat sangat keren. Setelah selesai memberi arahan, anggota yang lainnya pun melaksanakan perintahnya, dan disaat itu aku melihat Jung so hampir saja jatuh, aku berlari kearahnya, namun sebelum sampai dia benar-benar jatuh dan pingsan. “Seunbae,, kamu kenapa .. bangun” ucapku sambil mengoncangkan tubuhnya. Aku berteriak minta tolong, setelah orang sudah berdatangan dengan cepat membawanya keruang kesehatan. “Dia kenapa?” Tanya Kangin padaku, “Aku juga tidak tau Seunbae. Tiba-tiba saja Jung So Seunbae jatuh” saut ku sambil memandangi wajah pucat Jung so, “Ya sudah, kamu jaga dia saja, biar aku yang meneruskannya sendiri” kata Kangin yang kemudian kembali keacara amal untuk mendocumentasikannya.

Aku memandanginya terus, memandangi wajah Jung so. Wajahnya sungguh terlihat sangat lelah dan pucat. Aku mengambil handuk kecil untuk menyeka keringat yang ada didahinya. Dia sungguh lelah pikirku. Aku terus ada disampingnya dan tanpa sadar aku tertidur, disamping tempat tidur. “Hah,, Kemana Seunbae?” ucapku saat terbangun, aku tak melihat Jung so di tempat tidur, apa dia sudah sadar. Aku keluar dari ruang kesehatan, niatnya mau meneruskan tugas ku menjadi juru foto, tapi ternyata acaranya sudah selesai,akhirnya aku menuju parkiran untuk mengambil mobil ku.

Saat diparkiran aku melihat seseorang berbaju putih duduk tertunduk disamping mobil yang juga berwarna putih. “Kau tidak apa-apa?” Tanya ku sambil menyentuh pundaknya, “Tidak apa-apa” sautnya dengan kepala yang masih tertunduk, “Kamu yakin tidak apa-apa” Tanya ku lagi, “Iya” jawabnya dan menatapku tajam. Aku kaget, ternyata Jung so. “Maaf ya Seunbae” kata ku dan meninggalkannya, namun baru beberapa langkah aku berjalan dia berdiri dan memelukku. “Seunbae, kau kenapa?” ucapku dipelukkannya, kenapa hal ini terjadi lagi pikirku, namun dia hanya diam, dan entah mengapa aku membiarkannya memelukku. Saat ini aku merasakan kerapuhan dari Jung so. Seperti sebelumnya tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, setelah memelukku dia pergi begitu saja meninggalkanku. Sungguh aneh, sebenarnya ada apa dengannya?.

***

“Aku dengar bulan depan akan ada perlombaan dan kampus kita akan ikut perlombaan itu, dan sepertinya akan ada seleksi pemain hari ini” ucap Donghae padaku saat sedang siap-siap latihan, “Yang benar Hae? Huuah aku harus masuk tim inti” kata ku bersemangat, “Jangan harap bisa masuk dengan mudah” kata Donghae lagi, “Memang kenapa?” tanyaku, “Karna yang ikut menilai kita bisa masuk atau tidak itu Siwon dan Jung so, nanti mereka yang memberikan nama-namanya pada pelatih, baru pelatih yang menseleksi nama-nama yang mereka kasih “, “Apa .. jadi sama aja dua kali penyeleksian” kataku kaget mendengar ucapan Donghae. Aah bisa gawat kalo begini urusannya, Jung so itu kan tidak suka dengan ku, dia selalu saja meremehkanku, dia pasti tidak akan meluluskanku.

“Semuanya harap berkumpul “ ucap Jung so di tengah lapangan. “Hari ini akan ada penyeleksian awal untuk siapa saja yang akan masuk tim inti, untuk pertadingan yang akan diadakan bulan depan, jadi semuanya harap siap-siap. Sekarang silahkan latihan sendiri, satu jam lagi seleksinya akan dimulai” ucapnya panjang lebar. “Hyun B, yang santai saja, kamu pasti masuk tim inti” ucap Donghae memberikanku semangat, “Iya, aku tau” jawab ku sambil menDribble bola di tempat.

Satu jam waktu yang diberikan sang Maneger itu telah selesai, dan sekarang waktunya untuk seleksi pemain. Aku sungguh tegang, padahal sebelum-sebelumnya aku tidak pernah setegang ini, karna sebelumnya aku sudah yakin pasti akan masuk tim inti, tapi kali ini sungguh berbeda. Mungkin ini semua karna Jung so yang menilainya. Siwon menyeleksi pemain pria dan Jung so pemain wanita, kenapa harus dia yang ada dibagian wanita, kenapa bukan Siwon saja. Seleksi yang digunakan oleh Jung so hanyalah menyuruh kami menshooting dari jarak dekat ring sampai jarak yang paling jauh, yang kami bisa memasukkan bola. Saat giliranku tiba, aku makin tegang tapi Donghae menyemangatiku “Hyun B Hwaiting .. “ucapnya menyemangati ku, dan ku balas dengan senyuman. “Apa itu Hyun B”ucap Jung So sinis, dan aku hanya menatapnya tajam. Aku melakukan seleksi ku, dan menurutku, aku berhasil karna aku bisa memasukkan bola dari jarak yang paling jauh dari semua anggota club wanita lainnya, dan aku bangga akan hal itu. Seleksi pun selesai dan Siwon memberitahukan bahwa hasil seleksi hari ini akan diumumkan di latihan berikutnya, sabtu nanti.

***

“Hae, menurutmu apa aku masuk tim inti?” tanyaku pada Donghae. “Pasti, jadi kamu tenang saja Hyun B” ucap Donghae yakin padaku. “Semoga” ucapku lagi. Siwon sudah berjalan menuju lapangan sambil membawa selembar kertas. Dia menyebutkan siapa-siapa saja yang masuk kedalam Tim inti pria, pastinya dia dan Jung so masuk tim inti dan kandidat lainnya yang masuk tim inti adalah, Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun. Saat Siwon menyebutkan nama-nama pemain yang masuk tim inti untuk grup wanita aku sungguh sangat tegang, sudah 3 nama yang dia sebut tapi belum ada diantaranya namaku. Jung So sungguh kejam umpatku dalam hati, namun saat tinggal satu nama, betapa senangnya aku, Siwon menyebutkan nama ku. “ Yang masuk jadi pemain inti yang terakhir adalah Hyun B” ucapnya, “Hyun B, siapa itu?” ucap Eunhyuk bingung. “Aku” ucapku sambil menggangkat tangan, “Namamu Hyun B?” tanyannya lagi. “Nama ku Kim Young Hyun, Hyun B itu panggillan Donghae untukku” jawabku pada Eunhyuk dan sepertinya dia mengerti karna sudah menggangguk-ngangguk. “B nya itu apa Hyun?” Tanya Siwon padaku, “B nya itu Black, karna dia suka sekali dengan warna hitam” kata Donghae, yang kemudian membuat Siwon menggangukkan kepalanya. “Nama yang aneh” ucap Jung so. “Kalau yang ini Jung so White” ucap Eunhyuk sambil merangkul Jung so, “Wah serasi yaa” ucap Eunhyuk lagi.

***

Aku berbaring ditempat tidurku sambil memandangi baju basket hitam nomer 13 itu, dan lagi-lagi aku jadi merasakan kerinduanku pada Yesung, bagaimana kabarnya sekarang. Satu jam aku hanya berputar-putar ditempat tidurku, membuat tempat tidurku berantakan. Bosan hanya dikamar, aku keluar rumah untuk mencari udara segar. Tidak jauh dari rumah aku melihat seseorang yang sangat aku kenal, tapi aku tidak yakin kalau itu benar dirinya, aku mengikutinya, sampai kemudian aku melihatnya dengan jelas, dan ternyata benar dugaan ku itu adalah Yesung, aku baru saja ingin menghampirinya, tapi ada seorang wanita yang menghampirinya dan memelukknya dan kemudian Yesung mencium pipi wanita itu. Aku terdiam melihat kejadian itu, hati ku sakit sekali melihatnya, mungkin wanita itu kekasihnya. Tapi kenapa? Bukankah dia bilang sayang padaku sebelum dia pergi dan kenapa dia tidak menghubungiku padahal dia sudah pulang, begitu banyak pertanyaan dikepalaku. Aku berlari sekuat tenaga, tanpa sadar aku menabrak seseorang “Maaf” ucapku tertunduk dengan air mata yang sudah bercucuran, “Jalan yang bener dong” ucap orang itu kesal, “Maaf, aku minta maaf” kata ku lagi pada orang itu, aku mengangkat kepala ku, ternyata orang yang ku tabrak adalah Jung so. “Kamu kenapa?” Tanya Jung so padaku, aku hanya menggelengkan kepala, “Terus kenapa nangis?” Tanyanya lagi. Aku memeluknya, karna Yesung berjalan kearah ku bersama wanita itu. “Hei apa-apaan ini?” Kata Jung so sambil coba melepaskan pelukkan ku, “Ku mohon seunbae, sebentar saja. Aku hanya ingin menutupi wajahku darinya” ucapku dalam pelukkannya dan sepertinya dia mengerti, dia membiarkanku memelukknya. Yesung merangkul wanita itu mesra dan kemudian mendaratkan kecupan dibibir wanita disebelahnya, sungguh membuat ku sakit hati sampai-sampai rasanya aku tidak bisa bernafas.

“Dia sudah pergi, sekarang kau boleh melepaskanku” ucap Jung So padaku, “Maaf Seunbae, maaf” jawabku dengan kepala tertunduk dan masih menangis. “Maafkan aku” kataku lagi, “Lap ingusmu itu, jorok sekali” katanya ketus sambil memberikanku sapu tangannya yang berwarna putih dan kemudian pergi meninggalkanku.

Aku melangkahkan kakiku lemas menuju rumah, apa benar semua yang kulihat tadi itu Yesung dengan kekasihnya. Ya aku tau, aku memang bukan kekasihnya secara resmi, tapi dia bilang kalau dia menyayangiku, itu sama sajakan. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamarku, aku mengambil baju basket yang selama ini aku pajang dikamar ku dan melemparkannya ke tempat sampah. Sungguh hancur hati ku dengan semuanya ini.

***

Hari ini sebenarnya aku ingin sekali memberitaukan semua yang terjadi semalam pada Donghae, tapi ternyata Donghae sedang sakit jadi dia tidak datang latihan hari ini, jadi aku juga tak ingin membuatnya tambah sakit karna ceritaku. Jadilah aku harus menahan kesedihanku sendiri. Hari ini sebenarnya aku sedang tidak ingin latihan, tapi karna pertandingan sudah semakin dekat aku tidak mungkin tidak ikut latihan, bisa-bisa Jung so mencoret namaku dari barisan pemain inti. Aku mengikuti latihan tanpa ada konsentrasi sama sekali, jadi aku sering sekali kehilangan bola. “Aah” ucapku sambil memegang kepalaku yang baru saja terkena bola basket dan terjatuh, “Bisa main gak sih?” ucap Jung so kejam, aku hanya diam, sungguh tak ada tenaga untuk menyautinya. “Kalo gak bisa main, lebih baik keluar” ucapnya lagi sambil menunjuk keluar lapangan, aku meninggalkan lapangan menuju ruang ganti club. Aku menangis, aku sudah tidak sanggup lagi menahannya. Aku sudah tidak memikirkan akan dicoret atau tidak dari tim inti. Aku menangis sambil memeluk lututku. “Mau sampai kapan kau menangis” kata Jung so, aku sudah mengenali suaranya. Aku masih saja menangis, “Tadinya ku pikir , kau itu cewek yang kuat, tapi ternyata salah. Kau hanya cewek cengeng yang bodoh” ucapnya lagi padaku. “Apa maksudmu?” kata ku kesal. “Iya kau cewek cengeng yang bodoh dan tak bisa apa-apa” ucapnya lagi dengan kejam ,”Aku bisa main basket” kataku sambil menangis, “Apanya yang bisa main. Dari tadi gak ada satu pun bola yang masuk ke ring, bola selalu gampang direbut, dan malah bola yang membuatmu jatuh. Itu yang kau bilang bisa main” Ucapnya sambil menempeleng kepala ku, dia makin membuatku sedih dan kesal. “Aku akan buktikan , kalau aku bisa main basket” kataku dengan emosi padanya, “Jangan Cuma bisa ngomong, buktikan padaku” ucapnya lagi sambil menunjukku. “Nanti saat pertandingan kau harus mencetak 20 point, kurang dari itu kau harus keluar dari tim basket dan akui kalau kau itu gak bisa apa-apa” ucapnya memberikan tantangan padaku lalu pergi, ucapannya makin membuatku sedih dan kacau. Pertandingan hanya tinggal satu minggu, dengan keadaan ku yang sedang kacau ini bagaimana bisa aku konsentrasi bermain, 20 point kalau tidak aku, harus keluar dari club.

Yang lain telah selesai latihan saat aku keluar dari ruang ganti. Aku melangkahkan kakiku ketengah lapangan, mengambil bola dan melemparkannya ke ring dan hasilnya lemparanku tidak masuk, jangankan masuk bahkan tidak sampai. Bagaimana bisa aku menang dari tantangan Jung so kalau seperti ini , aku tertunduk sampai aku mendengar suara bola yang sedang diDribble, “Ingat 20 point, atau keluar” ucap Jung so padaku sambil memasukkan bola. Dia melemparkan bola padaku dan mengajakku untuk main man to man, aku menerimanya. Bola terus ada ditangannya, walupun dengan susah payah aku mencoba merebut darinya tetap tidak bisa, bahkan aku sering terjatuh karna mencoba merebut bola darinya, sungguh menyedihkan diriku saat ini. Jung So melemparkan bola ku , keluar lapangan “Main dengan mu hanya membuang-buang waktuku saja” ucapnya ketus lalu pergi, aku hanya bisa menangis sambil melihat Jung so pergi, aku hanya bisa melihat warna Putih itu makin menjauh dan makin lama, semakin kabur.

“Kenapa bisa sampai pingsan?” kata Heechul Oppa saat aku tersadar, “Aah, memangnya aku kenapa Oppa?” ucapku saat membuka mata, aku tak ingat kalau aku pingsan, yang ku ingat aku sedang ada dilapangan basket. “Kamu pingsan dilapangan basket kampusmu”ucapnya lagi sambil mengkompres kepalaku dengan handuk dingin. “Sudah jam 8 malam, tapi kau belum pulang juga, jadi aku menyusulmu kekampus, dan aku melihatmu tergeletak di lapangan basket” ucap Heechul Oppa cemas padaku. “Ada apa denganmu Hyun”, “Aku tidak apa-apa Oppa “ saut ku padanya, aku tidak ingin membuatnya cemas. “Ya sudah , sekarang kau istirahat saja. Kalau ada apa-apa panggil aku ya” ucap Heechul Oppa sambil membelai lembut kepalaku.

***

“Hyun, ada apa denganmu?” ucap Donghae padaku saat makan siang, aku hanya menggelengkan kepala. Aku tidak mau menceritakan soal Yesung padanya karna hanya akan membuatku makin sakit saja. Aku bersandar pada Donghae dan memejamkan mata “Hae aku tidur sebentar ya” ucapku pada Donghae, “Ya, kau tidur saja Hyun B” sautya sambil menutupi wajahku dengan saputangannya. Rasanya ingin sekali menangis, tapi aku tahan karna aku tidak mau Donghae mencemaskanku, dia itu sudah seperti kakakku, selama ini di sekolah dan sekarang dikampus Donghae selalu menjagaku.

“Hari ini, Siwon menyuruh kita untuk berkumpul di ruangan club, katanya kostum basket kita sudah selesai dan akan dibagikan nanti” kata Donghae padaku saat aku sudah tak lagi bersandar padanya, “Aah iya” jawabku lemah padanya. “Hyun, kamu benar tidak apa-apa?” kata Donghae padaku sambil menatapku, “Belum bisa cerita” kataku sambil menangis, Donghae memelukku. “Kalau mau menangis, seharusnya menangis saja. Gak perlu ditahan. Aku akan tunggu sampai kamu mau cerita” ucap Donghae menenangkanku, dia sungguh mengerti aku, aku melampiaskan kesedihanku dipelukkan Donghae, aku tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikan kami.

Aku dan Donghae berjalan keruangan club, sebenarnya aku sangat tidak ingin datang karna pasti disana ada Jung So, aku tidak ingin bertemu dengannya,namun berkat Donghae aku mau datang. Sampainya diruangan club sudah ada beberapa orang disana diantaranya adalah Jung so. Aku tidak menghiraukannya, aku mengambil posisi duduk dipojok ruangan bersama Donghae.

“Semuanya sudah datang?” ucap Siwon sambil membawa tumpukkan baju basket, “Hari ini aku akan memberikan kostum basket kita, yang akan kita pakai untuk perlombaan minggu depan” ucap Siwon lagi sambil membagikan baju basket itu. Tim pria menggunakan baju basket berwarna hitam dan tim wanita berwarna putih. Aku sudah memegang baju ku berwarna putih dengan nomer 13 dipunggungnya, nomer yang aku pesan pada Siwon saat mendata nomer yang akan digunakan dipunggung. Ini nomer Yesung , nomer yang selalu ada di baju basket Yesung, karna itulah aku memesan nomer ini, tapi sekarang aku sungguh menyesal sudah memesannya.

“Saat pertandingan minggu depan aku harap semua pemain, bermain dengan bagus dan bisa berkonsentrasi penuh pada permainan, jangan ada yang bermain jelek hanya karna masalah pribadi. Karna kita ini tim” Ucap Jung so sambil menatap kearahku, aku paham maksud semua ucapannya itu.

Pertemuan selesai, aku melangkahkan kakiku keperpustakaan, karna aku memerlukan buku yang ada diperpustakaan untuk menyelesaikan tugasku, aku mencari buku yang ku butuhkan secara perlahan. Setelah ku temukan buku yang kucari, aku membacanya di sudut ruang perpustakaan, disini tempat yang paling nyaman yang aku temukan diperpustakaan, tidak lama membaca dan sedikit mencatat isi buku itu aku tertidur ditemani oleh semilir angin. Hari sudah sore saat aku terbangun dari tidurku, aku berjalan keluar perpustakaan, melangkah kelapangan basket berniat untuk sedikit latihan, saat ini suasana kampus sudah sangat sepi, namun langkahku terhenti karna aku melihat Jung so dilapangan sedang berlatih sendirian. Aku memandanginya dari jauh, dia sangat lincah membawa bola dan memasukkannya dengan mudah kedalam ring, kekagumanku muncul lagi padanya, dan tiba-tiba dia melemparkan bola jauh darinya , “Aaaaaaaaahhhh “ Jung So berteriak, ada apa dengannya. Aku semakin mengamatinya, sekarang Jung so duduk tertunduk di lapangan, dia memegangi kepalanya dan sesaat kemudian terlihat menyeka air matanya. Aku berniat mendekatinya, tapi pasti aku akan dimakinya kalau aku mendekat, makanya ku urungkan niatku mendekatinya. Sekarang Jung so sudah merubah posisinya, dia sudah merebahkan tubuhnya dilapangan basket. Apa yang membuatnya terlihat sangat stress seperti ini.

***

“Hai Hyun” sapa Seungwon padaku dengan ramah, dia adalah teman ku di club radio. “Hai” sautku padanya, “Kau sedang sakit ya, kenapa lemas sekali?” ucapnya lagi sambil membereskan tugasnya, “Aku tidak apa-apa kok” sautku sambil mempersiapkan siaranku hari ini. “Kemana Kangin?” ucap Jung so yang tiba-tiba saja sudah ada diruang siaran, “Dia sedang mengikuti rapat gabungan untuk acara tahunan kampus, bukannya Seunbae sendiri yang menyuruhnya menggantikan Seunbae” kata Seungwon pada Jung so, “Aah iya” sautnya pada Seungwon. “Kalau begitu, aku minta bantuan mu saja untuk mencetak file-file ini “ kata Jung so lagi sambil memberikan flashdisk pada Seungwon , “Oke” saut Seungwon. Aku hanya sibuk dengan kertas-kertas dihadapanku dan sesekali membacanya. Jung so duduk dibangku sebelahku, dia sibuk dengan urusannya dimeja sebelahku tanpa memperdulikan adanya aku disampingnya. Aku sesekali memandangnya, aku teringat dengan kejadian dilapangan basket kemarin, “Jangan memandangiku terus” ucapnya sambil membaca susunan siaran hari ini, dan aku kaget karna dia menyadari kalau aku sedang memperhatikannya. Siaran dimulai dan semuanya berjalan dengan lancar seperti biasa. Jung so dengan baik melakukan siarannya, dia memang sangat pintar pikirku. Semua yang dikerjakannya berhasil baik. Pakaian yang kami gunakan hari ini untuk siaran sungguh sangat memperlihatkan perbedaan yang mencolok, aku mengunakan celana levis hitam, kaos hitam dan jaket hitam dengan garis putih tipis, sedangkan Jung so sudah seperti malaikat yang turun dikampus, karna dari atas sampai bawah semuanya berwarna putih. Dia benar-benar Jung sowhite.

Hari ini aku tidak membawa mobilku karna aku sedang malas mengendarainya, jadi aku naik bus untuk pulang, aku menunggu bus dihalte sambil mendengarkan lagu dari Mp4 ku, dan 5 menit kemudian bus ku datang. Aku duduk dibangku belakang bus yang hanya diisi dengan sedikit penumpang saat ini. Kenanganku akan Yesung muncul lagi karna dulu pulang sekolah kami sering naik bus bersama, air mataku menetes lagi, masih sakit rasanya hatiku dengan apa yang aku lihat waktu itu, Yesung bersama wanita lain dan menciumnya. Sungguh menyakitkan untukku.

Sesampainya dirumah aku melihat Heechul Oppa sedang asik bermain Ps, hari ini hari liburnya jadi dia pasti bermain Ps dirumah. Sudah seperti anak TK yang asik bermain ayunan saja ekspresi Oppa ku Heechul kalau sedang bermain PS. “Hyun, kau sudah makan?” ucapnya saat menyadari kepulanganku, “Sudah” sautku sambil manuju kamar. “Oppa sudah makan belum?” tanyaku balik padanya, “Belum” sautnya yang masih asik bermain Ps. “Kau mau aku buatkan apa?” tanyaku lagi. “Apa saja yang bisa dimakan” ucapnya padaku. Aku beranjak kedapur kecil yang ada dirumahku, aku membuatkan Oppa ramen, karna hanya itu yang dapat dibuat dengan cepat, dan tak lama remen pun matang, aku menyuguhkannya dihadapan Heechul Oppa. “Silahkan makan” ucapku sambil berlalu darinya. Dari kejauhan aku melihat Heechul Oppa menikmati ramen buatanku.

***

Hari ini perlombaan basket dimulai, sekarang tim basket kampus kami sudah ada dihall tempat diadakannya perlombaan. Tim pria akan bertanding lebih dulu dibandingkan dengan tim wanita. Jadi selama tim pria yang bertanding, tim wanita berperan sebagai pemberi semangat.

“Jung So Hyung kemana, kok belum kelihatan?” Ucap Eunhyuk sambil menyebarkan pandangannya, “Mungkin terjebak macet” ucap wanita manis disampingnya Han Soo gi, dia kekasih Eunhyuk. Dia selalu hadir untuk menyemangati kekasihnya itu, aku sungguh iri. “Tenang saja dia pasti datang” ucap Siwon. Aku memperhatikan sekelilingku, aku takut mengecewakan mereka dengan permainanku hari ini, karna sampai saat ini aku belum sepenuhnya pulih dari sakit hatiku ini dan aku takut akan sangat berpengaruh dengan permainanku, belum lagi dengan tantangan dari Jung so yang 20 point itu, membuatku makin tidak tenang.

5 menit lagi perlombaan dimulai antara tim kami dan tim dari universitas Seoul. “ Maaf aku telat” ucap Jung so yang baru saja datang, sambil mengeluarkan kostum basketnya. Aku kaget saat melihat nomer yang ada dipunggung Jung so. 13, dia menggunakan nomer 13, aku sangat kaget melihat itu dan sesaat otakku teringat Yesung lagi, teringat baju basket yang selama ini aku simpan dirumah. Hatiku menjadi kacau lagi karna melihatnya.

Pertandingan pun dimulai dengan penuh semangat tim kami memasukki lapangan dan dengan penuh keyakinan akan bisa menang tim kami menjalani pertandingan kali ini. Selama permainan berlangsung tim pria kampus terlihat sangat kompak, mereka memperlihatkan team work yang sangat bagus dan dengan mudah mendapatkan point, Jung so terlihat sangat menikmati perannya sebagai pointguard, dia selalu mencari tempat yang nyaman untuk Eunhyuk dan Siwon memberikan bola padanya, dan Kyuhyun dan Donghae memperlihatkan kekompakkan yang bagus dalam bertahan diwilayah dalam. Semua pemain Yang ada ditim wanita berteriak-teriak memberikan semangat untuk para pemain pria yang sedang berjuang. Aku hanya diam dan memperhatikan Jung so dari jauh tapi yang kulihat dimataku itu adalah Yesung yang sedang bemain dilapangan bukannya Jung so. Permainan selesai, untuk babak penyisihan ini tim kampus kami menang dengan selisih yang lumayan jauh.

Tiba saatnya untuk tim wanita yang bertanding, aku sangat tegang, Jung So menatap tajam padaku, dia pasti ingat akan tantangannya yang mengharuskan aku membuat 20 point atau keluar dari tim. “Kau harus santai, bermainlah seperti biasanya” ucap Donghae padaku, “Heechul hyung menontonmu”katanya lagi sambil mengacak-acak rambutku, aku tersenyum padanya, ucapannya sedikit membuatku tenang, Jung so masih memandang tajam padaku dari sudut ruang ganti. Permainan dimulai, aku membawa bola ditanganku masih dengan rasa tegang yang sama seperti sebelumnya, aku melihat kebangku penonton dan disana benar ada Heechul Oppa sedang melihat pertandingan pertamaku membawa nama kampus, aku tidak ingin mengecewakannya. Aku bermain dengan seluruh kemampuanku, aku ingin menunjukkannya pada Jung So kalau aku bukan wanita cenggeng yang bodoh dan tak bisa berbuat apa-apa, aku bisa bermain basket. Namun sampai permainan berakhir, walaupun tim kami menang aku tetap saja merasa kalah, karna aku hanya berhasil menyumbangkan 6 point, dan masih jauh dari target yang Jung so berikan padaku, yaitu 20 point. Aku duduk terdiam dipojok ruang ganti , “Masih kurang 14 point lagi, kalau kau masih mau tetap ada diclub ini“ ucap Jung So saat duduk didepanku. “Aku pasti bisa melakukannya” sautku padanya kesal, “Lakukan sebisamu” ucapnya lagi, menutupi wajahnya dengan haduk putih dan berbaring dibangku. Hampir saja aku menangis karna ucapannya, tapi kalau dia dengar aku menangis dia pasti akan mengejekku wanita cenggeng lagi, jadi lebih baik aku tahan airmataku.

Permainan selanjutnya untuk tim wanita dimulai, sekarang aku sudah lebih agak tenang dibanding pertandingan yang pertama. Pertandingan kedua tim pria berhasil dimenangkan oleh tim kampus kami dengan mudah, karna itu tim kami sudah mengantongi juara ketiga hanya tinggal melihat hasil pertandingan final saja untuk merebut gelar juara tahun ini. Aku dan tim ku bermain dengan santai dan baik, kami berkerja sama dengan baik satu sama lain, kami juga ingin menemani tim pria menjadi juara tahun ini. Tapi aku harus mencapai targetku. 14 lagi point yang harus aku buat agar bisa tetap ada di club dan membuktikan pada Jung so itu bahwa aku tidak seperti yang dia kira. Aku mendengar teriakkan semangat yang Heechul Oppa teriakkan padaku, itu sungguh membuatku bersemangat belum lagi teriakkan dari Donghae dipinggir lapangan itu semua sangat membatuku. Akhirnya pertandingan selesai, tim kami juga melangkah kebabak final, tapi targetku masih kurang 5 point lagi, sungguh sangat membuatku tegang. “Masih 5 lagi” , “Apanya yang 5 lagi?”ucap Donghae padaku, “Aah tidak” sautku yang masih kelelahan.

Tim pria bertanding difinal, mereka bermain dengan penuh percaya diri, mereka percaya akan membawa piala tahun ini kekampus dan hasilnya memang tim kami juara pertama, tapi perjuangan belum berakhir karna tim wanita masih harus bertanding sekali lagi untuk ikut menjadi juara mendampingi tim pria yang sudah menang terlebih dahulu.

“Sepertinya ada yang nomer punggungnya sama” Ucap Eunhyuk, “Aah iya, Jung So Oppa sama Hyun nomernya sama” ucap Soo gi sambil menunjuk Jung so dan aku. “Aah Iya sama” kata Siwon , membuat semua angota tim menyadari kesamaan nomer punggung kami dan memperhatikan kami berdua, “Hanya kebetulan, jadi gak usah dibahas” kata Jung so ketus sambil berbaring dibangku. “Wah warnanya tukeran” kata Eunhyuk lagi, “Tukeran?” kata Soo gi bingung. “Iya , mereka tukeran warna” kata Siwon tertawa, “Iyakan benar. Hyung pakai warnanya Hyun dan Hyun pakai warnanya Hyung” jelas Eunhyuk lagi membuat semua menganggukkan kepala perlahan. “Ahh iya juga, ya” saut Donghae yang baru menyadarinya. Pertandingan final dimulai, aku kembali tagang, sebelum masuk lapangan aku melihat kearah Jung so yang masih berbaring dibangku sambil menutupi wajahnya dengan handuk, aku harus bisa mencapai target yang dia berikan, ucapku dalam hati. Selama pertandingan ini aku harus berusaha keras untuk mencetak point, aku sangat ingin membuktikan padanya kalau aku bisa. Namun konsentrasi ku hilang saat melihat salah satu pemain lawan, aku melihat wanita yang waktu itu bersama Yesung ada dalam barisan pemain lawan, saat ini aku seakan tertimpa batu yang sangat besar, membuatku sakit sekali. Aku memandang kearah para penonton mencari Yesung disana tapi tidak ada, saat aku melihat lagi kearah wanita itu, ternyata Yesung sudah ada dibelakangnya memberikan semangat untuk wanitanya itu. “Itu kan Yesung” Ucap Donghae padaku, aku menahan tangis ku dan tidak menanggapi ucapan Donghae. Aku melihat Donghae menghampiri Yesung dari tengah lapangan.

Permainan dimulai, suara penonton yang riuh di dalam Hall tak terdengar sama sekali oleh ku, yang kurasa tempat ini sangat sepi. Konsentrasi sudah sepenuhnya hilang dariku, aku melihat Yesung mengarahkan pandangannya padaku, sungguh membuatku makin sakit hati. Permainanku sungguh kacau, aku tidak bisa mencetak point dengan keadaan seperti ini, jadi aku hanya mengoper bola pada temanku. Untungnya jeleknya permainanku tidak berdampak besar pada tim ku, dan akhirnya tim kami juga memenangkan pertandingan. Aku langsung berlari keluar Hall tanpa mengambil tasku yang masih ada diruang ganti. Aku menangis sekuat tenagaku di pojok taman kecil yang ada disekitar Hall.

“Hyun’a maafkan aku” ucap seseorang dari belakangku, aku membalikkan tubuhku dan mendapati Yesung yang ada dibelakangku,”Untuk apa?”sautku, “Karna gak pernah menghubungiku atau karna wanita itu?” ucapku marah padanya. “Ya untuk semua itu, aku minta maaf” ucapnya lagi sambil mencoba untuk memelukku namun aku menepis tangannya. “Aku udah gak butuh Oppa lagi” ucapku dingin padanya. Yesung hanya diam dan kemudian pergi meninggalkanku. Aku memandangi punggungnya yang semakin lama, semakin jauh. Aku sungguh terpukul akan semuanya, aku kembali masuk ke dalam Hall dan menuju ruang ganti, untuk mengambil tasku yang masih ada didalam.

Aku berjalan dengan lemas menuju ruang ganti, sesampainya diruang ganti semuanya sudah tidak ada, aku juga tidak dapat melihat tasku, mungkin sudah ada yang membawanya pikirku. “Masih kurang 5 lagi, jadi kau harus keluar club” ucap Jung so yang sudah ada dibelakangku, “Iya aku akan keluar” ucapku lemah padanya, “Jadi hanya segitu saja kemampuanmu, cewek cenggeng” kata-katanya membuatku makin hancur. “Main denganku, kalau kau bisa mencetak kekurangan pointmu, aku akan biarkan kau tetap di club” ucapnya lagi dan melemparkan bola padaku, yang kemudian berjalan menuju lapangan. Aku mengikuti langkahnya dengan perlahan sambil menahan sedih yang sudah sangat menggejolak didalam hatiku.

Kami bermain man to man lagi, sama seperti waktu itu aku hanya dipecundangi olehnya, semua usahaku merebut bola darinya nihil tak ada hasil, dia dengan mudah mencetak point. Bola ada padaku dan aku membuangnya keluar lapangan, membuatnya menatapku dingin. “Aku gak perduli lagi, mau dikeluarkan atau tidak dari club, aku gak perduli” ucapku sambil menangis, aku sudah tidak sanggup lagi menahannya. Jung so melangkah mendekat padaku, “Aku sudah gak perduli” kataku lagi. “Terserah kau mau bilang aku cewek cenggeng bodoh yang tak bisa apa-apa, atau yang lainnya, itu terserah padamu” ucapku mengeluarkan kekesalanku. Jung So menempeleng kepalaku “Dasar cewek bodoh” ucapnya dan kemudian mendaratkan ciuman hangat dibibirku, aku hanya diam dan dia memelukku erat masih sambil menciumku.

Jung so mengantarkanku pulang, aku masih tidak menyangka apa yang sudah dia perbuat tadi padaku. Selama diperjalanan Jung so pun tidak mengatakan apapun, dia hanya berkonsentrasi pada jalan. “Sudah sampai” ucapnya padaku saat sudah ada didepan rumah. “Terimakasih sudah diantar” sautku dan kemudian dia langsung pergi. Aku sungguh tidak mengerti dengan semua yang terjadi padaku hari ini, semuanya membuatku bingung. Yesung yang tiba-tiba hadir dan minta maaf padaku atas semuanya dan Jung so yang tadi menciumku, sungguh membuat hariku sangat kacau.

“Kau bermain sangat jelek hari ini” ucap Heechul Oppa saat aku masuk rumah, aku hanya diam mendengar ucapannya. “Ada apa denganmu hari ini?” ucap Heechul Oppa lagi padaku, “Tidak ada apa-apa Oppa “ sautku lemah padanya, dia menghampiriku “Aku ini kakakmu Hyun” ucapnya sambil memegang pundakku, “Iya Oppa aku tau, tapi tidak semuanya aku bisa ceritakan padamu” ucapku sambil menangis, “Aku mau sendiri Oppa” kataku lagi.

***

“Kemarin itu Yesung … “’ ucap Donghae terputus, “Aku sudah tidak mau tau lagi Hae. Aku tak perduli lagi dengannya” ucapku pada Donghae saat menemaniku di perpustakaan. “Aku sudah selesai, aku ada urusan di club radio”. Aku pergi meninggalkan Donghae diperpustakaan dan menuju ruang siaran, aku tau tempat itu sepi hari ini karna tidak ada kegiatan apapun hari ini. Aku masuk ruang siaran dengan kunci yang diberikan oleh Kangin padaku. Aku menempatkan diriku diantara lemari yang berjajar dan aku menangis, akhir-akhir ini airmataku selalu saja mudah keluar begitu saja. Aku menangis sampai terisak-isak, “Berisik” ucap seseorang dari ruang siaran disebelahku, aku menyeka airmataku dengan cepat, “Kau menggangu tidurku” ucap Jung so saat sudah ada dihadapanku, “Kau itu hobby nangis ya?, kerjaanmu hanya menangis saja” ucapnya pedas padaku, membuatku menangis lagi. “Kau tidak punya perasaan” ucap ku pelan, “Iya aku memang tidak punya perasaan, terus kenapa” sautnya kesal padaku, “Maaf sudah menganggu tidurmu” ucapku sambil mengambil tas ku dan pergi, dia berjalan mendahuluiku dan menutup pintu dengan cepat. “Kenapa kau sebodoh itu” ucapnya padaku, jarak kami sangat dekat. “Iya aku memang bodoh, terus kenapa” ucapku membalikkan perkataannya, “Jangan pernah membalikkan perkataanku”, “Kenapa? Kenapa tidak boleh” jawabku dengan airmata yang masih belum berhenti. “Kenapa kau selalu saja membuat perasaanku tambah kacau, selalu berbicara kasar padaku. Gak bisa kau bersikap baik padaku?” kataku mencurahkan perasaanku atas sikapnya selama ini padaku. Dia memelukku, aku memukulinya tapi dia hanya diam dan terus memelukku dan akhirnya aku memelukknya juga, membenamkan kepalaku dipelukkannya. “Jangan terus-terusan jadi cewek bodoh, dia itu tidak pantas untukmu dan jangan seperti ini karna seseorang yang tidak pantas untukmu” ucapannya sambil memelukku, aku hanya menggangukkan kepala.

Aku dan Jung so duduk diruang siaran berdua, dia merapikan tempat untuk dia tidur, dia tidak mengatakan apapun dari tadi hanya sibuk sendiri, aku hanya bisa memandanginya saja. “Aku mau tidur, kalau kau mau disini jangan berisik, kalau berisik keluar saja” ucapnya padaku dan memejamkan matanya berbaring ditempat yang sedari tadi dia rapikan hanya untuk tidur. Aku memperhatikannya, dia benar-benar seperti malaikat yang turun dikampus, semua yang dikenakannya berwarna putih, dia sangat mencintai warna putih, sama sepertiku yang sangat mencintai warna hitam. Aku mengamatinya yang sedang tidur, aku merasa dia sangat manis saat tertidur dan tanpa sadar aku tersenyum. “Jangan memandangiku sambil tersenyum, nanti kau bisa jatuh cinta padaku” ucapnya yang kemudian terbangun, “Tidak akan” kataku menimpali perkataannya. “Bagus kalau begitu, karna aku tidak suka dengan cewek cenggeng” ucapnya lagi padaku.

***

“Donghae, ayo cepat nanti kita terlambat. Jung so akan memarahi kita nanti kalau telat” teriakku pada Donghae, “Iya, sebentar” ucapnya, “Kau duluan saja, nanti aku menyusul”ucapnya lagi padaku. Aku meninggalkannya dan berlari menuju lapangan basket, setelah tantangan yang diberikan Jung so waktu itu aku masih diijinkan olehnya berada di club, entah apa yang membuatnya merubah pikirannya itu, tapi yang pasti aku senang masih bisa bermain basket dikampus.

“Minggu depan kita akan ada acara holiday bersama ke pantai dan kita akan menginap untuk beberapa hari disana, karna anggarannya sudah disetujui oleh pihak kampus, dan itu semua berkat Maneger kita Park Jung so “ ucap Siwon pada semua anggota club sebelum memulai latihan, semuanya bergembira dan mengucapkan terimaksaih pada Jung so, aku menghampirinya “Apa yang Seunbae katakan pada pihak kampus sampai, dananya dicairkan” bisikku pada Jung so saat menghampirinya diruangan ganti, “Kau mau tau” sautnya, aku menganggukkan kepala, dan dia mendekatkan wajahnya padaku sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya, “Ini yang aku katakan” ucapnya yang kemudian malah menciumku, refleks aku menamparnya keras “Kau ini apa-apa Seunbae?” Ucapku keras padanya, “Katanya kau ingin tau, jadi aku beritau” ucapnya sambil memegangi pipinya, aku pergi meninggalkannya sendiri diruangan itu, aku mengambil tasku yang ada dipinggir lapangan dan pergi begitu saja. Apa yang ada dipikirannya sampai melakukan hal itu padaku, dia sungguh kelewatan.

***

Akhirnya hari ini aku ikut juga liburan bersama anggota club ku karna Donghae membujukku untuk ikut, aku duduk dibangku depan karna tempat duduk belakang sudah ada Jung so. Aakh aku sungguh kesal melihatnya karna kejadian waktu itu diruang club. Dalam perjalanan aku hanya diam saja, sedangkan yang lainnya sungguh merasa bahagia karna sepanjang jalan mereka terus bernyanyi. Sesampainya divilla, aku merapikan baju-bajuku dilemari dan setelah selesai aku memandangi pemandangan pantai dari teras. Aku melihat Jung so tertidur pulas di bangku panjang yang ada diteras depan, sedangkan yang lainnya sedang asik berlari-lari dipinggir pantai.

Waktu makan malam tiba, aku mengambil posisi duduk tepat disebelah Donghae, kita semua berkumpul disatu meja makan yang cukup besar dan makan malam bersama, aku melihat kearah Jung So, dia benar-benar tidak minta maaf atas ulahnya waktu itu padaku. Aku menghabiskan makananku dan langsung masuk kamar.

“Hyun B, kau tidak mau ikut kami membuat api unggun didepan villa” ucap Donghae saat masuk kekamarku, “Aah aku sedang tidak enak badan Hae, kau saja” ucapku sambil memeluk bantal, “Ya sudah, kau istirahat saja kalau begitu” ucapnya lagi kemudian menutup pintu. Aku bukannya tidak enak badan, tapi sengaja karna aku malas harus melihat Jung so. Aku keluar kamar untuk mengambil air minum, didapur aku bertemu Jung so yang sedang sibuk mencari makanan didalam kulkas. Dia tidak menghiraukan kehadiranku didapur, dia tetap sibuk mencari makanan didalam kulkas dan beranjak pergi setelah mendapatkan makanan. Orang ini sungguh aneh, dan tak berperasaan.

Aku masuk kekamar dan aku melihat binatang yang paling aku takuti didunia, sebenarnya bukan takut tapi geli, ada tikus dikamarku dan sontak membuatku teriak “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”, tikus itu malah berlari kearahku, “Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh”, “Ada apa?” ucap Jung so padaku , “Itu, itu ada itu” ucap ku panik, “Iya ada apa?” saut Jung so lagi, tikus itu mendekat kearah ku, mungkin dia mau keluar jadi dia malah lari kearahku yang ada di dekat pintu, aku langsung loncat ketampat tidur, melihat tingkahku itu Jung so tertawa, baru itu aku melihatnya tertawa lepas seperti itu, “Haaahhhaaa Cuma gara-gara tikus mukamu sampai merah begitu”Ucapnya bahagia sambil menunjuk kearahku, aku langsung menutupi wajahku dengan bantal.

***

Aku berjalan santai menuju supermarket untuk membeli beberapa makanan kecil untuk cemillan dirumah, saat aku melewati taman yang tidak jauh dari rumahku , aku melihat Jung So sedang berbicara dengan seorang wanita yang waktu itu membuat Jung so mengatakan aku ini pacarnya dan tak lama wanita itu pun pergi. Wanita itu terlihat cantik, namun saat wanita itu sudah berada agak jauh , aku melihat Jung so jatuh, aku menghampirinya. “Seunbae tidak apa-apa?” ucapku padanya, dia masih terdiam, “Seunbae kau tidak apa-apa?” ucapku mengulangi perkataanku. “Aku sudah melupakannya, tapi kenapa masih terasa sakit kalau melihatnya” ucapnya padaku, “Aku sudah melupakannya” ucapnya lagi dengan nada yang lebih keras kepadaku, dan sesaat kemudian dia meneteskan air mata, aku tidak percaya melihat airmata keluar darinya, aku hanya diam membatu dihadapannya. “Hyun kau tidak boleh memperlakukanku sama seperti dia memperlakukan aku” ucapnya sambil memegang tanganku, aku bingung dengan maksud perkataannya, “Maksud Seunbae?”, “Kau tidak boleh meninggalkanku hanya karna orang lain yang lebih kaya dariku atau hal lain yang aku tidak punya” ucapnya lagi yang makin membuat aku tak mengerti.

***

Sudah satu tahun berlalu dari kejadian waktu itu ditaman, saat Jung So bilang padaku untuk tidak memperlakukannya sama seperti wanita itu, tapi sikap Jung so kepadaku masih sama saja seperti dulu, dia masih saja bersikap dingin dan selalu berkata ketus padaku. Sejak saat itu aku jadi sering memperhatikannya dan bertengkar dengannya malah membuatku senang, aah mungkinkah aku sudah mulai menyukainya. Aku melangkahkan kakiku menuju ruang siaran, kampus masih terlihat sepi karna memang masih pagi. Aku memasuki ruang siaran dan terkaget karna melihat Jung so sedang tertidur, aku melihat baju yang sama yang dia kenakan kemarin, apa dia menginap disini. Di atas meja aku melihat banyak tumpukkan kertas, mungkin dia habis mengerjakan tugasnya disini semalaman, aku merapikan semua kertas-kertas yang berserakan dimeja dan mengumpulkannya menjadi satu. Aku duduk dan memandanginya dengan baik, memandangi detail wajahnya yang benar-benar terlihat sangat manis waktu tidur,karna saat tertidur dia terlihat seperti anak kecil, aku melihat wajah letihnya lagi, ingin sekali aku menyentuh wajahnya saat tertidur seperti ini. Aku memberanikan diri untuk menyentuh wajahnya, namun dia membuatku kaget karna saat tanganku menyentuh pipinya dia malah memindahkan tanganku kedadanya dan menggenggam tanganku. Aku hanya diam dan terus memandangi wajahnya yang kelelahan itu. “Seunbae menginap disini ya?” ucapku padanya yang masih menutup mata, dia hanya menganggukkan kepalanya perlahan. Aku masih terus memandangi wajahnya dan makin merasa bahwa dia itu benar-benar manis. “Jangan lagi bersandar pada Donghae kalau kau lelah atau sedih” ucapnya tiba-tiba padaku, “Kenapa?” , “Pokoknya jangan” ucapnya lagi masih dengan posisi yang sama seperti sebelumnya, “Memang apa hak Seunbae melarangku, Seunbaekan bukan siapa-siapaku” sautku padanya, “Aah iya aku bukan siapa-siapamu” ucapnya yang kemudian melepaskan genggamannya.

***

Sejak saat itu aku tidak pernah lagi melihat Jung so yang tertidur diruang siaran, padahal aku ingin sekali melihatnya tertidur disana. Aku berjalan menuju lapangan basket karna hari ini ada latihan, saat aku sudah hampir sampai aku melihat Donghae sedang berbicara dengan Yesung, dan mereka berdua menyadari kehadiranku, “Hyun, aku” ucap Yesung padaku, namun aku langsung beranjak pergi darinya yang mulai mendekati aku, “Hyun’a” teriaknya memanggilku, aku berlari semampuku namun dia bisa menghentikanku, “Apa lagi Oppa?” kataku yang sudah menangis, “Aku mau minta maaf atas yang terjadi selama ini” ucapnya padaku, “Aku tidak mencintainya, tapi mencintaimu. Percaya padaku” ucapnya lagi, “Aku mau kau bersamaku lagi Hyun” pintanya padaku, aku masih diam dan hanya menangis. “Dia bukan cewek bodoh yang bisa kau tipu lagi” ucap Jung so yang tiba-tiba ada diantara aku dan Yesung. “Kau siapa? “ ucap Yesung, “Kau masih mau tertipu olehnya?” kata Jung so tanpa menjawab pertanyaan dari Yesung, aku hanya memandangnya sedih, “Hyun, jangan dengarkan dia, aku tidak akan menipumu” ucap Yesung padaku, “Semua terserah padamu” ucap Jung so sambil menatapku dingin seperti biasanya. Aku bingung dengan keadaan ini, kenapa Yesung hadir lagi dihidupku saat aku sudah mulai menyukai orang lain. Jung so pergi meninggalkanku dan Yesung. “Aku sudah tidak bisa Oppa” ucapku pada Yesung sambil melepaskan genggaman tangannya, “Kenapa? Karna orang itu?” ucapnya lagi, “Salah satu alasannya mungkin memang dia, tapi bukan itu” sautku pada Yesung. “Terus apa?”, “Sudah cukup lama aku menunggumu untuk kembali padaku tapi kau tidak pernah datang dan sekarang aku sudah tidak bisa lagi bersamamu Oppa” ucapku sambil mencoba menenangkan diri. Yesung hanya diam mendengar ucapanku padanya, aku meninggalkannya sendiri dilorong kampus dan berlari menuju lapangan basket.

“Jung So Seunbae kemana?” tanyaku pada Siwon sambil menangis saat sudah berada dilapangan basket namun tak bisa menemukannya, “Dia tadi memang disini, tapi sekarang tidak tau kemana, kau kenapa?” ucap Siwon namun aku tak mengiraukannya dan berlari menaiki tangga menuju lantai tiga, ya aku berlari menuju ruang siaran.

Aku sangat berharap dapat menemuinya disana dan benar dugaanku Jung so ada disana, diruang siaran. Dia sedang tertidur ditempat biasa dia tidur selama ini. Tangisku makin pecah, “Kau berisik sekali” ucapnya masih dengan posisi yang sama, aku medekatinya “Kalau aku tidak boleh lagi bersandar pada Donghae saat aku lelah dan sedih, apa aku boleh besandar pada Seunbae” ucapku sambil mengoncangkan badannya, dia hanya diam saja “Seunbae…” teriakku yang benar-benar sudah tidak bisa menahan kesedihanku saat ini. “Aku tidak mau, karna” ucapnya terputus, “Karna apa? Iya aku tau karna aku cewe cenggeng” ucapku padanya , dia masih saja dengan posisinya yang tergeletak dibangku panjang. “Karna kau bodoh” ucapnya dan memelukku, “Tak perlu minta ijin untuk bersandar padaku. Karna aku yang duluan menawarkannya padamu, kau benar-benar bodoh tidak mengerti maksud ucapan dan tingkahku selama ini padamu” ucapnya lagi masih sambil memelukku. “Bukannya Seunbae tidak menyukaiku, makanya selalu saja bersikap dingin padaku” ucapku lagi padanya, “Dasar bodoh, kalau aku tidak suka padamu, kenapa sampai dua kali aku menciummu” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku. “Aku pikir itu Cuma ulah jahat seunbae padaku”, “Maafkan aku sudah membuatmu salah mengartikan maksudku, tapi yang kemarin itu gak akan semanis yang ini” ucapnya padaku dan mendaratkan ciumannya dibibirku, aku menerima ciummannya dengan air mata yang masih saja mengalir dari mataku dan dia menyekanya dengan tangannya yang masih menciumku, benar katanya yang sekarang ini lebih manis. “Jangan pernah lagi menangis” ucapnya padaku sambil menyeka airmataku, aku menganggukkan kepala. Dia memakaikanku jaketnya yang berwarna putih, “Saranghayo Jung sowhite” ucapku sambil memelukknya, “Sowhite?”ucapnya heran, “Iya Jung sowhite, karna aku Hyun B dan kau Jung Sowhite ku” ucapku menjelaskannya, “Dasar bodoh” ucapnya sambil mengaca-acak rambutku lagi.

-TBC-
*Please don’t copy paste and Re-Upload this FF*

~ by Julz on April 26, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: