Give me your smile

Author : Rahma Julynda (RJulynda31)
Cast : Cho Kyuhyun – Yesung (Super Junior)
Jung Nayoung (OC) – Kim Young Hyun (OC)


Kyuhyun POV

Aku masih saja terbaring dikasur empuk ku yang besar ini, di kamar yang juga lumayan besar. Matahari sudah mulai meninggi saat ini tapi aku masih saja enggan untuk bangkit, ini hari minggu dan hanya hari ini aku bisa tidur sampai sesiang ini. Aa`a sepertinya dia sudah bangun, aku bisa mendengar suara dari dapur dan siapa lagi yang akan sibuk di dapur kecuali Nayoung.

Tok.. tok .. “ Euum ..”, “ Oppa, ironaa, aku sudah selesai masak “ dan begitulah dia membangunkan aku selama 5 tahun ini, mengetuk pintu kamar tanpa berani masuk walau aku sudah mengijinkannya masuk. “ Palliwa Oppa, ini sudah siang. Cepat mandi, aku menunggumu di meja, ara? “ dan suaranya tak lagi terdengar di depan pintu kamar ku.

Aku berjalan malas menuju kamar mandi, sebenarnya aku masih belum mau bangun dari kasurku itu. Aku membiarkan air dari shower membasahi tubuhku untuk beberapa saat agar menyempurnakan kesadaranku dari rasa kantuk, ya semalam aku pulang larut. Aku mengenakan kaos putih tipis dan celana pendek setelah selesai mandi dan langsung menuju meja makan, Nayoung sudah menunggu.

Nayoung menyiapkan sarapan untuk ku, ya sudah sangat wajar karena dia istriku. “ Semalam oppa pulang jam berapa, eo? “ tanya Nayoung yeng melihat wajah kantuk ku, “ Kalau kau sekamar denganku, kau akan tau aku pulang jam berapa “ sautku enteng sambil mengunyah sarapanku. Aku menatapnya yang hanya diam didepan makanannya saat aku mengucapkan hal tadi. “ Wae? Apa aku salah “ ucapku lagi dengan lumayan menyebalkan padanya, dia tak sanggup mengangkat kepalanya.

Yah, beginilah aku dan Nayoung yang nyatanya adalah istriku menjalani kehidupan kami selama 5 tahun belakangan ini, menikah tapi tak ada bentuk pernikahan itu terkecuali kita tinggal dalam satu atap yang sama, selebihnya tidak ada. Nayoung datang dalam hidupku saat umurku 20 tahun, dia dibawa appa waktu itu dan menjadi bagian keluarga kami karena kedua orang tuanya yang meninggal akibat kecelakaan pesawat, appa yang sahabat dekat dari ayah Nayoung membawanya dan merawatnya. Namun karena takut orang-orang membicarakan yang tidak-tidak mengenai keluarga kami appa menikahkanku dengan Nayoung dan beginilah jadinya

Nayoung POV

Aku membersihkan meja dan mencuci piring bekas sarapan tadi, dia disana, di tempat favoritenya saat dirumah. Dengan kaca mata yang dipakainya membuatnya terlihat pintar, ya dia sangat pintar, oppaku itu pintar kalau tidak mana mungkin dia dibiarkan appa menjalankan perusahaannya, appa. Lebih tepatnya aboji.

Di hari minggu seperti inilah aku bisa sangat puas melihatnya di rumah, tidak seperti hari lainnya yang hanya bisa melihatnya saat pagi itupun kalau dia sedang tidak terburu-buru berangkat kerja. Sudah 5 tahun aku hidup dengan Kyuhyun oppa dan sudah selama itu juga jarak diantara kami terlihat jauh seperti sekarang ini. Aku hanya merasa bersalah, merasa sudah mengambil hak bebasnya untuk memilih pendamping hidupnya karena ‘appa’ menikahkan kami berdua tanpa bertanya keinginan kami. Aku tidak keberatan dengan pernikahan ini tapi dia? Entahlah aku tidak tau tapi yang pasti aku sudah merenggut kebebasannya untuk mencintai wanita yang ingin dia cintai, mianhae Kyuhyun oppa.

Aku menghampirinya yang sedang asik membaca dengan satu gelas jus jeruk ditanganku dan menaruhnya di meja yang berada disamping sofa. “ Nayoung’aa, duduk dan temani aku main “, “ Oppa, kau tau aku tidak bisa main “ dia menarikku duduk disampingnya yang sudah melemparkan bahan bacaannya dan menarik stick PS, “ Ne, arraso. Jadi kau hanya perlu duduk dan temani aku main “ ucapnya sambil sibuk mensetting permainannya dan disinilah aku menemaninya bermain PS.

Sepertinya aku sudah tertidur pulas karena menemaninya main tadi tapi harusnya aku berada diruang tv kan, namun nyatanya aku sudah berada dikamarku sekarang, Kyuhyun oppa. Dia membawaku ke kamar.

“ Yaa! Oppa kenapa kau.. “ ucapku tertahan saat sudah berada didepan pintu kamarnya yang terbuka dan melihatnya yang topless, spontan aku menutup kedua mataku dengan tangan. “ Wae ?? “ tanyanya, “ Oppa kan yang membawaku ke kamar? “, “ Memangnya bisa siapa lagi, hah! “, “ Harusnya biarkan saja aku tidur di sofa, gak udah memindahkan ku “, “ Karena kau itu berat Jang Nayoung, kau bersandar padaku saat tidur membuatku malah tidak bisa main, ara? “ sautnya dan terdengar sangat dekat , benar saja dia sudah ada didepanku saat aku membuka tangan yang menutupi mataku, melihatnya yang sedang menunjukkan wajah menyebalkan khas seorang Cho Kyuhyun padaku.

Aku sedang sibuk di depan leptop, mengerjakan tugas kuliahku tapi dari luar sana ada suara berisik menganggu konsentrasiku belajar, suara game yang dengan lantangnya kurasa sudah terdengar keseluruh ruangan di rumah. Aku bangkit dari bangku dan menuju pelaku yang membuat suara sebesar itu, “ Yaa!! Oppa, tidak bisakah kau mengecilkan suara game mu itu, aku jadi tidak konsentrasi “ ucapku kesal pada namja tampan yang sangat menyebalkan ini, dia menoleh dan memberikan smirk khasnya padaku “ Yaaa!! Jang Nayoung haruskah kau berteriak seperti itu pada suamimu , eo!! “ aku hanya bisa diam, ne dia benar, dia suamiku dan sudah seharusnya aku sopan padanya. “ Kau merusak mood ku “ dia melempar stick PS nya ke sofa dan berjalan menuju kamar. Mianhae oppa, mian.

Kyuhyun POV

Tok .. tok .. “ Oppa ,, Kyu Oppa “ aku hanya diam, malas menyautinya dia sudah menghilangkan mood mainku dengan berteriak padaku, haruskan dia berteriak seperti itu. Akukan suaminya. Tok, tok, tok dia masih saja mengetuk pintu walau aku tidak menyautinya. Bunyi pintu yang diketuk itu lama kelamaan membuatku jengah mendengarnya dan akhirnya aku membukakan pintu untuknya “ Wae? “ tanyaku dan kemudian berbaring dikasur , menanggapinya malas. Aku tau dia tidak akan masuk, dia hanya mematung didepan pintu. Aku membalikkan tubuhku dan benar saja dia hanya berdiri disana “ Kau mau apa, Jang Nayoung? “, “ Mian, tadi aku berteriak padamu. Mianhae oppa aku sudah merusak mood mu “ ucapnya dengan kepala tertunduk. Kau, Nayoung’aa aku ingin tertawa melihatmu seperti ini, ketakutan diwajahmu itu sungguh lucu.

“ Kau benar mau minta maaf? Aku rasa tidak, melihatku saja tidak mau “ ucapku tanpa melihatnya, aku takut tidak bisa menahan tawaku melihat wajah bersalah dan takut darinya. “ Masukklah kalau kau benar mau minta maaf dan lihat wajahku “ ucapku dan berdiri di depan jendela kaca besar yang memisahkan kamarku dengan taman belakang rumah. Ahaaa aku tau kau tidak akan berani Nayoung’aa.

Aku tidak menyangkan dia berani masuk ke dalam kamarku akhirnya, berdiri dihadapanku memandangku. Aku menunggunya berbicara, aku menunjukkan sifat menyebalkanku lagi, melipat tanganku di dada dan melihat matanya. “ Mianhae oppa, mian. Aku .. “ ucapannya langsung berhenti saat tanganku merengkuh tubunya ke dalam pelukkanku. “ Aku akan memaafkanmu kalau kau membiarkanku memelukmu sebentar “ ucapku saat dia mencoba melepaskan diri dari pelukanku dan berhasil membuatnya diam. “ Dan kalau kau membalas pelukkan ku, aku akan mentraktirmu es krim “ kataku lagi dan Nayoung membalas pelukanku. Yah dia ini bisa dirayu dengan es krim hahahaaah.

***
Jam 8.30 malam dan aku masih berkutat dengan pekerjaanku di kantor, sekarang ini memang perusahaan ku, appa maksudnya sedang berkembang dengan pesat jadi beginilah dampaknya bagiku, sibuk sampai melewati jam kerja normal. “ Kyuhyun, mian appa sudah menyita waktu mu bersama Nayoung karna pekerjaan “ ucap appa, ya aku sedang diruangannya sekarang, “ Ani appa, Nayoung juga pasti mengerti “ ahaa aku rasa malah dia akan senang sedikit waktu bersamaku karna dengan itu dia tidak harus ketakutan walau aku tidak tau apa yang ditakutinya dariku.

Langkah lelahku memasukki rumah yang diberikan appa untuk aku dan Nayoung 2 tahun lalu saat appa merasa sudah bisa membiarkan aku dan Nayoung memiliki rumah dan keluarga sendiri. Ne, appa tidak tau mengenai bagaimana aku dan Nayoung sebenarnya. Dan aku masih harus membangunkan yeoja dingin ini yang tertidur di sofa menungguku pulang, “ Nayoung’aa , irona. Kenapa kau tidur di sofa? “ usahaku membangunkannya dan duduk dibawah sambil melepaskan dasi juga kemeja yang aku pakai, dia masih saja tidak bergerak. Yaa, Nayoung’aa apa kau sedang menggodaku, kenapa tidurmu begitu lucu. Aku menyentuh pipinya yang merona itu, ya Nayoung kami memang sangat cantik, itulah yang sering omma katakan.

Nayoung membuka matanya, melihatku lalu mengalihkan pandangannya pada jam dinding yang ada diatas tv,” Jam 12, kau pulang semalam ini oppa? “, aaah dia sengaja menungguku untuk tau jam aku pulang. Benarkah kau sangat menolakku Jang Nayoung, kau rela tidur di sofa dari pada menuruti ucapanku untuk tidur sekamar denganku?. Aku bangkit berencana menuju kamar namun Nayoung menghentikan langkahku dengan tangannya yang menarik tanganku, “ Wae? “, “ Berikan padaku, biar aku masukkan kemesin cuci “ ucapnya dan mengambil kemeja dan dasi yang aku pegang ditangan kananku, berjalan beberapa langkah dan kemudian dia berbalik lagi “ Oppa mau makan? “, “ Ne, aku mau memakan mu “ ucapku pelan tapi aku rasa dia mendengarnya dan berjalan menuju kamar, aku mau mandi rasanya lelah sekali.

***

Nayoung POV

Aku meneggak jus jeruk ku sampai habis, rasanya panas sekali hari ini. Halaman kampus ini sangat luas dengan banyak pohon yang memenuhi lahan luas ini agar terlihat tidak lapang dan kosong.

Seorang namja berkaos hitam berjalan kearahku, itu Yesung oppa. Aku menggeser posisi agar Yesung oppa bisa duduk disampingku , “ Kau tidak membelikannya untuk ku? “ tanya Yesung melihat kaleng jus yang ada dihadapanku dan aku menggeleng dengan senyum diwajahku membuatnya mengacak-acak rambutku.

Aku sedang di kona beans sekarang, menemani Yesung oppa untuk sekedar mencari cemilan. Aku sedang menikmati ice coffee ku saat melihat sosok yang sangat aku kenal memasukkin café ini dengan seorang yeoja manis dan cantik disampingnya, tangan mulus yeoja itu merangkul kuat di tangan si namja, “ Kyu … “ ucapku pelan bahkan Yesung oppa disampingku saja tidak mendengar ucapanku.

Aku tetap pada tempatku, melihatnya yang sedang ngobrol dengan yeoja cantik itu, dia sangat cantik. Aku melihatnya tersenyum sangat manis dan sekarang malah aku mendengar suara tawa kecil dari mulutnya, mengamatinya dan menikmati ekspresi bahagianya dari tempatku. Oppa, mianhae aku sudah menghilangkan kebebasan mu, mian. Harusnya kau bisa dengan yeoja secantik itu kalau aku tidak ada dalam hidupmu, mian. “ Gwaenchana? Nayoung’aa .. uljima “ aku menyeka air mata yang entah sudah menetes sejak kapan, Yesung oppa memberikan ku tisu untuk menghapus air mataku.

Senyum manis dan suara tawa bahagianya masih bisa dengan jelas ku lihat dan dengar walau aku sudah berada didalam mobil Yesung oppa sekarang. “ Nayoung’aa, waeyo? Gwaenchana, kau sepertinya sedang sedih “, “ Aniyo oppa, nae gwaenchana “ saut ku sambil berusaha memberikan senyuman padanya.

Aku tertidur saat mengerjakan tugas akuntansiku di atas meja diruang tamu dan terbangun saat menyadari ada Kyuhyun oppa yang sedang menulis sesuatu di buku tugasku. “ Apa kau sangat stress dengan soal ini sampai kau tertidur? “ ucapanya padaku, dia mengerjakan tugasku. Aku hanya diam dan mencuri memandangnya dari sudut mataku, mengingat senyum manis dan tawanya yang aku lihat siang tadi. “ Ini sangat mudah Nayoung’aa atau .. “, “ Aku yang bodoh “ sautku dan membereskan semua buku yang ada diatas meja lalu masuk ke dalam kamar.

Kyuhyun POV

“ Ini sangat mudah Nayoung’aa atau … “, “ Aku yang bodoh “ potongnya sebelum aku menyelesaikan ucapanku lalu masuk ke dalam kamarnya, wae? Ada apa dengannya.

Hari ini aku bisa pulang ke rumah lebih awal, menyenangkan sekali tapi rasanya tidak dengan ‘istri’ku ini. Aku duduk di sudut kanan sofa didepan tv bersamanya yang duduk di sudut kanan sofa, terlihat sekali jarak diantara kami berdua.

Aku menukar beberapa kali channel tv rasanya tidak ada acara menarik hari ini atau memang aku yang tidak ingin menonton dengan ekspresi menyebalkan atau rasa yang tak diinginkan oleh yeoja disampingku ini. Aku meliriknya sesekali dan dia nampak sangat bosan namun tidak berkomentar dengan ulahku yang mengonta-ganti channel tv membuatku gerah dengan sikapnya itu. “ Lebih baik aku pulang larut “ ucapku dan melempar remote tv ke sofa, Nayoung hanya melihat sekilas padaku.

Rasanya kesal sekali melihat wajahnya yang seakan tersiksa dengan keberadaanku dirumah, emosi dengan cepat menguasai diriku sekarang. “ Oppa .. “ , “ Wae!! “ sautku kasar. “ A, ku,, mau keluar sebentar “, “ Khaa ! pergilah “ ucapku lagi dan berhasil membuatnya tersentak kaget dan pergi dari hadapanku dengan cepat.

***

Aku mengunyah sarapanku dengan perasaan yang tidak enak, aku sadar sudah membentaknya semalam tanpa alasan. Dihadapan ku Nayoung makan dengan tidak berselera dan ditemani wajah tersiksanya, “ Nyaoung’aa , aku,,, “, “ Mianhae oppa, mianhae “ aku hanya bingung mendengarnya minta maaf padaku, harusnya aku yang mengatakannya karena sudah membentaknya semalam. “ Mianhae, aku tidak akan menganggumu lagi “ ucapnya lagi. Apa dia bilang, tidak akan mengangguku? Apa maksudnya itu.

Aku duduk menghadapkan kursiku keluar jendela kaca, memandang lurus pada gedung-gedung tinggi yang menjulang ditengah kota Seoul, ada rasa yang tidak nyaman. “ Terserah padamu Nayoung’aa, aku tidak perduli “ ucapku pelan pada diriku sendiri mengingat ucapannya tadi pagi padaku.

“ Mwo … !! “ ucapku kesal saat sekretarisku masuk dan memanggilku, “ Mianhae, Direktur Cho memanggilmu “ ucapnya takut melihat ku, dengan emosi yang masih ada padaku, aku menuju ruangan appa. “ Ne, appa. Ada apa memanggilku? “ tanyaku sambil melemparkan tubuhku ke sofa yang ada diruangan appa, appa melirikku penuh tanya. “ Wae, ada apa denganmu? Gwaenchana “, “ Ne appa, gwaenchana. Jadi ada apa appa memanggilku? “ tanyaku lagi.

Aku memijit pelan kepalaku selagi meyetir pulang ke rumah, memikirkan apa yang appa bicarakan padaku tadi membuatku stress. Selesai menaruh mobil di garasi aku langsung masuk ke dalam rumah, tanpa melihat sekeliling dan menuju kamar kemudian sedikit membanting pintu kamar.

Dari pulang tadi aku hanya berdiam dikamar tanpa berniat melakukan hal lain selain tidur di atas kasur empuk ku, hingga akhirnya aku keluar menuju dapur untuk minum. Aku menyandarkan tubuhku pada kulkas sambil menanggak air putih yang aku ambil, melihat Nayoung dari celah pintu kamarnya yang hanya sedikit tertutup. Harus bagaimana aku dengan yeoja dingin ini?

Setelah ucapannya waktu itu, komunikasi ku dan Nayoung semakin parah, dia bicara padaku hanya saat menawarkan aku makan dan tidak adalagi yang bisa diucapkan bibir mungilnya itu padaku. Aku bermain PS dan memecah keheningan yang selalu terjadi dirumah ini, sesekali aku melirik kearah kamar Nayoung, berharap dia akan menghampiriku dan memarahiku karena suara berisik yang aku buat tapi ternyata dia tidak melakukannya.

Aku melihatnya menuju kamar mandi, ya dikamarnya tidak terdapat kamar mandi karena yang ditempatinya adalah kamar tamu, berbeda dengan kamar ku yang adalah kamar utama dirumah ini. “ Nayoung’aa , bisa buatkan aku kopi? “ pintaku saat melihatnya keluar dari kamar mandi, dia beralih ke dapur dan membuatkan kopi untukku dan setelah selesai kembali menuju kamarnya. Aku meninggalkan kopi itu diatas meja tanpa menyentuhnya sama sekali, itu aku sengaja menyuruhnya berharap dia akan bicara padaku, namun nihil.

Nayoung POV

Entah mengapa air mataku menetes begitu saja, sekilas aku ingat dengan senyum manis Kyuhyun oppa waktu itu , jauh berbeda dengan ekspresi wajahnya saat bersamaku yang selalu terlihat tidak menyenangkan dan akhir-akhir ini lebih sering aku lihat ekspresi marahnya padaku, mianhae oppa.

***

Baru saja aku ingin mengetuk pintu kamarnya dan membangunkannya setelah aku selesai membuat sarapan namun saat tanganku belum sempat mengetuk pintunya dia membuaka pintu kamarnya, membuatku tepat berdiri dihadapannya, jarak kami sangat dekat. “ Aku akan sarapan dikantor “ ucapnya lalu meninggalkan ku, bolehkah aku menangis sekarang?

Langkah malasku membawaku menuju kelas hari ini, rasanya enggan sekali aku melakukan apa-apa hari ini, bahkan seterusnya. Aku merasakan tangan seseorang berada dipundak ku dan saat aku meliahat siapa pemilik tangan itu, aku malah menyandarkan kepalaku di bahunya, Yesung oppa. “ Kita main saja, kita bolos hari ini. Kajja “ ucapanya dan membawaku menjauh dari kelas menuju mobilnya.

“ Odiga..? “ tanyaku namun Yesung oppa hanya tersenyum membalasnya. Aku ingin melihat senyuman itu, senyuman manis seperti ini diwajah Kyuhyun oppa karena ku.

Aku terbangun dan melihat sekitar, aku dipantai. Ternyata Yesung oppa membawaku ke sini dan tidak membangunkanku walau kita sudah sampai, aku menghampirinya yang duduk tidak jauh dari mobil. “ Kau sudah bangun? “ sapanya saat aku sudah ada disampingnya dan menuntunku untuk duduk disebelahnya.

“ Kenapa kau membawaku kesini oppa? “, “ Molla, hanya terfikir membawa mu ke tempat tenang versiku “ ucapnya dengan senyum yang selalu menghiasi wajah tampannya itu, wajar banyak yeoja yang menyukainya, belum lagi sifanya yang ramah itu membuat dirinya semakin disukai. “ Belakangan wajahmu sangat jelek Nayoung’aa jadi aku membawamu kesini “ ucapnya lagi, “ Ne, apapun itu aku berterima kasih padamu Oppa “ sautku dan dia mulai tersenyum lagi, aku berharap ini adalah senyuman Kyuhyun oppa.

Malam sudah melekat saat aku sampai dirumah, Yesung oppa bersikeras untuk mengantarkanku walau aku sudah bilang bisa pulang sendiri. Aku membuka pagar rumah yang tidak terlalu tinggi dan melihat mobil Kyuhyun sudah terparkir rapih disana, Oppa sudah pulang. Tanpa menyalakan lampu aku masuk ke dalam kamar.

Author POV

Kyuhyun menuju dapur untuk mendapatkan air bagi tenggorokkannya, rasa cemas sedikit menggelayut padanya mengetahui Nayoung belum ada dirumah padahal ini sudah malam, namun dia hanya bisa menunggu tanpa bisa bertanya dimana Nayoung.

Perhatiannya menuju dapur tersita saat mendengar suara mobil didepan rumahnya, Kyuhyun beralih menuju kaca yang berada didekat pintu melihat keluar. Mata bulatnya menangkap sosok Nayoung keluar dari sebuah mobil dengan namja yang mengendarai mobil itu, deg. Melihat Nayoung yang sudah membuka pagar, Kyuhyun berjalan ketujuan awalnya dan setelah selesai minum dia kembali ke kamar.

Sampai dikamar Kyuhyun duduk didepan leptop miliknya dan mesetting game yang biasa dimainkannya selama ini untuk mengisi waktu, baru saja Kyuhyun memulai permainannya namun dia langsung mengarahkan kursornya ketulisan exit dan mengakhiri permainannya, dia sedang tidak mood main.

***

Hari ini Kyuhyun memutuskan untuk sarapan dirumah. Dia sudah duduk di meja makan melihat Nayoung yang masih sibuk masak. Iya, Kyuhyun bangun lebih awal hari ini. Kyuhyun memperhatikan Nayoung dengan bebas, karena Nayoung sibuk masak.

Kyuhyun POV

Aku meraih tangannya yang baru saja melewatiku, “ Duduk “ dan Nayoung mengikuti ucapanku, aku menatapnya yang tidak berani melihat kearahku, dia hanya memalingkan wajahnya melihat kearah lain. “ Apa kau mempunyai seseorang yang kau suka? Jangan khawatir, aku tidak akan menghalangi kalian “ entah mengapa aku berkata seperti ini, seperti memberi jalan untuknya pergi dariku. “ Teruskan masaknya, aku mau ke kamar mandi “ ucapku dan beranjak dari hadapannya.

Mungkin aku bodoh, orang bodoh yang memberikan ijin pada istrinya untuk bersama dengan pria lain, entahlah melihat Nayoung pagi ini tiba-tiba aku terpikirkan hal itu. Aku mengangkat kepala ku saat menyadari sekretarisku masuk dan membawa seseorang dibelakangnya, “ Hyun’aa “ .

Aku dan Hyun makan siang bersama disebuah restoran yang menjadi tempat favorite Hyun, senyumnya sangat manis dihadapanku saat ini sambil bercerita apa yang sedang dia kerjakan di Seoul saat ini. “ Ya, oppa wae? Kenapa mukamu kusut sekali? “ aku tersadar dari lamunan ku, melihatnya yang masih saja sama “ Hyun’aa, kenapa kau masih saja seperti ini? “, “ Wae, masih tetap cantik maksud oppa? “ tawanya selesai berucap. Ne, Hyun’aa kau cantik.

Selesai makan Hyun memesankan wine untuk menemani obrolan kami, ya dia menahanku untuk menemaninya sekarang dan karena mood ku juga sedang tidak bagus jadi aku iyakan saya untuk menemaninya. “ Jadi bagaimana dengan suami mu? “ tanyaku membuat perhatian Hyun sepenuhnya tertuju padaku, “ Dia pergi dengan wanita lain “ ucapnya dengan berusaha tersenyum padaku.

Belum juga sore saat aku sampai dirumah, selesai menemani Hyun aku malas untuk kembali ke kantor jadi langsung saja aku pulang untuk istirahat. Saat masuk Nayoung sepertinya kaget karena aku pulang. Beginikah kau selagi aku tidak dirumah, memakai hot pants dan tengtop berkeliaran didalam rumah, yaa! Jang Nayoung. “ Bantu aku bawa ini “ ucapku entah mengapa yang melihatnya mematung melihatku sudah berada dirumah, dia berjalan kearahku dan mengambil tas kerja yang aku pegang.

Aku mengikuti langkahnya menuju kamar, melihat kaki jenjangnya yang mulus itu dari belakang, kenapa dia selalu menutup semua itu didepanku dengan selalu memakai traning dan baju yang serba longgar. Ponselku berdering membuyarkan semuanya, “ ne appa.. eo, aah ne aku akan kesana bersamanya “ , “ Kita disuruh ke rumah “ ucapku melihatnya yang memandang tanya padaku.

Dalam perjalanan ke rumah appa dan omma kami hanya diam, tanpa ada bahan pembicaraan sama sekali, disebelahku Nayoung sibuk dengan ponselnya. Aku mengambil paksa ponselnya dan manaruhnya di dasbord mobil, aku paling tidak suka diacuhkan seakan aku tidak ada didekatnya.

Sampai dirumah yang menjadi saksi bisu bagaimana perjalanan hidupku ini, appa dan omma sudah menunggu kami berdua di ruang tamu. Nayoung dengan cepat berjalan kearah appa yang sudah merentangkan tangan untuk memeluknya, bahkan dia tidak pernah sebahagia itu melihatku apalagi mau memeluk ku dengan suka hati seperti itu, appa aku cemburu. “ Bososippo uri Kyuhyuniee “ ucap omma saat aku sudah memeluknya “Ne, naddo omma “.

Kami makan malam bersama sambil berbicara ringan, aku melihat banyak sekali senyum Nayoung hari ini, dia sangat lepas memberikan senyumnya itu dan wajah takut juga tersiksanya tidak terlihat sama sekali hari ini.

Aku duduk dibangku yang sangat nyaman di ruang keluarga, merebahkan sebentar tubuhku disana sebelum akhirnya mereka semua meyusulku. Omma duduk disampingku dan tak melepaskan rangkulan tangannya di tangan kananku.

“ Kyuhyuniee kapan kau akan memberikan cucu untuk omma dan appa, kalian sudah lama menikah kenapa belum juga memberikan cucu pada kami “ dan ya aku hanya bisa terkekeh, inilah yang membuat aku malas ‘pulang’ kesini karena pertanyan ini dan karena pertanyaan ini waktu itu berhasil membuatku stress. Aku melihat ekspresi bingung dari Nayoung, “ Makanya kau harus usaha keras Kyu, supaya cepat punya anak “ ucap appa berhasil membuat Nayoung benar-benar kaget, “ Ne appa, aku akan berusaha sepanjang malam supaya bisa memberikan penerus keluarga Cho “ sautku santai tak perduli dengan Nayoung yang sudah bingung disamping appa.

Aku berjalan asal ke dalam rumah, menuju dapur untuk minum. “ Oppa .. “ panggil Nayoung dibelakangku sambil menutup pintu rumah, aku tidak mengubrisnya dan melanjutkan langkahku. “ Oppa, kau dengar aku “, “ Euum “ sautku dengan air yang belum selesai aku telan. “ Permintaan Omma dan Appa tadi itu gimana? “ aah jinjja Nayoung’aa kau tanya bagaimana, aissh kau ini. “ Aku,, “, “ Aku tidak akan melakukannya, kau tidak mau aku sentuhkan?. Jadi aku tidak akan melakukan apapun “ sautku asal membuatnya hanya bisa diam, “ Lalu tadi ,, “, “ Itu hanya untuk menyenangkan mereka “ ucapku lagi dan kali ini aku menatapnya, Nayoung hanya berani melihat kearahku sebentar sebelum memalingkan wajahnya lagi. “ Aku sudah cukup membuatmu terkekang dengan semua ini “ kataku melempar senyum padanya.

Nayoung POV

Terkekang, apa itu sebenarnya yang dia rasakan. Terkekang dengan apa yang terjadi selama ini, karena aku tidak merasa seperti itu. Dia tidak akan menyentuhku, ya itulah janji yang dipegangnya selama ini, janji yang aku minta untuk ditepatinya saat kami baru menikah dulu dan sekarang dia masih memegang janji itu.

Hari ini aku hanya berdiam diri dirumah karena hari ini tidak ada jadwal kuliah. Aku menatap bosan rumah yang selalu saja sepi, benar-benar bisu, rasanya sangat dingin, aromanya tidak seperti rumah. Aku mengambil tas kecil di atas meja sebelum akhirnya pergi keluar untuk menghilangkan rasa bosanku, berjalan tanpa tujuan hanya untuk menghirup udara segar diluar.

Ada sebuah keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia dihadapanku sekarang ini, ayahnya menggendong anak laki-lakinya sedangkan ibunya mengandeng tangan suaminya, senyum mereka memancarkan semua kebahagiaan yang sedang mereka rasakan sekarang, hatiku rasanya sakit dan iri melihat mereka.

Kyuhyun oppa sudah ada dirumah saat aku pulang, dia sedang mencari makanan didapur. “ Mian aku belum masak, aku pikir oppa ,,, “, “ Ne, gwaencahana “ ucapnya sebelum aku selesai bicara dengan melambaikan tangannya. Entah mendapat keberanian dari mana aku mendekat kearahnya sekarang menarik tangannya hingga dia berbalik dan memandangku “ Apa kau membenciku, Oppa membenciku? Benci karena aku, kau kehilangan masa mudamu, kehilangan saat dimana kau bisa pacaran dengan yeoja yang kau suka, benci karena aku merengut kebebasanmu. Kau benci aku kan oppa ? “ aku menuturkan semua pemikiranku tentang bagaimana dia padaku, Kyuhyun hanya diam dan memandangiku bingung.

Kyuhyun POV

Apa yang baru saja dia katakan? Benci, bebas. Inikah yang dia pikirkan selama ini, yang membuatnya selalu dingin padaku dan selalu tidak menghiraukan aku. Nayoung’aa kau salah besar. “ Dari mana kau bisa punya pikiran bodoh seperti ini Jang Nayoung? “ kataku sinis. Jujur aku membenci diriku sendiri karena hanya bisa mengeluarkan kata-kata sinisku, aku ingin lembut, ingin membuat dia melunak karena perasaanku tapi aku malah selalu membuatnya semakin keras dengan sikap kasar yang selalu menguasaiku.

Aku meraih pundaknya saat dia sudah mulai menangis, aku tidak mau bicara lagi karena hanya akan keluar kata-kata yang sebenarnya tidak aku inginkan. “ Mianhae Oppa karena aku, kau harus menjalani ini semua, mianhae “ , “ Harusnya aku yang bilang itu “ sautku dengan makin mempererat pelukkanku, kini dia memeluk ku.

“ Nayoung’aa, kau itu istrinya Cho Kyuhyun. Harusnya kau itu pintar sedikit, kenapa kau malah berfikir hal bodoh soal bagaimana aku “ ucapku sedikit terkekeh, dia masih menangis dipelukkan ku. “ Ne, aku bodoh Oppa. Jadi bagaimana sebenarnya dirimu? “ ucapnya mendongakkan kepala menatapku, aku mendaratkan ciuman kecil di bibir Nayoung membuat matanya membulat kaget, “ Menurutmu apa yang membuatku tahan 5 tahun dengan yeoja yang selalu tidak menghiraukan ku, yang harus mengancamnya dulu hanya untuk bisa memeluknya sebentar? “ sautku sedikit kesal padanya, Nayoung tersenyum. Benarkah ini, aku membuatnya tersenyum sekarang dan terlebih lagi tersenyum dipelukkan ku.

“ Oppa “, ucap Nayoung dan melepaskan ciumanku, yeoja ini benar-benar membuatku kesal. “ Wae? “ sautku malas. “ Bisakah aku meminta sesuatu padamu? “, apa Nayoung, kau mau aku memakanmu sampai habis?. “ Bisakah kau tersenyum untuk ku? “ spontan aku langsung menatapnya bingung, senyum. Dia memintaku untuk tersenyum, hanya itu. “ Ya, Jang Nayoung kau. Ya!, kau melepaskan ciumanku hanya untuk ini?! “, “ Ne, karena tiap hari aku hanya melihatmu berwajah masam padaku dan satu kali aku melihatmu tersenyum dan medengar tawamu saat dengan yeoja lain, aku iri “ ucapnya membuatku kaget, yeoja lain, siapa?.

“ Oppa sekali saja, jebal “ pintanya dengan wajah memohon padaku, aiish anak ini kenapa jadi menggemaskan sekali sekarang. “ Kau tau kenapa orang bisa tersenyum? “, “ Karena bahagia dan senang “ ucapnya polos, “ Ne, jadi buat aku senang dan bahagia dulu “, “ Caranya? “ tanyanya. Aku menciumnya lagi dan tidak membiarkannya melepaskannya kali ini, menahannya tetap dalam dekapanku.

Aku melepaskan ciumanku dari bibirnya yang sudah semakin memerah ini, membelai lembut rambutnya dan memberikan apa yang dipintanya padaku, aku tersenyum padanya, memberikan senyuman terbaik yang aku bisa dan dengan cepat aku melihat senyum manisnya juga dihadapanku.

“ Jadi sekarang kita sudah bisa memberikan apa yang Omma dan Appa mau “ senyumku nakal.
“ Kyaaaa!! Oppaaaa ~~~ “ teriaknya saat aku menggendongnya menuju kamar.

-The END-

*Please don’t copy paste and Re-Upload this FF*

~ by Julz on September 8, 2012.

4 Responses to “Give me your smile”

  1. Daebak

  2. Heehhee gomawo ^^

  3. bagus bgt ceritanya aaaaa suka suka suka. mungkin cara penulisan sm pemilihan katanya kurang tapi keseluruhan ceritanya bagus bgt suka banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: