YOU

FF17 - YOU (2)

Author : Rahma Julynda (RJulynda)
Cast : Lee Hyukjae (Super Junior) – Kim young hyun (OC)
Recoment song : Ten2five – You/Jika


Telapak tangan kanannya mengenggam tangan kirinya, sesekali meremasnya pelan. Hembusan nafasnya mengepul ke udara menandakan dinginnya hari ini di seoul. Jaket tabal tidak membalut tubuh yang semakin mengigil, bunyi gigi yang saling beradu makin menyakinkan udara yang sangat dingin tapi seseorang yang nampak sedang berfikir dengan pandangan sendu menghadap aliran sungai han itu seperti tidak merasakan apa yang tubuhnya itu rasakan, “ Bodoh “ ucapnya sangat lirih.

-YOU-

“ Kau tau rasa itu masih ada untukmu, tapi aku hanya ingin menyimpannya sendiri, hanya untuk ku “, “ Mianhae untuk semua yang pernah aku lakukan, mianhae karna aku masih sangat menyayangimu dan menginginkan kau kembali padaku “ Hyun hanya bisa mematung, entah dia harus berkata apa untuk menyauti ucapan seseorang yang sudah hampir lima tahun ini mendiami hatinya, menguasai hatinya dan seseorang yang juga telah membawanya dalam rasa sakit yang teramat dalam, Lee Hyukjae.

“ Aku sudah sepenuhnya berubah, apa yang aku lakukan dulu padamu tidak akan terjadi lagi “ keyakinan yang sudah lama hilang, ketetapan hati yang selama ini sudah dibangun seakan terbang menghilang bagai daun kering yang tertiup angin, terbang menjauh dan hilang tanpa jejak. Hyun menatap Hyukjae dengan mata sendunya, berusaha meyakinkan dirinya dengan apa yang baru saja pria itu katakan tapi tatapannya pada pria itu tidak berlangsung lama entah mengapa dari dulu Hyun tidak bisa bertahan untuk saling memandang dengan Hyukjae. “ Aku akan jadi yang terbaik kali ini “ sentuhan lembut Hyukjae di tangan Hyun bagai sengatan listrik yang langsung dijalarkan keseluruh tubuhnya. “ Kau tau, aku sangat menyayangimu “ Hyukjae membawa Hyun ke dalam pelukkan hangatnya.

-YOU-

Mencoba melupakan cerita lalu, melupakan waktu yang telah berlalu hampir dua tahun lalu saat dengan mudahnya Hyukjae melapaskan Hyun karena sudah bersama dengan wanita lain. Saat itu Hyun bukannya tidak tahu dengan apa yang sedang terjadi dengan Hyukjae karena Hyun terlalu menganal bagaimana Hyukjae. Dia tau saat Hyukjae sibuk dengan ponselnya di waktu mereka bersama di mana sebenarnya itu adalah hal yang paling Hyukjae kesal apabila waktu mereka bersama malah harus melihat salah satunya sibuk dengan hal lain tapi dia malah melakukannya bahkan di saat sudah lama mereka tidak bertemu. Hyun mencoba menanggapinya dengan positif segala keanehan Hyukjae yang terlihat olehnya, mencoba meyakinkan diri bahwa cinta Hyukjae masih miliknya, masih untuknya.

-YOU-

“ Aku orang bodoh yang jahat, aku menyakitimu “

“ Wae, apa maksud mu ? “

“ Aku memiliki seorang yang lain di sini tapi hari ini semua terkuak kalau aku juga memiliki mu “

“ Ciih, wae? karena sms ku barusan kah, yeobo? “

“ Ne, dia melihatnya dan kini dia marah padaku “

“ Aaaah, kau sangat hebat Hyukjae-aaa, kau bahkan memikirkan dia yang marah padamu bukan aku yang kau khianati. Yaaaah …… “

“ Mianhae, aku bajingan “

“ Ne, bajingan. Kau memang bajingan. Jadi Nayoung membaca sms ku, ooh… kau bahkan membiarkan dia memegang ponselmu tapi itu kebodohan mu Hyukjae-aaa, kau tidak rapih menutupi kebohongan mu itu “

“ Bagaimana kau tau kalau Nayoung …. “

“ Aku bukannya tidak tau, aku hanya menunggu kapan kau akan mengatakannya padaku dan ternyata harus dengan situasi seperti ini kau baru mengatakannya padaku. Hyukjae-aa, aku …. Tidak bodoh “

“ Lalu bagaimana sekarang? “

“ Wae? Aiish jinja Lee Hyukjae, kau bahkan tidak punya keberanian untuk mengakhirinya dengan ku. Apa, apa kau mau aku yang mengakhirinya? Ooh, tidak akan “

“ Sudahlah, ini tidak akan berjalan baik. Situasi yang membuat ini, aku tidak bisa “

“ Ne, sekarang kau menjadikan situasi jadi alasan lalu kemana pikiran ini saat aku meminta mengakhirinya dulu sebelum kau pergi dari Seoul? “

Hyun memeluk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya disana, saat ini tak ada lagi yang bisa dia lakukan. Dia menahannya, tangisan yang sangat ingin keluar untuk mengekspresikan bagaimana hatinya terluka dan tersakiti. Isakkan yang sangat terdengar memilukan itu akhirnya terdengar walau sebisa mungkin dia menahan semuanya, ini terjadi, apa yang selama ini dia takuti terjadi padanya. Bagaimana bisa Hyukjae dengan sangat tidak memiliki perasaan mengatakan semua itu tanpa menemuinya langsung hanya melalui telephone.

Hyukjae adalah kebanggan Hyun yang paling besar selama mereka bersama, buat Hyun bisa memiliki dan bersama Hyukjae adalah kebahagiaan yang sangat besar dan indah buatnya. Hari-hari yang berlalu dengan banyak cerita bahagia, lucu dan sedih itu sangat manis buatnya. Dengan keteguhan hari Hyun menjalankan hubungan jarak jauhnya bersama Hyukjae yang harus menuruti permintaan orang tuanya untuk kuliah keluar kota, itu semua karena Hyukjae yang memintanya untuk tetap bersamanya dan meyakinkan Hyun bahwa waktu akan terasa cepat untuk mereka nantinya.

Bayangan-bayangan waktu kebersamaan mereka bagai film yang sedang berputar dengan sangat jelas menggambarkan bagaimana semua yang pernah mereka lewati bersama. Bagaimana Hyukjae membawanya kepelukkan hangatnya hanya untuk membuat Hyun merasa lebih baik dari rasa sedih yang sedang dirasakan gadisnya itu, saat dimana Hyun bersabar menghadapi tingkah semaunya yang dimiliki Hyukjae.

Moment-moment itu bergulir bersamaan dengan mengalirnya air mata yang keluar dari kedua mata Hyun yang sudah semakin panas karena sudah terlalu banyak memproduksi air mata. Tangan kanannya berada di sebelah kiri dadanya sambil sesekali dipukulnya berusaha meringankan rasa sakit yang menyerang titik lemahnya itu. Hatinya sangat sakit, hujaman jarum tajam terasa belum mampu menandingi bagaimana sakitnya perasaan Hyun saat ini. Hyukjae yang selama ini dia sayangi dan baru bisa sebentar bersamanya kini memberikan rasa sakit yang begitu menyiksa baginya.

-YOU-

Langit hanya menjadi semakin gelap dan gelap dengan berlalunya waktu menuju tengah malam tapi dia masih saja di sana dengan posisi yang sama, dia tidak bergeming sama sekali. Raut wajah sakitnya itu tidak bisa ditutupi walau wajahnya sudah hampir membeku akibat angin bulan desember yang dingin bertiup menemani aktifitasnya di pinggiran sungai Han. “ Kau tau, aku bahkan tidak pernah memikirkan pria lain “

-YOU-

Bagaimana bisa seorang yang selalu memperlihatkan senyumannya dan suara tawa yang selalu di berikannya di manapun dia berada kini seakan menjadi sesuatu yang langka untuk bisa di dapatkan darinya. Keceriaan dan rasa bahagia seperti tidak pernah dikenalnya sama sekali dalam hidup, senyumnya hanya mengandung kebohongan dan keterpaksaan.

Saat-saat sebelum tidur adalah neraka baginya, di saat itu pikirannya hanya akan melayang menuju kenangan bersama dengan Hyukjae dan kenyataan yang harus di terimanya, Lee Hyukjae mengkhianatinya. “ Hah, aku bahkan membuatkan mu buku untuk mengingatkan mu tentang diriku “ air mata dengan mudah tercipta mengiringi ucapannya. Matanya panas, sudah sangat lama dia menangis tapi tangisannya tidak bisa mengurangi barang sedikit rasa sakit hatinya saat ini.

-YOU-

Hyun POV

Aku sakit, yaa hampir dua tahun ini aku menjalani rasa sakit yang teramat dalam. Sakitku memang bukan karena penyakit ganas yang mengerogoti tubuhku, bukan sesuatu yang dapat diagnosa oleh dokter dan kemudian memberiku obat untuk menyembuhkannya, penyakitku tak terlihat karena jauh di dasar hatiku, aku terluka dan percayalah rasanya sangat sakit.

Aku tidak pernah menyayangi pria dengan waktu yang selama ini, mengaguminya selama ini. Yaa, aku memang bukan pertama kali menyukai lawan jenis tapi yang berbeda hanya dengan dia, dan dia sangat berbeda. Aku menyukainya dengan sangat sadar, bukan rasa yang seperti orang lain rasakan. Rasa sayang yang tiba-tiba datang dan menjerat diri, aku tidak seperti itu dengannya. Secara sadar aku menyukainya, meyukai apa yang ada pada dirinya dan menerimanya, dan kemudian aku menyayanginya.

Kami berteman diawal karena suatu permasalahan yang membuatnya akhirnya jadi dekat denganku dan aku tidak mempermasalahkan itu. Kedekatan ku dengannya membuat semua itu terjadi, rasa nyaman yang aku rasa darinya membuatku membuka hati dengan lebar padanya dan percayalah itu KESALAHAN terbesar pertamaku.

Aku menyayanginya dengan sadar sampai aku selalu menujukan pandanganku hanya padanya, memperhatikannya dengan kedua mataku. Melihatnya melakukan seluruh kegiatannya membuatku tersenyum, melihatnya tersenyum hatiku tertawa riang membuat aku bahagia. Menyayanginya secara sadar, membiarkannya terus masuk kerelung hatiku yang dalam, membuatnya menguasai hati ini.

-YOU-

Pelukan yang selama ini hanya bayangan yang ingin sekali terjadi padanya kini benar bisa di rasakannya lagi, lengan itu kini mendekapnya dengan penuh kehangatan lagi membuatnya sangat merasa aman dan sangat nyaman. Haru dan bahagia berserta sedikit ketakutan akan sakit yang dulu pernah dirasakannya semua menyatu bersama dengan pelukkan Hyun dan Hyukjae saat ini.

“ Bogosippo “, “ Naddo “ saut Hyun lembut di tengah pelukkan mereka berdua, Hyun tau Hyukjae tersenyum dengan sedikit tawa dari suaranya. “ Kau sudah makan? “, “ Belum, kau mau temani aku makan? “, tanya Hyukjae dan melepaskan pelukkannya untuk melihat Hyun dan menunggu jawaban dari ajakkannya. “ Ne, aku temani “ dan belaian lembut Hyukjae di rambut Hyun lagi-lagi memberikan kenyamanan untuknya, “ Aku merasakannya lagi “ ucap Hyun dalam hatinya sambil tersenyum manis ke arah Hyukjae yang kini juga tersenyum padanya.

-YOU-

Hari-hari berlalu terasa lambat, kini Hyun harus kembali menjalani hubungan jarak jauhnya dengan Hyukjae. Mereka hanya bisa melapaskan rasa rindu dengan selalu berhubungan lewat jaringan telepon ataupun sms tapi walaupun begitu Hyun merasa bagaia karena dia bisa merasakan perhatian dari Hyukjae lagi padanya. Setiap ada kesempatan Hyukjae akan pergi untuk menemui Hyun di Seoul dan menghabiskan waktu bersama dengan bergembira.

Sekarang ini mereka harus melakukan hubungan jarak jauh bukan karna Hyukjae yang harusk bersekolah melainkan bekerja di luar kota. Beberapa kali Hyukjae meminta Hyun untuk datang mengunjunginya di gangwon tapi dengan ijin yang tidak akan didapat Hyun dari orang tuanya untuk pergi membuat Hyun tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini dia masih tinggal bersama dengan orang tuanya.

-YOU-

Hyun POV

Aku merasakan keganjilan itu lagi, merasakan keanehan itu lagi dan aku menunggunya untuk bicara. Dia tidak mengijinkanku untuk menunjukkan rasa sayangku dengan tulisan yang aku buat di wall akun facebooknya, yang ku tulis langsung dihapusnya dan aku merasakan itu, menunggu dirinya bicara padaku. Keganjilan itu semakin aku rasa sampai pada kepulangan dia yang selanjutnya, dia tidak mau menemui ku sama sekali, aku menunggunya bicara.

Hatiku seakan tertusuk dan aku mulai sulit bernafas saat aku tau dia sudah memblock ku dari facebooknya, aku menunggunya bicara. Hati ini sudah tidak lagi sanggup menerima perbuatannya dan emosiku kembali pecah “ Aku sudah bilang tidak lagi mau tapi kau yang meyakinkan ku dan memintaku memberikan kesempatan kedua padamu dan sekarang, ini yang kau lakukan “. “ Maaf tapi kini aku harus tegas “.

Demi apapun aku sudah tidak bisa berfikir jernih dengan apa yang dia lakukan padaku. Tegas. Apa yang dimaksudnya dengan tegas, aku tidak mengerti. Hubungan berakhir tanpa ada kata pemutus diantara kami, dia pergi dan meninggalkan LUKA dan rasa SAKIT padaku lagi. Setelah dulu perjuangan ku hampir dua tahun untuk melupakannya sampai akhirnya sekarang dia kembali membuat lubang dihatiku, butuh waktu berapa lama lagi aku harus menyembuhkannya?.

Selesai dengannya dan belakangan ini aku mengetahui bagaimana selama ini dia menajalani kisah cintanya, perjalanan cinta darinya seseorang yang aku sayangi. Dia hanya mementingkan hatinya, keinginannya tanpa perduli dengan hati dan perasaan pasangannya, ternyata bukan aku yang salah.

Harusnya kau menjadi lebih menyayangiku, lebih mencintaiku dengan kesempatan kedua yang aku berikan. Harusnya kau memperbaiki apa yang sudah kau rusak selama ini dengan kesempatan yang aku berikan padamu, jadi apa kesempatan kedua untukmu? Atau hanya kau jadikan aku tempat persinggahan sebelum kau temui yang baru? Haruskah kau melakukannya padaku? Menyakiti aku yang sebenarnya kau tahu sangat menyayangimu.

-YOU-

Hembusan nafas panjang bersamaan dengan kepulan asap yang keluar dari hidung dan mulutnya menunjukkan betapa berat apa yang sedang di rasakannya saat ini, dengan air mata yang menetes perlahan di kedua ujung matanya dia berusaha menata hatinya yang berantakan, berusaha mengembalikan semua yang sempat hilang darinya.

Matany terpejam sesaat, meyakinkan hatinya untuk menutup kisah pedih itu di dalam hatinya dan mencoba menemukan titik terang dalam hatinya untuk kembali ke kehidupannya yang bahagia dengan penuh tawa dan canda seperti sebelum cerita yang di mulai dan berakhir dengan sangat pedih itu berada, kembali menjadi Hyun yang akan selalu berusaha untuk menjadi bahagian tanpa harus meratap dengan kesedihan yang menemani hari-harinya, kini hanya ingin rasakan bahagia untuk selamanya.

 

“ Pergilah kau selamanya, hilangkan jejak langkah mu dari jarak pandangku bahkan jangan biarkan aku melihat setitik bayang dirimu lagi, ku mohon pergilah. Mungkin aku memang tidak akan pernah bisa berjalan menjauh dan meninggalkan mu jadi ku mohon kau yang berjalan berbalik dan menjauh dari tempatku berdiri, dari tempat di mana aku selalu menunggu mu, lakukan itu untuk ku.”

-The END-

* Please do not Copy paste or Re-upload this fiction*

 

~ by Julz on February 6, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: