Wait for me

FF14 - Wait for me

Author : Rahma Julynda ( RJulynda)
Cast : Leeteuk (Super Junior) – Kim Young Hyun (OC)

Cuaca sedang dingin karena angin kencang yang bertiup untuk menyambut datangnya hujan yang sepertinya akan turun dengan deras, seorang gadis berdiri dengan bersandar pada sebuah tiang yang tidak jauh dari halte bis, raut wajahnya menunjukkan kalau dia sudah lama menunggu di tempatnya berdiri.

15 menit berlalu, sudah ke-enam kalinya gadis itu melihat jam ditangannya. Dari jauh terdengar suara langkah kaki yang sedang berlari membuat gadis itu menoleh kearah suara tersebut. “ Oppa terlambat lagi “ ucap gadis itu dan meninggalkan pria yang nafasnya terengah-engah sehabis berlari, dia berjalan meninggalkan pria itu tanpa menghiraukan panggilan dari pria tersebut.

Dengan nafasnya yang masih belum stabil pria itu mencoba menghampiri gadisnya, “ Mianhae, aku ,, “, “ Sudahlah, tak apa “ ucap gadis itu, dia tidak melihat wajah pria yang berada disampingnya, wajah yang sudah menunjukkan ekspresi bersalah disampingnya.

Mereka berjalan beriringan tanpa ada pembicaraan di antara mereka, wajah sang pria sudah sangat lelah dan sesekali terlihat ingin mengucapkan sesuatu pada gadis disampingnya itu namun tak ada yang ia ucapkan, dia hanya menemani langkah gadisnya itu dengan mulut tertutup.

Sampai di depan sebuah rumah dan mereka menghentikan langkahnya, “ Gomawo, hati-hati dijalan “ gadis itu masuk ke dalam rumah dan meniggalkan pria yang sedari tadi memasang wajah bersalahnya, “ Selamat malam dan selamat tidur, nanti aku akan menelephone mu “ gadis itu hanya membalas dengan anggukkan kepala dan kemudian melangkah memasukki rumah.

“ Hyun’aa, kau baru pulang ? “,
“ Ne, aku ke kamar yaa “.
Hyun meletakkan tasnya di atas meja belajarnya lalu beralih menuju tempat tidurnya, memeluk bantal dan tak lama menangis.

-RJ-

Hyun telah selesai mandi dan segera membereskan barang-barang bawaannya untuk berangkat ke kampus pagi ini, ia melangkah dengan malas menuju keluar rumah karena kejadian yang dialaminya semalam.

Hyun sempat terhenti saat melihat pria yang semalam ditunggunya sudah berada di depan rumah, berdiri di samping mobil sedan hitam yang terparkir di sana. Pria itu mengulurkan tangannya dan meraih tangan Hyun, membawanya ke dalam pelukkannya,

“ Mianhae Hyun’aa ,, “.
“ Apa Oppa tidak masuk kerja ?”, “ Aku mau mengantarmu dulu, nanti baru berangkat ke kantor “. Sesekali pria itu melihat ke arah Hyun, dia tau untuk kesekian kalinya dia telah membuat gadisnya itu menunggu dan kecewa. Sesekali pria yang duduk di depan kemudi itu menggenggam tangan Hyun dan memandang kearahnya namun Hyun hanya sibuk memandang pemandangan di luar jendela mobil.

“ Kau pulang sore kan ? Oppa akan menjemputmu nanti “,
“ Sudahlah, aku tau Leeteuk oppa banyak pekerjaan. Aku akan pulang sendiri, hati-hati di jalan “

Leeteuk hanya diam mendengar ucapan Hyun padanya lalu hanya bisa melihatnya yang berjalan menjauh dari mobil saat mereka sudah berada di depan gedung kampus, Leeteuk tau ini karena dia sering kali membuat Hyun menunggunya dan malah terkadang membatalkan janji yang dibuatnya.
Leeteuk Message :
“ Aku akan menjemputmu nanti, tunggu aku “

Hyun membaca pesan itu dan membuat air mukanya berubah, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas dan kembali melangkah menuju kelasnya. Di dalam kelas Hyun mencoba berkonsentrasi dengan pelajaran yang sedang berlangsung, membuat catatan kecil dari penjelasan dari sang dosen yang sedang memberikan kuliahnya di dalam kelas, ia mencoba mengeyampingkan perasaannya.

Benar-benar berbeda, tempat ini dan aku kini sungguh sangat berbeda dari 2 tahun yang lalu. Tadinya tak ada hari yang tak ingin aku lewatkan untuk datang ke kampus ini, tak ingin ada yang terlewat. Saat bersaman dengannya di sini membuatku selalu ingin memulai hari dengan cepat untuk segera bertemu. Kini tempat ini tak lagi membuatku ingin cepat memulai hari, kini kebersamaan ku tak bisa terjadi lagi di sini, karena kini dia sudah berbeda tempat denganku, dia sudah memasukki dunia kerjanya dan aku masih harus menyelesaikan kuliah ku, aku merasa sudah kehilangan dirinya.

Hyun telah menyelesaikan kuliahnya sampai sore hari ini dan dia bergegas untuk meninggalkan kampus, dia teringat dengan sms Leeteuk tadi padanya, memintanya untuk menunggu. “ Apa kau akan datang ? “ Hyun berjalan menuju halte bis yang tepat berada di depan gedung kampusnya, walau sebenarnya tidak yakin Leeteuk akan datang untukknya, dia tetap menunggu.

“ Sudahlah, dia tidak akan datang “ ucap Hyun dengan senyumnya yang sedih, dia sudah menunggu hampir setengah jam di halte dan Leeteuk belum juga sampai. Leeteuk manarik tangan Hyun yang sudah beberapa langkah meninggalkan halte, mencegah wanitanya pergi dari sana. “ Aku sudah berusaha secepat mungkin “ ucapnya, Hyun tak mengucapkan apa pun.

“ Kita makan malam dulu yaa, baru Oppa mengantarmu pulang “, “ Ne “ jawab Hyun singkat dan sama seperti tadi pagi Hyun hanya sibuk dengan pemandangan di luar jendela mobil. Leeteuk tau dan sadar akan apa yang membuat wanita yang berada disampingnya saat ini menjadi amat pendiam, berbeda dengan Hyun yang dulu, dia tau sudah sering membuatnya kecewa.

-RJ-

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore dan Leeteuk masih terlihat sibuk dengan laporan-laporan yang berada di atas meja kerjanya saat ini, secara bergantian ia membuka map-map itu dan membacanya kemudian memindahkan data kedalam computer.

Leeteuk duduk bersandar pada kursi di belakang meja kerjanya, pekerjaannya telah selesai hari ini dan saat ini hari sudah malam. Sejak mengajak makan malam Hyun waktu itu mereka berdua tak lagi bertemu, kesibukkan Leeteuk dengan pekerjaannya tak membuatnya memiliki waktu untuk menemui kekasihnya itu.

Leeteuk melihat layar ponselnya, tak ada panggilan masuk dan sms dari orang yang dia harapkan, Hyun. Dia meletakkan kembali ponselnya dan merapikan meja kerjanya sesaat sebelum dia bergegas meninggalkan ruangannya itu untuk pulang ke rumah.

Leeteuk Message :
“ Apa kau tidak merindukanku ? “

Leeteuk akhirnya mengirim sms itu pada Hyun setelah lama melihat layar ponselnya. Dia tak menunggu Hyun membalas sms nya tersebut karena saat ini sudah sangat larut jadi Hyun pasti sudah tertidur, Leeteuk pun merebahkan tubuhnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang telah lelah bekerja seharian penuh.

-RJ-

Ini bukan mau ku, aku tau ada jarak di antara kita saat ini adalah karena aku dan semua kesibukkan ku, percayalah bukan ini yang aku mau. Aku memikirkan kita, sangat memikirkan bagaimana kita dan sudah terlalu merindukan mu di setiap hariku, aku menginginkan mu jauh dari pertama kita memulainya. Aku jadi gila karena rencana ku sendiri, tapi itu semua karena aku sangat menginginkan KITA.

Leeteuk membuka matanya ditengah pagi yang cerah hari ini, dia bangun dari posisi tidurnya dan merasakan pusing dikepalanya, tubuhnya lemah karena kemarin dia lupa untuk makan malam. Leeteuk meraih ponselnya yang berada pada meja yang ada di samping tempat tidurnya.

Hyun Reply :
“ Aku hanya menunggu saat bisa bertemu denganmu. Ne, aku merindukan Oppa “

Leeteuk tersenyum membaca sms Hyun, mengetahui Hyun juga merindukannya membuatnya bersemangat untuk menjalani harinya yang pasti akan melelahkan lagi. Leeteuk memandang foto yang berada di meja samping tempat tidurnya, fotonya bersama dengan Hyun waktu masih kuliah dulu, senyum Hyun sangat manis dalam foto itu membuat Leeteuk menjadi bersemangat saat melihatnya.

“ Odiga ? “,
“ Eumm ,, “
“ Kau belum bangun yaa? “
“ Ne, ini siapa ? ada apa ? “
“ Yaa, kau liat dulu nama di ponselmu “
“ Ne, Leeteuk oppa, wae ? “
“ Ani, hanya ingin mendengar suaramu saja “
“ Oo, o “
“ Bogossipo Hyun’aa “
“ Ne, naddo Oppa “

Leeteuk sudah berada di sini lagi, berada di belakang meja kerjanya dan sudah disuguhkan dengan semua pekerjaan yang telah menanti untuk diselesaikan. Dia memulainya, memulai mengerjakan semua pekerjaannya dan selalu berharap dapat menyelesaikannya dengan cepat agar dia memiliki waktu untuk bertemu dengan Hyun.

“ Bagaimana kabar Leeteuk ? Sudah lama Omma tidak melihatnya “
“ Aku rasa dia baik, tadi pagi dia menelepon ku “
“ Apa kalian baik-baik saja ? “
“ Ne, kami baik “

Hyun menyelesaikan makan siangnya di meja makan, hari ini dia tidak memiliki jadwal kuliah dan hanya berdiam diri di rumah untuk menghabiskan waktu liburnya.

-RJ-

Hari ini tepat dua tahun kebersamaan Leeteuk dan Hyun, dan Leeteuk sudah menyusun rencana untuk merayakannya bersama dengan Hyun malam ini. Sudah sejak pagi Leeteuk terlihat sangat bersemangat dan senang, mungkin karena hari ini dia akan bertemu dengan Hyun, terlebih karena ingin merayakan dua tahun kebersamaan mereka berdua.

Tidak dapat dipungkiri Hyun sangat senang dengan ajakkan Leeteuk untuk merayakan hari jadi mereka berdua malam ini, ia merasa lega karena Leeteuk mengingat hari penting mereka dan mau meluangkan waktunya untuk bertemu dan merayakannya bersama.

Selesai kuliah Hyun bergegas pulang ke rumah untuk melakukan persiapan merayakan hari jadinya bersama dengan Leeteuk malam ini, sesampainya di rumah Hyun sibuk memilih pakaian yang akan dia pakai nanti malam, ia ingin terlihat cantik di depan Leeteuk malam ini.

Hari ini di kantor Leeteuk lebih sibuk dari biasanya, sampai siang ini dia sudah dua kali keluar kantor untuk rapat dengan rekan kerjanya, membahas urusan kerja dan masih akan berlanjut sampai sore. Selesai dengan semua urusan kerjanya di luar kantor Leeteuk kini sibuk dengan semua perjanjian-perjanjian yang dibuatnya tadi saat bertemu dengan rekan kerjanya dengan membuat surat-surat perjanjian.

Malam meyambut dan Hyun sudah bersiap menuju tempat di mana dia dan Leeteuk berencana untuk merayakan hari jadi mereka berdua. Saat sudah dekat dengan waktu yang dijanjikan Hyun berangkat menuju tempat tersebut, sebuah restoran yang sering mereka kunjungi dulu, restoran yang dekat dengan pusat kota.

Senyum Hyun walaupun tertahan masih bisa terlihat diwajahnya kini, dia bahagia hari ini. Dia sudah mengenakan dress putih dengan lekukkan simple di bagian bawah yang terlihat sangat manis dan sederhana.

Sedangkan Leeteuk masih saja berkutat dengan semua perkerjaannya, dia benar-benar sangat sibuk. Telephone di ruangannya tak henti-hentinya berdering, sekretarisnya melaporkan segala urusan yang harus ditanganinya. Leeteuk beranjak dari ruangannya dan bergegas menuju bandara untuk mengejar penerbangan terakhir menuju Jeju, karena besok pagi-pagi dia harus melakukan rapat dengan para investor perusahaan tempat dia bekerja saat ini.

Hyun masih saja menunggu meski jam tak lagi bersedia menunggu datangnya Leeteuk saat ini, sudah hampir jam 11 malam saat ini dan dihadapannya sudah ada 3 gelas jus jeruk yang sudah habis diminumnya untuk menunggu kedatangan Leeteuk. Hyun akhirnya memutuskan pulang saat pelayan restoran tersebut memberitahukan bahwa restoran akan tutup.

Sampai di rumah Hyun langsung menuju kamarnya , duduk di atas tempat tidurnya tanpa melakukan apa pun, hanya diam. Dia memandang foto di atas meja belajarnya, foto yang sama yang di miliki oleh Leeteuk dikamarnya dan Hyun pun menangis.

Hyun Message :
“ Aku tak meminta banyak, aku hanya ingin kau ada waktu untukku. “

Hyun memeluk erat bantal yang ada disampingnya, dia merasa sangat sedih dengan ingkar janjinya Leeteuk kali ini di hari jadi mereka berdua. Hanya bisa menahan tanpa bisa melakukan sesuatu untuk membuat keadaan jadi lebih baik.

Aku menginginkanmu ada di sini denganku, tak perlu yang lain, hanya menginginkan mu. Kebahagiaanku adalah denganmu, bersamamu, aku hanya inginkan itu. Tapi aku tidak ingin memaksamu untuk memenuhi keinginanku, aku akan selalu membebaskanmu tak ingin mengekangmu dengan keinginanku namun aku ingin kamu di sini.

-RJ-

Leeteuk mencoba menghubungi Hyun, terus menerus mencoba meminta maaf atas kesalahannya yang sudah lupa akan janji yang dibuatnya. Leeteuk hanya bisa kesal pada dirinya sendiri tanpa bisa menyalahkan keadaan yang membuatnya harus berada jauh dari Hyun saat ini.

Berkali-kali namun Hyun tidak mengangkat telpone dari Leeteuk, membuatnya mengumpat dan memaki dirinya sendiri, sekali lagi Leeteuk mengingkari janjinya dan kali ini janji pentingnya bersama dengan Hyun, merayakan hari jadi mereka. Mau tidak mau Leeteuk harus menjalani pekerjaannya hari ini walau dengan perasaan yang tidak baik namun semua itu harus dia kesampingkan dulu untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik.

Bentuk mata yang bengkak belum lagi kembali normal namun air mata Hyun tak dapat berhenti karena kesedihannya yang merasa kecewa dengan Leeteuk yang mengingkari janjinya. Hyun masih saja berbaring di tempat tidurnya dan enggan untuk beranjak dari sana untuk pergi kemana pun.

Ponselnya yang sedari tadi berdering tak disentuhnya sama sekali, dia tau benar siapa yang meneleponnya, itu pasti Leeteuk. Kadang Hyun mengerti dengan semua kesibukkan yang Leeteuk harus alami tapi tidak dipungkiri, Hyun juga kadang tak ingin sekali mengerti akan hal itu saat dia benar-benar membutuhkan sosok Leeteuk berada disampingnya, seperti kemarin hari di mana menjadi hari penting mereka berdua dan ternyata Leeteuk membuatnya kecewa lagi dengan ketidak hadirannya dan terlebih Leeteuk tidak memberikan kabar padanya untuk membatalkan pertemuan mereka.

-RJ-

Malam sudah mulai larut saat Leeteuk sudah sampai kembali ke Seoul malam ini, dengan cepat mengunakan taksi Leeteuk menuju rumah Hyun. Setelah setengah jam menempuh perjalanan akhirnya Leeteuk sampai di depan rumah Hyun.

Leeteuk memperhatikan rumah dari luar, sesaat dia tidak tau harus berbuat apa, namun setelah beberapa menit berdiri Leeteuk memutuskan untuk mengetuk pintu rumah tersebut.

“ Annyeong Ahjumaa .. “
“ Ahh, Leeteuk’ssi. Silahkan masuk “
“ Ne, gomawo. Ahjuma, apa Hyun ada ? “
“ Aah, ada. Changkeman ne “

Leeteuk menunggu dengan cemas saat Ibu Hyun menuju kamar untuk memanggil Hyun, dia takut akan sikap Hyun nanti padanya, akan kesalahan yang telah dibuatnya. Dan tak berapa lama Hyun menghampirinya. “ Kita bicara di luar saja “

Leeteuk dan Hyun keluar dari rumah menuju ke sebuah taman yang berada dekat dengan sungai Han. Meski malam sudah semakin larut di sekitar taman masih banyak di lalui orang. Hyun duduk di bangku yang ada di taman tersebut dan Leeteuk ikut duduk disampingnya.

“ Aku sudah tidak bisa lagi, benar-benar sudah tidak bisa “
“ Apa maksudmu tidak bisa ? “
“ Oppa, aku tidak mau lagi membuat pikiranmu tergangu denganku jadi ,, “
“ Jangan katakan lagi, aku tidak mau mendengarnya. Aku minta maaf karena aku lupa dengan hari penting kita, aku benar-benar minta maaf Hyun, ku mohon jangan katakan itu “
“ Ani Oppa, bukan salahmu. Sudahlah ini bukan kesalahan mu, hanya saja saat ini mungkin lebih baik untuk mu lebih berkonsentrasi pada perkerjaan, tanpa harus membaginya dengan memikirkan ku. Aku tak ingin nantinya menuntutmu dengan keinginan ku “

Hyun memberikan senyumannya sebelum meninggalkan Leeteuk di sana, Leeteuk hanya bisa diam ditempatnya melihat Hyun yang berjalan meninggalkannya. Dia tidak tau harus melakukan apa dan harus berbuat apa sekarang, dia tau kalau dia mempertahankan Hyun untuk bersamanya sekarang hanya akan membuatnya semakin terluka dengan kekecewaan yang akan dibuatnya nanti dengan tidak menepati janji, dia tidak mau melukai Hyun lebih jauh lagi.“ Kau bahkan tidak membiarkan ku memelukmu terakhir kalinya, walau hanya sebentar “

-RJ-

Sudah dua bulan sejak perpisahan mereka, perpisahan yang sebenarnya tidak diinginkan keduanya namun terpaksa di lakukan untuk menjaga satu sama lainnya. Hari ini Hyun sedang merasakan kerinduannya pada Leeteuk, kerinduan yang semakin tak tertahankan lagi.

Hyun duduk di bawah pohon dekat dengan kolam ikan yang ada di taman. Tangannya menutupi wajahnya, ia menangis di sana karena tak lagi bisa menahan tangisan dari rasa kerinduannya pada Leeteuk saat ini. Wajahnya sudah terlihat sangat memerah, mungkin karena tangisannya.

“ Kenapa kau tidak menangis dihadapanku, kenapa tidak pernah sekali pun ? kau selalu membuatku seakan tidak pernah menyakitimu padahal aku tahu, bahwa aku sudah sangat sering melakukannya padamu, kenapa tidak pernah mengeluhkannya padaku ? Hyun’aa, kenapa ? “

Leeteuk hanya diam diposisinya, tak ada kekuatan untuknya mendekat ke tempat Hyun berada. Jauh di dalam hatinya dia ingin sekali memeluk wanita yang sudah dibuatnya menangis dan bersedih itu, benar-benar ingin tapi entah mengapa tak dapat dilakukannya.

Leeteuk kembali kekantornya dan kembali bergulat dengan kesibukannya. Entah mengapa hari ini dia ingin sekali melihat Hyun, maka ia mendatangi Hyun di kampus dan ternyata dia melihat Hyun menangis, Hyun tak pernah sekali pun menangis di hadapan Leeteuk dan meilhatnya yang menangis di belakangnya membuat Leeteuk merasa sangat bersalah karena ternyata Hyun menutupi kesedihan darinya dan menahannya sendiri.

Aku hanya ingin melakukan semua ini dengan cepat agar tak lagi menyiksa, aku ingin semua ini selesai dengan cepat karena aku tak sanggup lagi seperti ini, aku sama denganmu tak lagi sanggup dengan keadaan seperti ini. Tunggu aku sedikit lagi, sebentar lagi saja dan aku akan kembali lagi padamu.

-RJ-

Hyun sedang membaca buku pelajaran di atas tempat tidurnya malas sambil ditemani lagu yang megalun dari playlist komputernya. Rasa rindu pada Leeteuk terus saja datang menghampiri kesehariannya namun setelah satu tahun berlalu Hyun sudah bisa mengatasai kerinduannya itu, walau kadang rindu itu tak tertahan dia rasakan.

Leeteuk Message :
“ Bisakah bertemu denganku ? Sore ini aku akan menunggumu di rumah kecil yang sering kita lihat dulu. Aku akan menunggu sampai kau datang, jadi datanglah “

Hyun tidak menyangka hari ini dia akan mendapatkan sms dari Leeteuk lagi setelah sekian lama dia tak mendapatkan kabar darinya. Bertemu, walau Hyun sangat ingin menemuinya tapi dia merasa kalau bertemu dengan Leeteuk bukan hal yang baik saat ini, entahlah mungkin Hyun hanya takut tak lagi bisa melepaskan Leeteuk.

Hyun memandang jam dinding dikamarnya, sekarang sudah jam 3 sore, “ Dia bilang akan menungguku “ Hyun tak yakin dengan hal itu, dia takut akan kecewa lagi dengan janji yang di buat Leeteuk kali ini.

Leeteuk telah berada di depan sebuah rumah yang manis, rumah kecil dengan taman yang lumayan luas didepannya, halaman yang di tanami pohon-pohon membuatnya terlihat cantik. Rumah yang terlihat sederhana namun berkesan cantik, Leeteuk tersenyum dengan sabar dia menanti kedatangan Hyun di sana.

Sudah mulai malam dan Hyun akhirnya memutuskan untuk datang ketempat di mana dia akan bisa bertemu dengan Leeteuk. Walau masih dengan perasaan yang tidak yakin bahwa akan menemui Leeteuk di sana, Hyun tetap pergi, dia hanya ingin memastikannya.

Dia melihat mobil Leeteuk terparkir di depan rumah itu tapi dia tidak melihatnya di sana, baru saja Hyun menoleh dan berniat untuk pergi, tetapi kemudian Leeteuk muncul dari dalam rumah tersebut dan memanggil Hyun.

Leeteuk membawa Hyun masuk ke dalam rumah dan membawanya melihat ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah itu dengan menggenggam tangan Hyun, walau tau Hyun merasa tidak nyaman dengan hal itu namun dia tidak merisaukannya dan terus saja menggenggam tangan Hyun.

“ Untuk apa bertemu di sini ? “
“ Apa kau masih menyukai rumah ini ? “
“ Iya aku masih menyukainya dan Oppa tau itu “

Leeteuk tersenyum mendengarnya, dia merasakan kelegaan mendengar ucapan Hyun padanya, dia masih menyukainya.

“ Apa kau ingat, aku pernah berjanji membeli rumah ini untukmu ? “
“ Ne, aku ingat “
“ Hyun’aa, kembalilah padaku. Aku sudah sangat lelah “

Hyun hanya bisa menatap bingung pada Leeteuk, dia tidak mengerti maksud lelah yang Leeteuk katakan padanya, namun dia tidak mempertanyakannya dan hanya diam.

“ Aku berkerja keras untuk ini, untuk mempersiapkan kita kedepannya karena aku sungguh ingin bersamamu, aku sudah bisa membeli rumah ini untuk kita tinggali nanti dan sekarang aku hanya ingin mendengar jawabanmu untuk mau tinggal bersama denganku di rumah ini “

Leeteuk menggenggam tangan Hyun dengan erat dan kemudian melampiaskan kerinduannya dengan memeluk Hyun, Hyun tak tau harus berkata apa saat ini, dia bingung dengan keadaan sekarang ini.

“ Oppa, apa kau selama ini ?? “
“ Ne, aku bekerja keras untuk semua ini. Bekerja keras untuk mempersiapkan agar bisa hidup bersama denganmu. Tapi aku sungguh minta maaf karena aku sudah melukaimu dengan janji yang sering kali tidak ku tepati dan membuatmu menungguku terlalu lama, maaf dan sekarang aku ingin kembali padamu “

Hyun memeluk Leeteuk, dia sudah tak lagi kuasa menahan hal itu dan pertama kalinya Hyun menangis di depan Leeteuk.

“ Mianhae, sudah membuat Oppa lelah untuk merencanakan semua ini, merencanakan kehidupan kita nantinya, aku benar-benar minta maaf. Harusnya aku tetap berada disamping Oppa dan menyemangati Oppa, tapi aku malah pergi karena tak mau tersakiti lagi, maafkan aku Oppa “
“ Ani, bukan seluruhnya salahmu, aku juga bersalah dan sekarang aku hanya ingin bisa bersamamu, hanya itu “
“ Saranghae Leeteuk Oppa, jeongmal “
“ Naddo , jadi maukah kau tinggal bersamaku di sini ? “
“ Ne, aku mau “

-The END-

*Please don’t copy paste and Re-Upload this FF*

~ by Julz on June 7, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: