See You In Heaven

FF3 - See you in Heaven ver.1

Author : Rahma Julynda
Narator : Leeteuk
Cast :Leeteuk
Hyun (OC)
And All member Super Junior


Saat aku membuka mata dipagi ini dan melihat kalender yang ada disamping tempat tidurku, aku teringat bahwa hari ini tepat satu tahun. Aku bergegas bangun untuk menemuinya hari ini. Aku melangkah dengan lemah kekamar mandi karna semalam aku pulang sudah sangat larut. Selesai mandi aku menuju dapur untuk sekedar mengisi perutku sebelum pergi mengunjunginya, mengunjungi dia yang sangat ku cinta. Dongsaengku yang lain juga ternyata sudah bangun dan sedang lahap menyantap sarapan yang pasti disiapkan lagi oleh Ryeowook, kami beruntung sekali memiliki dia dan Hangeng yang selalu berbaik hati membuatkan makanan untuk kami. “Hyung sudah bangun?”,”Iya”saut ku pelan sambil mencari susu didalam kulkas, “ Hari ini ada jadwal Hyung?” Tanya Donghae lagi padaku yang sedang asik memakan sarapannya, “Hari ini mau ke tempat Hyun” jawabku pelan, dan membuat seisi dapur terdiam dan terasa sunyi. “Memangnya hari ini.. “, “Sudah satu tahun” sautku sebelum Heechul meneruskan pembicaraannya, dan aku rasa membuat member yang lain mengerti. “Hyung, mau aku temani?” ucap Kangin padaku sambil merangkulku, aku menolak tawarannya dengan menggelengkan kepala. “ Aku tidak apa-apa, kalian jangan sampe terlambat buat kegiatan hari ini” kataku karna melihat raut wajah khawatir dari para saengku ini dan melangkahkan kaki menuju kamar untuk mengambil tas dan kunci mobil.

Flashback …
Hari ini perform comebacknya Super Junior di Album baru dan aku merasa lelah sekali, tapi rasa lelahku seakan hilang begitu saja saat melihat wanita ini, wanita yang memberikanku sebotol air minum. Namanya Hyun, cewek yang membuatku lupa akan rasa lelahku hanya dengan melihat senyumnya. Hyun adalah salah satu Crew Super Junior, dia ini beberapa tahun lebih muda dariku bahkan dari Kyuhyun sang Magnae di Super Junior. Bagiku Hyun itu berbeda dari cewek pada umumnya yang terlihat manis dan relative menjaga sikap didepan orang lain, tapi dia tidak. Hyun malah terlihat tidak memperdulikan penilaian orang terhadap sikap dan ulahnya yang terkadang membuatku tertawa geli karna terlihat sangat konyol,dia selalu terlihat ceria setiap hari. Hyun juga terkadang jail,dia pernah mengerjai Kyuhyun dengan mengacak-acak game starcraftnya saat Kyuhyun sedang berada dikamar mandi alhasil membuat Kyuhyun kalah, dan aku pun tidak luput dari aksi jailnya itu.

Aku meminum air yang dia berikan padaku sambil memperhatikannya yang sedang sibuk berkeliling ruangan untuk memberikan member lain air minum. Hyun sangat perhatian pada kami semua, sampai terkadang aku merasa agak kesal kalau dia terlalu perhatian pada yang lain. Aku tidak akan pernah melupakan perhatiannya sewaktu tanganku patah belum lama ini, dia sangat terlihat cemas dengan keadaanku, dia mengintrogasiku kenapa tanganku bisa patah dan setelah aku menceritakan padanya dia langsung diam, lalu kemudian bilang “Leeteuk Oppa harus jaga diri baik-baik, sayangi badan Oppa sendiri” itu yang dia bilang padaku, aku tidak akan melupakan raut wajah cemasnya itu, tidak akan.

Hyun sudah 2 tahun lebih menjadi crew Super Junior, menjalani hari dengan kami. Aku pernah sangat merasa kehilangan dirinya waktu dia libur 2 minggu karna sedang ada ujian, rasanya sepi tidak mendengar suara teriakkannya dan melihatnya mondar-mandir didepanku atau sekedar lari-larian gak jelas. Aku menyadari perasaanku pada Hyun, yang semakin hari makin mengiinginkannya ada didekatku, yang semakin hari makin tidak suka kalau dia sedang memperhatikan member yang lain, tapi aku takut dia tidak merasakan hal yang sama. Selama hampir satu tahun aku menyadari perasaanku ini, aku hanya bisa diam-diam memperhatikannya dari jauh.

Hyun masih sibuk dengan tugasnya sendiri sebagai crew, aku masih memperhatikannya yang sedang kerepotan sendiri mengurus pakaian manggung yang kami pakai barusan, karna dia memang mengurusi kostum kami. Siwon dan Donghae menghampirinya dan membantunya yang sepertinya membuat Hyun senang karna dia langsung tersenyum lebar. Kami semua sudah menganggap Hyun seperti adik sendiri jadi kami perduli dengannya, pernah suatu saat Hyun kebingungan akan tugasnya yang belum selesai dan terlihat sangat stress, karna tidak tega padanya yang sudah menunjukkan muka minta tolong, akhirnya Kyuhyun dan Kibum membantunya menyelesaikan tugasnya dan gak ketinggalan Donghae yang menyemangatinya, Donghae benar-benar menganggap Hyun itu adiknya.

Aku melangkah mendekati Hyun yang masih merapikan pakaian-pakaian yang tadi kami pakai untuk manggung untuk mengajaknya ikut makan bersama dengan yang lainnya, Hyun mengiyakan dengan senyum manisnya itu, senyum yang buatku benar-benar manis. Kami makan bersama direstoran milik Yesung, semuanya terlihat bahagia akan kerja keras kami hari ini, Hyun juga terilhat bahagia karna dia tidak henti-hentinya tersenyum bahkan tertawa geli, aku menikmati keceriaannya sambil ikut tersenyum. Acara makan malam bersama ini pun selesai, sebenarnya aku ingin sekali mengantarkan cewek kecil ini pulang tapi aku takut untuk mengajaknya pulang bersamaku dan akhirnya aku hanya bisa melihatnya pulang sendirian.

***

Hari ini aku sedang tidak ada kegiatan apa-apa jadi aku hanya berdiam diri didoorm saja bersama dengan Hangeng, Kyuhyun dan Ryeowook. Tak lama Donghae pulang dan membawa Hyun dibelakangnya, bahagia sekali bisa melihatnya hari ini. Kyuhyun menyuruh Hyun untuk membuatkannya ramen, Hyun walaupun dengan malas-malasan tetap membuatkan ramen untuk Kyuhyun, malah untuk yang lainnya juga. Aku menemaninya membuat ramen didapur sambil ngobrol, aku menanyakan apa dia sudah punya pacar atau belum dan jawabannya sangat membuatku lega karna dia bilang belum punya refleks aku tersenyum mendengarnya, tiba-tiba Hyun bilang “ Oppa suka padaku yaa” ucapnya sambil menggodaku. Aaah bagaimana anak ini tau kalau aku suka padanya, apa kelihatan kalau aku suka padanya, “ Hyun’a pabo gak mungkinlah Oppa suka sama Hyun” katanya lagi padaku, aku memandanginya terpikir ingin mengatakan aku suka, sangat suka dan sayang padamu Hyun. Hampir saja aku mengatakan perasaanku padanya tapi Hyun bilang kalau, aku pasti hanya menganggapnya sebagai adik dan dia juga menganggapku sebagai Oppanya saja, itu sungguh membuatku sedih. Selesai masak Hyun langsung membawa ramen buatannya keruang tamu, dimana semuanya sudah menunggu, aku masuk kekamarku. Aku sedih mengetahui Hyun hanya menganggapku Oppa saja, padahal aku mau lebih dari itu, dan bodohnya aku tidak berani mengataknnya.

Aku hanya diam dikamar sambil mendengar suara tawa dari ruang tamu, aku mendengar suara tawa Hyun. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku, ternyata itu Hyun. Aku mengijinkannya masuk kedalam kamar, dia bertanya kenapa aku tidak ikut berkumpul diruang tamu, bertanya apa karna aku sakit makanya tidak ikut kumpul bersama sambil berbaring disampingku. Aku menjawab pertanyaanya itu sambil memandanginya yang berbaring disampingku, anak ini apa tidak tau kalau aku sangat grogi dengan situasi seperti ini. Tidak lama dia menanyai keadaanku, aku melihatnya sudah tertidur disampingku. Ooh aku tidak sanggup lama-lama dengan keadaan seperti ini, rasanya ingin sekali memeluk cewek kecil yang selalu ceria setiap hari ini, tapi aku menahan keinginanku dengan akal sehat yang masih tersisa padaku saat ini dan hanya memandangi wajah manis cewek kecil ini yang tidur pulas disebelahku. Hari sudah hampir malam aku membangunkan cewek manis yang tidur pulas ditempat tidurku ini, tapi sepertinya dia masih belum puas tidur padahal sudah hampir 2 jam dia tertidur. Aku masih memandanginya yang masih asik tertidur sambil memeluk bantalku, Huaahh seandainya saja aku yang jadi bantalnya bahagia sekali diriku, pikirku nakal. Hyun terbangun, wajahnya yang baru bangun sungguh terlihat lucu, pipinya terlihat chaby. Aku menawarkan untuk mengantarkannya pulang dan dia menyetujuinya sambil masih mencoba membuka matanya yang masih setengah sadar itu.

***

Makin hari sepertinya perasaanku pada Hyun makin bertambah, aku semakin menyanyanginya terbukti aku sangat cemburu melihat Hyun yang sangat memperhatikan Yesung yang sedang kurang enak badan hari ini didoorm, aku hanya bisa memandangi Hyun yang sibuk memperhatikan Yesung. Hyun menyiapkan makanan untuk Yesung didapur bersama Ryeowook, aaah sungguh tidak nyaman dihati melihatnya memperhatikan Yesung, padahal aku tau kalau Hyun itu memang perhatian pada kami semua. “ Oppa kenapa? Lagi kesel ya, mukanya jelek banget ” ucap Hyun padaku saat sudah selesai masak, ingin sekali aku bilang kalau aku memang sedang kesal karna melihatmu begitu perhatian pada Yesung, tapi lagi-lagi semua hanya bisa kutahan. Donghae sepertinya menyadari keanehan tingkahku pada Hyun , “ Leeteuk’ssi kesal ya liat Hyun perhatian sama Yesung hyung? “ kata Donghae padaku membuatku kaget, aku hanya menghindari pertanyaanya dengan langsung masuk kamar. Apa terlihat jelas yaa kecemburuanku barusan? Tapi aku benar-benar kesal.

***

Akhir-akhir ini aku dan member yang lainnya sedang disibukkan dengan jadwal yang sangat padat, karna kami baru saja mengeluarkan album baru jadi banyak kegiatan promo album yang sudah dipersiapkan perusahaan untuk kami. Saat ini aku sudah berada dibackstage bersama dengan Dongsaengku yang lainnya melakukan persiapan untuk perform kami sebentar lagi, padahal dua jam yang lalu aku masih berada ditempat lain menjadi MC dalam sebuah acara dan sekarang aku sedang latihan kecil bersama yang lainnya dibackstage,badanku rasanya lelah sekali. Hyun berjalan mendekatiku dan memberikanku segelas jus strawberry kesukaanku “ Buat Oppaku yang sudah berkerja keras hari ini “ ucapnya manis padaku, ya Hyun memang sedikit banyak tau akan kegiatanku, aku meminum jus pemberiannya, rasanya bahagia sekali saat aku mendapatkan perhatiannya. Aku bersama member Super Junior lainnya naik keatas pangung karna sudah saatnya bagi kami untuk tampil, kami naik keatas pangung dengan ceria seperti biasanya tidak perduli seberapa letih badan kami, kami akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik untuk ELF yang sudah banyak memberikan cinta pada kami (Super Junior) dan aku sangat berterima kasih atas semua itu dan karna itulah kami ingin selalu memberikan yang terbaik untuk mereka para ELF Super Junior.

Akhirnya perform kami malam ini selesai, kami melakukannya dengan baik malam ini, saat berjalan kembali kebackstage aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa lelah yang sudah dari tadi aku tahan, aku colleps. Siwon memapahku kebackstage dan membaringkanku disofa yang ada disana. Aku memejamkan mata sambil mendengar suara-suara yang mengkhawatirkan keadaanku. Aku membuka mata saat Hyun memintaku untuk minum obat, Hyun membantuku bangun dengan tangannya yang kecil itu dan memandangku dengan raut wajah cemas, sungguh rasanya saat ini aku ingin sekali bersandar padanya. Aku memintanya untuk duduk disebelahku, kemudian aku menyandarkan tubuhku padanya, Hyun membelai lembut kepalaku dan lagi-lagi dia bilang padaku untuk menyayangi tubuhku. Aku sangat menikmati saat-saat seperti ini bersamanya, rasanya ingin lebih lama seperti ini dengannya.

Eunhyuk berbaik hati untuk membawa mobilku pulang kedoorm, sedangkan aku pulang dengan fan bersama Manegerku dan Hyun. Aku dan Hyun menempati bangku belakang berdua, entah dapat keberanian dari mana aku mengungkapkan perasaanku selama ini pada Hyun, yang sepertinya membuat Hyun kaget karna dia hanya membatu disampingku. Aku menggenggam tangannya dan mengulangi pernyataan cintaku padanya yang masih saja diam. Aku memintanya untuk memikirkan terlebih dulu sebelum menjawab pernyataan cintaku tadi padanya. Aku turun dari fan karna sudah sampai didoorm, aku meninggalkan Hyun yang masih terlihat kaget dengan perkataanku didalam Fan.

***

Kegiatanku hari ini hanya siaran radio bersama Eunhyuk di Kiss radio nanti malam, jadi sekarang ini aku menggunakan waktu untuk istirahat didoorm. Maneger mengirim Hyun untuk beres-beres didoorm sekalian untuk menjagaku. Aku melihatnya sedang menyapu ruang tamu saat aku menuju dapur untuk minum, dan saat aku berjalan untuk kembali kekamar aku melihat Hyun duduk dilantai ruang tamu dengan raut wajah menahan sakit sambil memegang dadanya, aku menghampirinya dan melihat wajah pucatnya “ Kau sakit? “ kataku sambil memapahnya duduk dibangku. Hyun hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku, dia masih memegangi dadanya, kelihatannya sakit sekali. Aku mengambilkan minum untuknya, Hyun meminumnya pelan. Aku hanya bisa memandanginya yang masih menahan sakit, sampai akhirnya dia mengeluarkan suara dan bilang padaku kalau dia baik-baik saja lalu kembali meneruskan menyapu ruang tamu. Benarkan dia tidak apa-apa, tapi tadi dia terlihat sangat kesakitan. Aku memintanya untuk istirahat dan tidak melakukan apa-apa lagi tapi dia malah tidak mendengarkanku dan tetap melakukan tugasnya untuk bersih-bersih.

Selesai bersih-bersih doorm Hyun membuatkanku makanan dan menyiapkan obat untuk kuminum disamping makananku setelah selesai makan lalu bersiap untuk pulang, aku menahanya untuk pulang dengan alasan memintanya menemaniku makan dan Hyun bersedia menemaniku makan. Selama makan Hyun tidak banyak bicara seperti biasanya mungkin karna dia masih merasakan sakit, atau karna canggung denganku akibat ucapanku yang kemarin. Aku mencoba mencairkan suasana yang kaku ini dengan bertanya tentang kuliahnya, namun Hyun hanya menjawab seperlunya, benar-benar tidak seperti biasanya. “ Kau kenapa? Ada apa denganmu hari ini? “ tanyaku karna merasa Hyun sangat aneh hari ini, namun dia hanya tersenyum manis padaku dan bilang kalau tidak ada apa-apa. “ Hyun’aa Saranghae “ ucapku pelan padanya membuatnya memandangku, aku menggenggam tangannya sambil menatap wajahnya kemudian mengulangi perkataanku barusan padanya. Hyun bertanya alasanku menyukainya, apa yang membuatku menyukainya. Aku juga sebenarnya tidak tau apa yang membuatku menyukai dan menyayanginya mungkin karna perhatiannya padaku yang membuatku semakin lama semakin menginginkannya untuk terus ada disampingku. “ Aku gak mungkin bisa sama Oppa karna “ ucapnya terputus, aku menanyakan alasannya mengatakan itu dan mendengar alasan yang menurutku tidak masuk akal, karna dia bilang kalau dia itu tidak pantas untukku, sungguh alasan yang konyol bagiku, apa yang membuatnya tidak pantas untukku. Aku meyakinkannya bahwa anggapnya itu salah, dia pantas untukku dan tidak ada hal yang membuatnya tidak pantas untuk menjadi kekasihku. Aku memeluknya, aku sudah tidak tahan lagi untuk melakukan hal ini. Aku memintanya untuk selalu ada disampingku dan menjadi penyemangatku dan sekali lagi dia merendah padaku, bilang bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa untukku dan pacaran dengannya hanya akan membuatku malu karna dia cewek jelek yang tidak punya keahlian apa-apa. Aku terus meyakinkannya, meyakinkan bahwa aku hanya butuh rasa sayang dan perhatiannya, aku tidak akan pernah malu memiliki dia sebagai kekasih dan menolak ucapnya yang bilang dia tidak punya keahlian “ Keahlianmu adalah bisa membuatku bahagia “ kataku meyakinkannya, menunjukkan pentingnya dia untukku saat ini dan mungkin selamanya. Hyun hanya mandangiku dengan tatapan lembut, “ Aku gak mau hanya kau anggap sebagai Oppa, aku mau yang lebih dari itu. Karna aku tidak menganggapmu adikku, tapi wanita yang aku cinta “ kataku lagi masih mencoba meyakinkannya, “ Tapi aku gak bisa selamanya ada buat Oppa, aku gak bisa “ sautnya pelan padaku dan kemudian meneteskan airmata. “ Kalau itu hanya alasanmu aku hanya butuh kau berada disampingku selama mungkin kau bisa, jadi tidak ada alasan lagikan “ jawabku padanya sambil menyeka airmatanya, “ Hyun, Jeongmal Saranghae “ kataku lagi padanya , “ naddo Oppa “ sautnya padaku pelan, sungguh membuatku bahagia.

Aku mengajak Hyun bersamaku ke Kiss radio untuk menemaniku siaran hari ini. Sampai disana aku memeritaukan pada Eunhyuk tentang hubunganku dengan Hyun, aku sungguh tidak bisa menutupi rasa bahagiaku bisa memilikinya sekarang ini, Eunhyuk tersenyum lebar padaku sambil memberikan selamat, dia bilang padaku bahwa akhirnya aku berani mengatakannya pada Hyun, yaa selama ini aku cerita padanya tentang perasaanku pada Hyun. Aku menjalani siaranku bersama Eunhyuk dengan rasa bahagia yang menyelimutiku sambil sesekali aku memandangi wanitaku yang ada diluar. Huaahh aku benar-benar bahagia, Jeongmal Haengbok. Selesai siaran aku mengantarkan Hyun pulang kerumahnya, aku sungguh menantikan hari esok supaya bisa bertemu lagi dengannya, padahal baru saja aku mengantarkannya pulang tapi aku sudah ingin bertemu lagi dengannya, aku benar-benar mencintainya, Hyun’aa saranghae.

***

Enam bulan berlalu, saat-saat menyenangkan bersama Hyun berlalu dengan cepat. Kebahagiaan terus menghampiriku semenjak Hyun berada disampingku sebagai kekasihku. Semakin hari rasa cinta padanya tidak bisa dibendung lagi, aku berharap tidak akan ada yang mengambil kebahagiaan ini dariku untuk selamanya.

Sekarang ini aku seperti biasa menjalani latihan dance bersama member Super Junior yang lainnya, para Dongsaengku ini sudah mengetahui hubunganku dengan Hyun secara cepat, karna Eunhyuk langsung mengumumkannya pada yang lain tak lama dari waktu aku memberitaukannya, dan para dongsaengku itu ternyata memang sudah menyadari perasaanku pada Hyun , apa benar sangat terlihat rasa sayangku padanya, aku jadi malu karna ternyata mereka menyadarinya. Aku memandangi pintu masuk, menunggu Hyun datang tapi sampai latihan selesai dia tidak juga muncul ditempat latihan. Aku menelepon ke HP nya namun tidak ada jawaban, aku memutuskan menuju kerumahnya sehabis latihan untuk melihat keadaanya.

Aku menuju rumah Hyun ditemani Donghae. Sampai dirumahnya, Yoora yang membukakan pintu untuk kami. Yoora memberitauku kalau Hyun sakit dan sedang istirahat, aku melangkah masuk kekamarnya dan medapatinya yang sedang tertidur dengan wajah pucat, tak lama Hyun bangun. Hyun kaget melihatku ada disamping tempat tidurnya, aku menanyakan keadaannya yang terlihat sangat lemah tapi dia hanya menggeleng sambil tersenyum padaku, “ Penyakitnya kambuh “ kata Yoora pelan, yang cepat-cepat disangkal Hyun, “ Aku tidak apa-apa Oppa, hanya kecapean saja “ , ucapnya padaku. Aku membujuknya untuk kedokter memeriksakan keadaannya tapi Hyun menolak karna menurutnya dia sakit karna kecapen saja. Donghae dan Yoora keluar untuk membelikan makanan dan meninggalkanku bersama Hyun dirumah. Hyun bertanya tentang latihanku hari ini, dan aku menceritakan latihanku hari ini padanya, aku sungguh tidak tega melihat wajah pucatnya. “ Kau benar tidak apa-apa? Kamu pucat sekali “ tanyaku lagi yang masih penasaran dengan keadaannya dan lagi-lagi dia bilang kalau dia tidak apa-apa. Aku ingin sekali menjaganya, tapi tidak mungkin bagiku untuk melakukan itu karna kalau aku menjaganya berarti aku harus menginap, jadi aku meminta Yoora untuk menjaganya.

Sampai dirumah aku tidak merasa tenang dengan keadaan Hyun, entah kenapa perasaanku tidak enak. Sebelum tidur aku meneleponnya tapi sepertinya dia sudah tidur karna dia tidak mengangkat teleponku. Apa benar dia hanya kecapean saja?.

***

Saat ini aku dan para member juga Maneger serta para crew sedang liburan bersama di pulau Jeju, berlibur untuk melapas penat dari pekerjaan. Aku bahagia sekali karna bisa berlibur bersama Hyun di Jeju. Seperti biasa Hyun terilhat sangat ceria, aku bingung dapat dari mana dia energy untuk selalu terlihat seceria itu. Aku memandanginya yang sedang asik bermain dipinggir pantai bersama Donghae, Kyuhyun dan Siwon, menikmati wajah cerianya dari jauh. Aah tuhan terimakasih kau memberikan Hyun untukku, membiarkannya ada disampingku, aku sangat berterima kasih atas semua karuniamu ini.

Waktunya makan malam tiba, kami semua berkumpul dipinggir pantai untuk barbeque. Semuanya tampak bahagia menjalani liburan bersama ini, karna semua terus mengembangkan senyum diwajahnya. Bagiku ini sungguh liburan yang sangat lengkap karna ditemani oleh orang-orang yang penting bagiku. Hyun sibuk membagikan makanan untuk kami semua, manis sekali kekasihku ini pikirku, aku tersenyum memandanginya dan sepertinya Hyun menyadari akan hal itu , “ Oppa senyummu manis sekali “ ucapnya tiba-tiba padaku . Selesai makan selagi yang lainnya ada yang sibuk photo-photo Aku, Hyun, Donghae dan Yesung asik bermain dipinggir pantai sambil lari-larian. Hyun berlari kearahku mencoba menangkapku karna aku menjailinya tapi saat hampir menangkapku Hyun malah terjatuh. Aku menagkap tubuh kecilnya dengan kedua tanganku, membawanya masuk kedalam villa. Hyun pingsan sungguh membuatku sangat cemas, maunya aku langsung membawanya kerumah sakit tapi yang lain menyarankan untuk menunggu 10 menit kalau dalam waktu itu dia masih belum sadar juga baru bawa kerumah sakit. Aku menunggunya sadar disampingnya, memandangi wajahnya yang pucat. Ada apa dengannya padahal dari tadi dia terlihat baik-baik saja, kenapa tiba-tiba dia pingsan seperti ini. Sebelum 10 menit akhirnya Hyun sadar dan memegangi dadanya, dia terlihat sangat kesakitan “ Kau tidak apa-apa? Kenapa bisa pingsan, kau sakit apa? Dadamu sakit? “ ucapku menghujaninya pertanyaan, Hyun mencoba tersenyum padaku sambil menahan sakitnya. Donghae juga ikut menghujani Hyun dengan pertanyaan yang hampir sama denganku, Donghae mencemaskan keadaan Hyun karna buat Donghae, Hyun itu adik Perempuannya. Hyun masih terlihat menahan sakitnya, dia masih memegangi dadanya, “ Kedokter ya “ ajakku padanya, aku tidak tega melihatnya seperti ini tanpa melakukan apa-apa tapi Hyun menolaknya, dia bilang padaku kalau dia tidak suka rumah sakit.

***

Hari ini aku sedang libur, aku memutuskan untuk main kerumah Hyun bersama Eunhyuk dan Yesung yang hari ini juga sedang tidak ada kegiatan. Aku membawakannya es krim, karna wanitaku ini sangat menyukai es krim dan aku pikir dia pasti akan senang sekali aku membawakannya es krim, ternyata dugaanku tepat Hyun sangat senang. “ Gomawo Chagi .. Gomawo .. Dirimu tau saja aku suka sekali dengan ini “ ucapnya terlihat sangat bahagia dengan es krim yang ku bawa, Hyun langsung memakannya dan tidak mengijinkan Eunhyuk untuk mengambil es krim itu darinya, padahal Eunhyuk sudah memintanya, aku tertawa melihat ulah mereka berebutan es krim sedangkan Yesung asik dengan komik-komik yang ada dirumah Hyun. Ide jailku muncul aku melemparkan sesuatu pada Hyun yang sedang rebutan es krim dengan Eunhyuk dan bilang kalau itu tikus, karna Hyun sangat takut dengan tikus tapi katanya bukan takut melainkan geli. Hyun sangat membenci binatang itu, katanya tikus itu makhluk yang tidak tau diri karna muncul dihadapannya, dia menunjukkan ketidak sukaannya pada tikus dengan cara mengumpatnya, benar-benar cewek yang anehkan, tapi aku sangat mencintai cewek aneh ini. Hyun berteriak kesal padaku, wajahnya sudah terlihat ketakutan. Aku menghampirinya dan memeluknya, namun Eunhyuk kembali menakuitinya dengan cara yang sama. Hyun kembali teriak dan kemudian memegangi dadanya terlihat sesak nafas , “ Kau kenapa? “, “ Sakit “ sautnya pelan sambil memegangi dadanya dan tak lama pingsan. Aku membawanya kerumah sakit dengan cepat Eunhyuk mengendarai mobil menuju rumah sakit, kenapa dia bisa pingsan? Sudah dua kali Hyun tiba-tiba pingsan seperti ini, sebenarnya ada apa dengannya.

Sampai dirumah sakit dokter langsung memeriksa keadaan Hyun, aku dan yang lainnya menunggu diluar. Tak lama dokter keluar dan bilang padaku kalau penyakitnya tambah parah, tapi dokter itu tidak memberitaukanku apa penyakit Hyun sebenarnya. Aku masuk kedalam melihat Hyun sudah tersadar, Eunhyuk meminta maaf pada Hyun karna sudah menjailinya sampai membuatnya pingsan, namun Hyun hanya tersenyum pada Eunhyuk dan bilang kalau ini bukan salahnya. “ Aku tidak apa-apa Oppa “ kata Hyun padaku yang sudah sangat mencemaskannya , “ Kata dokter penyakitmu tambah parah, memangnya kau sakit apa? “ tanyaku dan Hyun bilang kalau sakit maagnya tambah parah. Awalnya aku ragu akan ucapannya, tapi dia terus meyakinkanku. Aku benar-benar cemas akan keadaannya, aku sangat takut kehilangannya. Tak lama Hyun memintaku untuk membawanya pulang, karna dia tidak suka dengan suasana rumah sakit, aku mencoba menahannya untuk dirawat tapi dia terus memintaku membawanya pulang, akhirnya aku menuruti ucapannya karna dia bilang sudah tidak apa-apa.

***

Sudah hampir seminggu Hyun tidak menghubungiku, aku juga tidak melihatnya saat sedang manggung padahal biasanya dia orang yang terlihat sibuk mondar-mandir dengan baju-baju yang ada ditanganya. Maneger bilang padaku kalau Hyun ijin, tapi Hyun tidak bilang ijin karna apa. Tidak mungkin dia ijin untuk ujian karna baru bulan kemarin dia ujian. Aku sebenarnya ingin sekali mengunjunginya dirumah tapi belakangan ini aku sangat sibuk jadi hanya bisa menahan kerinduanku pada Hyun dengan memandangi photonya yang ada di Hp ku, aku sungguh merindukan kehadirannya. Ada apa dengannya sampai tidak bisa menghubungiku. Aah Tuhan ada apa dengannya kenapa dia tidak menghubungiku, aku sangat merindukannya Tuhan.

***

Hari ini aku ada waktu beberapa jam sebelum nantinya ada kegiatan lain, aku memacu mobilku menuju rumah Hyun untuk melepas rinduku , saat aku sampai Yoora yang membukakan pintu lagi untukku. Aku menanyakan Hyun padanya tapi Yoora malah menunjukkan wajah sedih padaku, aku bingung melihatnya. “ Kau kenapa terlihat sedih? “ kataku melihat Yoora yang menahan tangis. Yoora menceritakan semuanya padaku, membuatku tidak percaya dengan semua ucapannya, dia bilang kalau Hyun sedang Kritis dirumah sakit karna kangker hati yang dideritanya. Sungguh aku tidak percaya dengan semua ini, benarkan yang Yoora katakan padaku. Jangan bercanda padaku Tuhan, apa-apaan semua ini.

Aku berangkat kerumah sakit dengan ketidak percayaan akan semua yang Yoora katakan soal keadaan Hyun. Jantungku seakan berhenti saat melihat Hyun terbaring lemah diruang ICU lengkap dengan peralatan yang ada pada tubuhnya, benarkah yang ku lihat ini. Benarkah ini Hyun kekasihku yang sangat aku cintai yang sedang berbaring tidak berdaya didepanku. “ Dia tidak ingin Oppa tau tentang Penyakitnya, tidak mau membuat Oppa cemas “ ucap Yoora padaku sambil menangis, aku masih terus memandangi Hyun. “ Jadi selama ini dia “ ucapku yang sudah meneteskan air mata disamping Hyun yang terbaring tak berdaya. Aku ingat ucapannya waktu itu yang bilang kalau dia tidak bisa selamanya disampingku, aku pikir itu hanya alasannya saja tapi ternyata karna ini. Tuhan jangan ambil dia dariku.

Mau tidak mau aku harus menjalani pekerjaanku sampai selesai dengan menahan semua kesedihanku. Selesai melakukan pekerjaanku hari ini aku kembali kerumah sakit. Donghae dan Kyuhyun sudah sampai dirumah sakit saat aku tiba, aku memberitaukan mereka supaya ada yang menjaga Hyun selama aku tidak ada, Donghae memberitaukanku kalau kangker yang diderita Hyun sudah sampai tahap stadium4, kabar itu makin membuatku hancur. Yoora memangilku karna Hyun sudah sadar, aku langsung berlari masuk keruang ICU. “ Maaf Oppa “ ucap Hyun padaku saat aku sudah ada disampingnya, aku tidak kuat melihatnya seperti ini, dia pasti sangat kesakitan. Kenapa kau memberikan penyakit yang begitu parah pada wanita kecil ini Tuhan, kenapa.

Dengan semua rasa sakit yang sedang dia rasakan Hyun masih memberikan senyumannya padaku, aku menangis disampingnya tanpa berbicara apa pun, rasanya sudah tidak sanggup untuk mengatakan apa-apa. Donghae juga sudah menangis dibelakangku dan Kyuhyun mencoba untuk menenangkan Donghae. “ Kenapa menutupinya dariku? “ kataku pelan, Hyun bilang karna tidak ingin membuatku cemas dengan keadaannya itu. Aku menggenggam tangannya sambil memandanginya yang masih saja berusaha untuk tersenyum. Sakit sekali rasanya melihat wanita yang aku cintai terbaring lemah dengan semua peralatan medis yang ada ditubuhnya. “ Aku mau melihatmu tersenyum untukku, bukannya menangis “ ucap Hyun manis padaku tapi aku tidak sanggup untuk tersenyum dengan keadaan seperti ini, “ Please give me you’r smile Oppa “ katanya lagi padaku yang makin membuatku tak kuasa menahan kesedihanku, “ Aku akan tersenyum setiap hari untukmu, makanya kau harus sembuh “ sautku padanya dan dia mengangguk pelan sambil tersenyum.

***

Sudah lima hari Hyun terbaring di ICU dan makin hari keadaannya semakin bertambah parah. Kebahagiaan yang aku kira tidak akan pernah pergi dariku seakan hilang. Sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa orang yang sangat aku cintai tidak lama lagi akan pergi meninggalkanku. Semua usaha untuk menyembuhkannya telah kucoba namun karna kondisinya yang sudah terlalu parah membuat segalanya itu percuma.

Sebenarnya aku tidak ingin menginggalkanya sedetikpun tapi aku harus perform bersama Super Junior malam ini,karna tidak mungkin aku tidak ikut tampil bersama mereka, lagian Hyun juga tidak akan mau aku lebih memilih menemaninya dibandingkan tidak ikut perform bersama Super Junior, jadilah aku hari ini menutupi kesedihanku dengan memberikan wajah palsu ceriaku pada semua orang hanya agar tidak mengecewakan.

Selesai mengisi acara aku langsung bergegas kerumah sakit tempat Hyun dirawat karna Yoora memberitaukan padaku kalau kondisi Hyun makin parah. Sudah tidak tau berapa kecepatan mobilku saat ini karna aku memacunya secepat mungkin. Sampai dirumah sakit aku berlari menuju ICU, entah mengapa rasanya rumah sakit ini terasa sangat besar karna aku merasa sudah lelah berlari tapi belum sampai juga ke ruang ICU. Saat sampai diruang ICU aku melihat Yoora yang menangis didepan pintu, aku melangkah pelan kedalam ruang ICU melihat Hyun yang terbaring lemah. “ Aku sudah datang “ ucapku pelan ditelinganya. Hyun membuka matanya perlahan dan memberikan senyuman manisnya padaku, “ Oppa sudah makan? “ ucapnya yang masih bisa memperhatikanku , aku menganggukkan kepala sambil menahan air mataku. “ Give me you’r smile please “ ucap Hyun pelan padaku, permintaan mudah tapi berat untuk kulakukan sekarang ini. “ I need you’r smile “ ucapnya lagi padaku, aku mencoba tersenyum untuknya. Hyun tersenyum kearahku, aku menggenggam tangannya erat. “ Gomawo “ katanya yang kemudian menutup matanya. Tangisku pecah, berteriak memanggil dokter. Dokter datang untuk mengecek keadaan Hyun, dan ternyata Hyun sudah tidak ada. Aku menangis disamping tubuh kecilnya yang kurus semenjak dia masuk rumah sakit, aku tidak percaya dia telah meninggalkanku untuk selamanya. Aku menangis sambil memeluknya berharap semua ini hanya mimpi burukku dan aku ingin sekali bangun dari mimpi burukku ini, tapi ini adalah kenyataan. Hyun telah pergi selamanya. Para member lain ternyata mengikutiku kerumah sakit dan sekarang mereka sudah berada disampingku mencoba menenangkan kesedihanku sekarang ini, tapi aku sungguh tidak sanggup menerima semua kenyataan ini, Donghae juga sudah menangis disamping Hyun, dia juga merasa terpukul dengan kepergian Hyun.

Aku melihatnya, melihat wanita yang sangat aku cintai pergi dariku, melihatnya diambil olehmu Tuhan. Kenapa kau lakukan ini padaku, mengambil wanitaku ini padahal baru sabentar dia menemaniku. Tega sekali kau merebutnya dariku. Aku masih saja menangis disampingnya, aku berteriak memangil namanya. Eunhyuk memelukku, menenangkanku dipelukkannya. “ Hyun sudah pergi, dia meninggalkanku Hyuk, dia pergi “ ucapku dipelukkan Eunhyuk.

***

Seminggu sudah Hyun meninggal, rasa sedih masih sangat aku rasakan karna kehilangan orang yang sangat aku cintai selama ini. Yoora datang kedoorm untuk memberikanku sebuah surat , katanya ini surat yang Hyun titipkan padanya sebelum dia kritis. Sebenarnya aku tidak sanggup untuk membuka surat ini, aku sangat takut akan kata-kata yang ada didalamnya nanti, namun aku juga penasaran akan isinya.

”Jeongmal Mianhae …
Mianhae karna sudah membuatmu sedih dengan kepergianku.
Mianhae karna telah membuatmu menangis.
Mianhae karna tidak bisa terus ada disampingmu.
Mianhae karna hanya bisa sebentar mencintaimu.
Mianhae sudah merepotkanmu dengan ulahku.
Mianhae karna sering menjailimu.

Chagi aku tau harusnya aku tidak boleh menerima perasaan sayangmu, karna aku tau hidupku sudah tidak akan lama lagi, tapi aku tidak bisa menahan rasa sayangku padamu yang semakin hari semakin serakah ingin memilikimu dan berharap merasakan rasa sayang darimu. Seharusnya aku tidak boleh egois mementingkan perasaanku, karna aku tau akan menyakitimu nantinya dengan kepergianku ini, tapi satu hal yang aku mau kau mengingatnya bahwa mencintaimu adalah hal yang terindah yang pernah aku rasakan. Bisa mencintai dan dicintai olehmu adalah hadiah paling indah yang Tuhan berikan dipenghujung hidupku. Chagiya apa kau sedang menangis sekarang ini? Awas saja kalau kau masih menangis karna aku, aku tidak akan memaafkanmu. Lagi pula wajahmu yang sedih itu sangat terlihat jelek jadi jangan sedih lagi ya. Aku lebih suka melihatmu tersenyum, karna saat tersenyum kau terlihat sangat manis dan tampan. Aku memang sudah tidak bisa memberikanmu perhatian seperti biasanya karna sekarang ini aku sedang sibuk menjadi malaikat, tapi bukan berarti aku sama sekali tidak bisa memperhatikanmu. Aku akan selalu memperhatikanmu dari surga. Chagiya Gomawo sudah mau mencintaiku selama ini, bahagianya bisa mendapatkan kasih sayang darimu. Leeteuk’ssi neomu neomu joayo, Muaccch J”

Dalam suratnya yang terakhir saja aku masih bisa merasakan keceriaannya. Hyun benar-benar wanita yang ceria sampai-sampai selama ini dia bisa menutupi rasa sakitnya itu dariku dan menanggungnya sendiri. Aku sangat mencintainya, dan sebisa mungkin menjalani hidupku dengan baik seperti permintaannya.
Flasback end_

Aku memacu mobil ku dengan kecepatan standard dengan otak yang dipenuhi banyangan Hyun yang akan aku temui sebentar lagi, saat melihat toko bunga aku berhenti sejenak untuk membelikannya bunga, aku memilih bunga lili yang berwarna putih untuk aku berikan padanya nanti.

Aku sudah sampai ditempatnya. Apa kabarmu hari ini? Apa kau masih sibuk dengan tugas malaikatmu? Apa kau benar-benar memperhatikanku diatas sana?. Hari ini aku datang mengunjungimu, apa kau ada disini bersamaku sekarang?, kalau iya aku mau bilang kalau aku merindukanmu Hyun, apa kau juga merindukanku?. Maafkan aku yang kadang tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk tidak menangis tapi aku sungguh kehilangan dirimu disampingku. Aku ingin kau menjailliku lagi, aku ingin kau membuatkan ramen lagi untukku, aku ingin kau memarahiku yang selalu tidur larut malam, aku ingin mendengar teriakkanmu saat aku menjaillimu, aku ingin melihatmu mondar-mandir didepanku, aku ingin mendengar kau bilang sayang lagi padaku. Aku merindukan semua itu darimu Hyun, aku sangat merindukannya. Aku menaruh bunga lili putih ini dimakamnya, ditempatnya beristirahat untuk selamanya, saat aku membalikkan badanku ternyata mereka juga ada disini, para dongsaengku di Super Junior, mereka ternyata datang. Donghae menangis dipelukkanku, bilang padaku kalau dia juga merindukan Hyun sama sepertiku. Hyun tidak akan suka kau menangis karnanya, jadi jangan menangis ya, ucapku pada Donghae sambil tersenyum. Hyun aku tersenyum, apa kau melihatnya? Kau melihat senyumku yang manis ini, senyuman ku ini untukmu Sayang.

“Untukmu yang sudah memberikan banyak kebahagiaan padaku ..
Untukmu yang sudah memberikan rasa sayang yang tulus padaku ..
Untukmu yang sudah memberikan cinta yang indah padaku ..
Untukmu yang sudah memberikan banyak kenangan manis padaku ..
Aku hanya bisa mengucapkan TERIMA KASIH atas apa yang telah kau berikan selama ini padaku ,, aku akan membalas semua itu ,, membalas semua yang kau berikan padaku nanti saat kita bertemu lagi di surga, aku tidak akan pernah melupakanmu karna itu tunggu aku disana. Hyun’aa See you in Haeven. “

-The END-
*Please don’t copy paste and Re-Upload this FF*

~ by Julz on April 26, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: