Lies [Part 1]

ss

Author : Rahma Julynda (RJulynda)
Cast : Yesung – Hangeng (Super Junior) – Hyun (OC)

Lenght: Chapter / Continue

Gendre: Romance – Hurt – Drama

“ Kau kenal dengan Hangeng ? “ Yesung menatap wanita disampingnya sekilas lalu kembali memandang lurus kedepan. “ Ye, Hangeng. Maksud Oppa itu Hangeng sahabat Oppa ? “, “ Ne “ Yesung kembali manatap wanita disebelahnya. “ Iya, aku mengenalnya. Wae ? “. Yesung diam sesaat, memikirkan kata-kata yang ingin dia sampaikan kepada wanita disampingnya.

“ Oppa,,, “ Wanita disamping Yesung menyandarkan kepalanya ke bahu Yesung sambil menutup matanya. “ Hyun’aa ,,,, “, “ Aku hanya ingin beristirahat sebentar Oppa, bolehkan ? “. Yesung memalingkan wajahnya dan menatap bintang yang menghiasi malamnya bersama Hyun disampingnya saat ini.

“ Oppa, tadi kau tanya apa aku kenal dengan Hangeng oppa untuk apa ? “, “ Aah itu, aku .. “ Hyun memandang Yesung, menunggunya berbicara. “ Hangeng, dia ….. Menyukaimu “ ucap Yesung akhirnya, Hyun terlihat kaget mendengar perkataan Yesung barusan.

“ Lalu bagaimana denganmu ? Hangeng itu pria yang baik dan kau pasti akan bahagia dengannya “ Yesung tersenyum manis mengatakannya, Hyun menoleh ke arah Yesung yang sedang tersenyum dan dia bahagia melihat senyuman Yesung. “ Apa Oppa akan bahagia, jika Hangeng oppa bahagia ? “, “ Ya , tentu saja karena dia adalah sahabatku, jadi aku akan bahagia jika dia bahagia “ Yesung kembali tersenyum.

-Lies-

Dua hari terakhir cuaca di Korea sedang tidak menentu, kadang hujan bisa saja turun sehabis panasnya matahari membanjiri, mungkin karena sedang menuju pergantian musim saat ini. Hangeng berdiri tidak jauh dari ruangan yang bertuliskan LAB KOMPUTER, dia terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang disana dengan wajahnya yang terlihat sedikit gugup.

Setelah 10 menit menunggu akhirnya Hangeng melihat seseorang yang ditunggunya keluar dari ruangan tersebut, “ Hyun’aaaa … “ teriaknya dan sudah pasti membuat sang pemilik nama pun menoleh kearahnya. “ Hyun’a, bisa kita bicara sebentar ? “ Hyun menanggapinya hanya dengan anggukkan kepala.

“ Kenapa kita ke laut ? “, “ Ahh , aku juga tidak tau. Tadi hanya terpikirkan membawamu kesini. Ini tempat favoritenya Yesung “ senyum Hangeng sambil memberikan sebotol minuman pada Hyun, “ Iya, aku tau itu. Dia sangat suka laut “ Hyun tersenyum mengucapakannya, dia membayangkan wajah Yesung saat ini. “ Jadi , Oppa mau bicara apa denganku ? “.

“ Aku tidak tau ini benar atau tidak, mungkin terlalu cepat tapi aku tidak bisa menahannya lagi untuk tidak mengatakannya padamu. Hyun , aku menyayangimu “ Hangeng memberanikan diri menatap Hyun selesai dia mengatakan isi hatinya pada wanita yang sudah berhasil merebut hatinya itu.

-Lies-

Langit gelap menyelimuti Seoul saat ini, menamani derasnya hujan yang turun di sore hari. Yesung dengan lincah menarikan jemarinya di atas tuts piano, mengiringi suara indahnya bernyanyi. Sepertinya lagu yang tepat dinyanyikan di saat hujan seperti ini. Penghayatan Yesung benar-benar bagus, begitulah dia mengekspresikan dirinya lewat lagu yang dibawakannya dengan indah.

Hujan masih saja tak mau beranjak walaupun Yesung sudah selesai melakukan latihannya hari ini, pandangannya berpaling dari langit yang masih saja menurunkan hujan menuju suara nyaring dari handphonenya, sms dari Hangeng.

From Hangeng :
“ Aku ingin sekali bertemu denganmu, ada yang ingin aku ceritakan padamu. Nanti malam datanglah ke rumahku “

Yesung reply :
“ Baiklah, aku akan datang “

“ Oppa , apa kau masih di dalam .. ? “ , “ Iyaa . “ Yesung menghampiri pintu. “ Yaa, apa kau bermain hujan. Bajumu. “ Yesung menatap Hyun yang sudah kebasahan, “ Hiihiiii, hanya bermain sedikit “. “ Apa yang kau lakukan disini ? “, “ Tidak bolehkah ? Aku baru saja selesai mengerjakan tugasku dan ingin melihat Oppa latihan, apa sudah selesai ? “, “ Baru saja “.

“ Ganti baju basahmu itu dengan ini “ Yesung melepaskan jaket yang dipakainya dan diberikan kepada Hyun yang bajunya sudah basah akibat bermain hujan. “ Aku akan keluar sebentar agar kau bisa ganti baju “ Yesung melangkah keluar ruangan, memberikan waktu untuk Hyun berganti pakaian.

Malam sudah menyapa, Yesung dan Hyun masih terjebak di ruang musik karena hujan yang masih saja turun. Yesung menyanyikan beberapa lagu di iringi dengan permainan pianonya untuk mengisi waktu mereka menunggu hujan berhenti, hingga akhirnya membuat Hyun tertidur pulas.

“ Apa sudah berhenti hujannya ? “ Ucap Hyun saat Yesung membangunkannya, “ Iya, hujannya sudah berhenti. Ayo kita pulang “ Yesung merapihkan kertas-kertas yang berisikan not-not yang membantunya bermain piano tadi ke dalam tasnya. Yesung melajukan motornya menuju rumah Hyun untuk mengantarkannya dan setelah itu memenuhi janjinya untuk berkunjung ke rumah Hangeng.

“ Aku kira kau tidak akan datang, dari mana saja kau ? “, “ Aku terjebak hujan di ruang musik tadi, jadi terlambat. Kau punya cerita apa ? “ Yesung menyeruput teh hangat yang Hangeng suguhkan padanya untuk menghangatkan tubuhnya yang baru saja melaju di tengah cuaca dingin tanpa balutan baju hangat karena tadi baju hangat yang dia punya sudah dia berikan pada Hyun.

“ Aah itu, aku mau bilang padamu kalau aku sudah mengatakan pada Hyun kalau aku menyayanginya “ Hangeng dengan bahagia menceritakannya kepada Yesung. Yesung terdiam dan sesaat kemudian baru bisa menelaah ucapan Hangeng padanya, “ Lalu ? “, “ Lalu , mulai dari kemarin aku dan Hyun sudah resmi berpacaran “ Hangeng memeluk bantal yang ada di kursi dengan ekspresi bahagia. “ Semua berkat kau, aku tau kau pasti sudah membantuku “ Hangeng memeluk Yesung, meluapkan kebahagiaannya kepada sahabatnya itu.

-Lies-

Duduk di sebuah bangku perpustakaan sambil fokus melihat layar leptop di depannya dan sesekali membaca buku yang ada di sampingnya, itulah yang Hyun sedang lakukan saat ini. Hyun nampak serius dengan apa yang sedang Ia kerjakan dengan Leptopnya itu. “ Akh , rumit .. “ .

“ Kau sedang apa ? “ Hangeng datang dan langsung duduk disamping Hyun, Ia melihat apa yang di kerjakan Hyun dengan Leptopnya, “ Hanya sedang belajar “ senyum Hyun dan kemudian menutup semua aplikasi yang digunakannya. “ Apa sudah bisa berangkat ? “, Hyun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Hangeng.

Hanya memandang lurus tanpa ekspresi, itu yang sedang di lakukan Yesung saat ini. Ia berguman kecil, mungkin mengikuti nyanyian lagu yang didengarnya dari earphone. Lapangan basket tampak seperti biasanya, tak banyak yang mempergunakannya. Yesung mengambil bola basket yang di bawanya dari dalam tas dan berjalan menuju tengah lapangan. Yesung mendribble bola dengan perlahan ditangan kanannya masih dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya, ia bermain sendiri.

“ Apa kau sedang dalam dunia mu lagi ? “ Hangeng merebut bola dari tangan Yesung dan melemparkannya kearah ring membuat Yesung sedikit kaget dengan kedatangannya. Yesung melepas earphone yang menjadi prisainya untuk membatasi dirinya dengan dunia luar.

“ Yesungieee Oppa … “ Yesung menoleh, dia tahu benar siapa yang memanggilnya dengan sebutan seperti itu, itu Hyun. “ Wae, Yesungieee ? Haahhaa lucu sekali. Annyeong Yesungiee “ goda Hangeng mendengar panggilan Hyun untuk Yesung, “ Jangan panggil aku seperti itu “ Yesung tampak sedikit kesal.

“ Apa yang kau lakukan disini ? “, “ Aku yang mengajaknya, tidak boleh kah ? “, Yesung menganggukkan kepalanya seperti mengingat sesuatu. “ Aku lupa, kalian sudah pacaran “ ucap Yesung sambil memandang kearah Hyun.
Hangeng dan Yesung sibuk dengan permainan mereka berdua, sedangkan Hyun duduk di pinggir lapangan memperhatikan mereka yang asik bermain. Hyun tersenyum dan kadang mengeluarkan suara tawanya melihat kedua sahabat yang sedang bermain itu, menikmati pemandangannya dari bawah pohon besar yang meneduhkannya dari terik matahari.

-Lies-

Jam menunjukkan pukul 7 malam saat Hangeng sudah selesai bersiap untuk keluar rumah malam ini. Hangeng meyambar kunci mobil yang terletak di meja kecil kamarnya dan siap untuk pergi. “ Apa kau tidak ingin makan malam dulu ? “, ” Aku akan makan malam di luar Omma, aku pergi dulu “ Hangeng mengecup kening Ibunya sebelum melangkah keluar rumah.

Hyun sudah menunggu di luar pagar rumahnya saat Hangeng tiba disana, dengan sedikit senyum yang ada Hyun menyambut kedatangan Hangeng. “ Apa sudah lama menunggu ? “, “ Ani, aku baru saja keluar rumah “. Hyun masuk kedalam mobil Hangeng dan mereka berdua berangkat.

“ Apa Oppa sudah lama mengenal Yesung oppa ? “, “ Aku sudah cukup lama mengenalnya , wae ? “ saut Hangeng dan sesekali memandang kearah Hyun. “ Ani, aku hanya tanya saja. Euum, jadi kita mau kemana sekarang ? “, “ Euum , aku tidak mau bilang “ Hangeng tersenyum manis untuk Hyun dan Hyun hanya menganggukkan kepalanya perlahan sambil perlahan mengalihkan pandangannya keluar mobil, melihat lampu-lampu yang menghiasi Korea di malam hari, indah.
Hangeng membawa Hyun ke sebuah restoran yang memiliki dekorasi ruangan yang sangat manis dengan pilihan warna yang soft dan pernak-pernih pendukung yang menambah kesan manis dan terlihat romatis. Hyun sempat terpesona melihat design restoran yang didatanginya bersama dengan Hangeng.

“ Waaah, Oppa kau pintar sekali bisa menemukan restoran manis seperti ini “ Hyun masih saja melihat dengan senang design dan interior dari restoran, dia tidak bisa menghilangkan senyum di wajahnya. “ Apa kau suka ? “,” Ne, aku suka. Suka sekali “ Hangeng mendapatkan senyum manis dari Hyun dan dia merasa sangat senang dan berhasil membuat Hyun bahagia.

Hangeng dengan perlahan memotong daging steak di atas piringnya sedangkan Hyun asik menikmati pasta yang di pesannya. Restoran yang memiliki design dan interior yang manis ini menyajikan makanan-makanan barat, menu pilihan yang terdapat di dalam buku penuh dengan makanan khas dari semua negara barat.

“ Aku ingin memiliki satu yang seperti ini, tapi tidak sama persis. Akan aku buat dengan berbeda “ mata Hyun masih menikmati keseluruhan restoran ini. Hangeng tersenyum “ Jadi, kau ingin punya restoran yaa “ , “ Aku juga belum tau, tapi yang pasti aku ingin sekali memiliki usaha sendiri “.

“ Gomawo Hyun’a , sudah mau bersamaku “ Hangeng menggenggam tangan Hyun dan memandangnya dengan penuh kasih sayang, Hyun agak terkaget dengan sentuhan yang Hangeng lakukan padanya namun bisa ia tutupi dengan senyuman di wajahnya.

-Lies-

Yesung tergeletak malas di atas tempat tidurnya, teriknya panas matahari membuatnya enggan melakukan aktifitas di luar rumah saat ini. Balutan baju tipis yang menempel di tubuhnya masih membuat keringat muncul dari kulitnya.
Yesung keluar kamar menuju dapur untuk menyegarkan tenggorokkannya. Rumah tampak sepi karena tidak ada siapapun di rumah. Orang tua Yesung keduanya masih berkerja jadi di saat siang dan di hari kerja seperti ini tidak akan ada orang di rumah selain Yesung, itu pun kalau Yesung tidak ada jadwal kuliah.

Yesung sudah lama terbiasa dengan kondisi rumah yang selalu sepi sejak kakaknya pergi sekolah keluar negeri dan sekarang setelah lulus pun kakaknya tetap memilih untuk bekerja di sana, jadilah Yesung sendirian dan hanya bersama dengan kedua orang tuanya di rumah.

Yesung bersandar malas di teras depan kamarnya sambil menenggak coke dingin yang di ambilnya dari dalam kulkas, memberikan kesegaran di tenggorokkannya. Mungkin karena hal ini Yesung jadi orang yang sangat pendiam, karena memang tak ada orang yang bisa diajaknya bicara selama ini atau memang dia yang tidak terlalu suka berbicara, entahlah.

Hyun Message :
“ Panas sekali hari ini. Makan Ice Cream pasti enak ^__^ “

Yesung Reply :
“ Aku lebih suka coke. Kau di mana ? “

Hyun Message :
“ Menikmati cuaca panas sambil berharap ada yang membawakan ku Ice Cream ^__^ “

Yesung Reply :
“ Hahhaa, belilah di Supermarket terdekat “

Hyun tersenyum membaca sms balasan yang Yesung kirim padanya. Ia masih melihat layar ponselnya saat Hangeng merangkul bahunya dari belakang. “ Wae ? “, Hyun menggeleng dan tersenyum. “ Oppa sudah selesai ? Ayo kita pulang, panas sekali di sini “ Hyun beranjak dari duduknya di ikuti oleh Hangeng di sampingnya yang menggenggam tangannya sambil berjalan menuju mobil.

-Lies-

“ Ahjuma , apa Yesung tidak ada ? “ Hangeng menghampiri Ibu Yesung yang sedang menyiapkan makan siang di dapur saat sudah di perbolehkan masuk. “ Tadi dia bilang ingin keluar sebentar, dia sudah dari tadi, mungkin sebentar lagi sampai. Kau tunggu saja di kamarnya “, setelah mendapat ijin Hangeng melangkah menuju kamar Yesung dan menunggunya di sana.

“ Kau dari mana saja ? “, Yesung mengangkat plastik yang berisi barang belanjaan yang baru saja Ia beli. “ Wae ? “, “ Heiii.. Sekarang aku harus punya alasan untuk bertemu denganmu ?. Wahh kau ini “ Hangeng melemparkan bantal kearah Yesung. “ Sekarangkan kau sudah punya pacar jadi pasti ada sesuatu kau menemuiku “ Yesung melemparkan kembali bantal ke Hangeng.

“ Bagaimana, kau bahagiakah ? “, Hangeng merebahkan tubuhnya dan kemudian memeluk bantal , “ Aaah, aku bahagia “ senyum Hangeng. Yesung tersenyum seperti ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya itu, “ Baguslah kalau memang kau bahagia “. “ Jadi , kapan kau punya pacar ? “, “ Memangnya harus ? “ Yesung beralih kehadapan komputernya, “ Ya harus, kalau kau itu pria normal , hahhaaah “ karena perkataannya Hangeng mendapat lemparan benda-benda kecil yang ada dihadapan Yesung, “ Sial kau .. “.

-Lies-

“ Begini, begitu, lalalllaaala. Aisssh, suka sekali kau mencampuri urusan ku …” Hyun menggerutu dalam perjalanannya menuju kelas. Suasana hatinya sedang tidak baik hari ini. “ Yaa !! Apa-apaan ini, lepas !! “ Hyun berteriak saat seseorang dari belakang menutup kedua matanya dengan tangan.

“ Mianhae, mianhae … “ Hangeng dengan wajah bersalah meminta maaf setelah melepaskan tangannya yang menutupi kedua mata Hyun. Hyun menoleh ke belakang dan merasa bersalah telah berteriak pada Hangeng “ Aah,, mian Oppa, aku tidak tau kalau itu kau, mianhae “, “ Gwaenchana, aku saja yang kekanak-kanakkan “ Hyun tersenyum, dia sungguh tidak enak sudah berteriak ke arah Hangeng.

Huuuuuffff … “ Dengus Hyun di tengah makan siangnya sambil mengunyah perlahan nasi kari yang menjadi menu makan siangnya kali ini. Hyun masih sibuk dengan mood yang sedang tidak baik dan sibuk mengunyah makanan yang hanya berputar-putar dimulutnya, dia melihat Yesung membeli minuman di kantin dan berlalu, kemudian Hyun mengikuti langkah Yesung.

“ Yesungiee Oppa ,, “ Hyun merangkul tangan Yesung saat sudah mendapati Yesung disampingnya, Yesung kaget dengan keberadaan Hyun yang sudah berada disampingnya. “ Oppa, masih ada kelas ? “,Yesung tak menjawab pertanyaan Hyun, dia hanya memandangnya dengan tatapan bertanya. “ Mood ku sedang tidak baik hari ini “ Hyun menundukkan kepalanya, “ Jadi, ayo kita main Oppa “ senyum Hyun kemudian dan menarik Yesung untuk mengikuti langkahnya.

Malam sudah menyelimuti Seoul dan Hyun masih saja asik bermain di sebuah game center bersama dengan Yesung. “ Aaaahhh, hengbokande .. “ senyum Hyun manis yang sudah merebahkan kepalanya di bahu Yesung. “ Kau ini, suka sekali bermain di tempat ini “ Yesung memberikan gadis disampingnya itu sebotol coke.

“ Memangnya Hangeng kemana, kenapa kau tidak bersamanya ? “ ,
“ Apa tidak boleh kalau bersama Oppa ?”,
“ Ne,,? “
“ Anii,, aku hanya sedang ingin bermain dengan mu saja “

-Lies-

Taman kampus sedang banyak di penuhi oleh daun-daun kering yang berguguran dari pohon rindang yang tumbuh di sekitaran kampus, berterbangan dengan bantuan dari angin yang berhembus. Yesung baru saja memarkirkan motor merahnya di area parkir kampus saat melihat Hyun yang juga baru tiba. Mulutnya sudah hampir mengucapkan sesuatu namun tertahan saat melihat Hangeng yang kemudian muncul di belakang Hyun, niatnya terhenti dan kemudian malah memalingkan wajahnya dari kedua orang itu, dia tidak mengerti.

Yesung hanya duduk bersandar dekat dengan piano di ruang musik setelah hampir setengah jam berada di sana tanpa melakukan apapun, entah mengapa Yesung sedang tidak ingin melakukan apapun. Ditangannya ada beberapa kertas yang dipegang, tapi entah dia membacanya atau tidak karena matanya tidak benar-benar tertuju pada kertas-kertas itu. “ Apa yang aku lakukan ? “

Yesung berjalan di koridor kampus saat dia mendengar seseorang yang memanggilnya, itu Hyun. Hyun berlari menghampiri Yesung yang ada di koridor sebrang, Hyun sembarangan berlari tanpa memperhatikan langkahnya dan brukkkkkkk, dia terjatuh. Yesung berlari menghampiri Hyun yang terjatuh.
“ Yaa, tidak bisakah kau memperhatikan langkah mu ? “
“ Sakit Oppa, uuhuuu sakit “

Hyun mengerang kesakitan akibat luka yang ada pada kakinya, Yesung menggendong Hyun menuju ruang kesehatan kampus. Hyun melingkarkan kedua tangannya pada leher Yesung dalam perjalanan menuju ruang kesehatan. Yesung menyerahkan Hyun pada perawat yang sedang berjaga di ruang kesehatan untuk menangani lukanya.

“ Untuk apa kau tadi berlari memanggil ku ? “
“ Tidak ada, aku hanya ingin melihat mu dari dekat karena sudah lama tidak melihat mu “
Yesung hanya bisa bingung mendengar ucapan Hyun padanya. Hanya untuk bertemu, Hyun sampai berlari dan akhirnya membuatnya terjatuh seperti tadi, sehingga membuat luka dikakinya.
“ Gwaenchana ? “
“ Sedikit perih, tapi tak apa “ senyum Hyun.

Yesung memapah Hyun untuk keluar dari ruang kesehatan dan saat hampir saja keluar dari ruangan Hangeng datang menghampiri mereka berdua, “ Hyun’aa Gwaencana ? tadi aku dengar kau jatuh “, “ Aah, Oppa aku tidak apa-apa “ Yesung melepaskan tangannya dari rangkulan di pinggang Hyun. “ Kenapa kau tidak memberitahu ku ? “, “ Mian, aku lupa. Lagi pula aku tidak apa-apa, ada Yesung oppa yang membantu ku “ senyum Hyun ke arah Yesung yang berdiri disampingnya. Hangeng menggantikan Yesung untuk memapah Hyun dan membawanya menuju mobil.

Yesung Message :
“ Bagaimana dengan kakimu ? “

Hyun Reply :
“ Baik, tidak separah kelihatannya ^___^ “

Yesung Message :
“ Baguslah “

-Lies-

Hangeng meletakkan ponselnya di meja yang ada di dalam kamar, dia baru saja selesai menelephone Hyun. Sudah beberapa bulan Hangeng dan Hyun menjalin hubungan dan Hangeng merasa sangat bahagia bisa bersama dengan Hyun, orang yang dia sayangi. Senyum menghiasi wajah Hangeng sekarang, dia nampak sangat senang.

Hangeng baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur saat Yesung mengetuk pintu kamarnya. “ Apa yang sedang kau lakukan ? “, “ Baru saja melemparkan tubuh ku ke kasur “ senyum Hangeng lagi, “ Ada apa ? “, “ Tidak ada, hanya bosan di rumah “. Yesung gantian yang merebahkan diri di atas tempat tidur Hangeng.

“ Apa kau bahagia bersama Hyun ? “
“ Ahh, ne ?? “
“ Anii .. “

Yesung tak melanjutkan pembicaraannya dan kembali pada posisi awalnya yang berbaring di tempat tidur. “ Heii, sudah lama kita tidak main “, “ Akkh , aku sedang malas “ saut Yesung dan Hangeng pun ikut berbaring di tempat tidur, akhirnya mereka berdua malah tertidur di sana.

-Lies-

Sekarang Yesung sudah harus terbiasa melihat pemandangan yang hampir setiap hari dilihatnya, Hangeng dan Hyun. Yesung kadang suka diam-diam menikmati pemandangan sepasang kekasih ini, ada rasa iri yang muncul dihatinya melihat Hangeng dan Hyun.

Hyun menunggu Hangeng menjemputnya sambil melihat Yesung yang sedang latihan, memperhatikan jari-jari Yesung yang lincah bermain di atas tuts piano. “ Aku selalu suka dengan permainan piano dan suaramu Oppa “ Hyun memeluk lengan Yesung dan membuat senyuman di wajah Yesung.

Hyun memejamkan matanya sebentar di samping Yesung masih sambil memeluk tangan Yesung. Yesung memandangi Hyun yang tertidur dan kemudian menyentuh pipi Hyun yang sudah terlihat memerah karena udara dingin. Tanpa sadar Yesung menyentuh bibir Hyun menggunakan bibirnya, memberikan ciuman untuk Hyun.

“ Mian, aku tidak sengaja. Hyun’aa, aku .. “
“ Ne, Oppa Gwaenchana “

Ucap Hyun sambil mencoba memberikan senyumnya pada Yesung. Yesung merasa sudah sangat bersalah dengan melakukan hal bodoh, mencium wanita sahabatnya sendiri. Hangeng datang di saat keadaan kaku di antara Yesung dan Hyun, “ Baguslah ternyata Yesung menemanimu, mian aku terlambat “, “ Iya, Yesungiee oppa menemaniku “ senyum Hyun lagi dan saat ini tak nampak di paksa dan dengan jelas Yesung melihat senyuman itu.

Yesung mengemudikan motornya dengan cepat, dia menyesali perbuatan bodohnya hari ini dan dia tidak mengerti apa yang membuatnya mencium Hyun tadi, tapi yang pasti tadi itu bukan ketidak sengajaan seperti apa yang dia katakan pada Hyun, tadi itu karena Yesung memang benar-benar ingin mencium Hyun tapi alasan dia ingin melakukan hal itu yang tidak dia mengerti.

Sesampainya di rumah Yesung langsung menuju kamarnya tanpa menyadari ucapan Ibunya yang sudah sampai di rumah. Di kamarnya Yesung masih kebingungan dan menyesali perbuatannya pada Hyun tadi, bingung akan apa yang membuatnya ingin mencium Hyun. “ Apa aku mencintainya ? Itu sungguh hal bodoh “.

Dalam perjalaanan pulang bersama dengan Hangeng, Hyun tidak banyak bicara dan tak lama malah memejamkan mata di samping Hangeng yang sedang mengemudikan mobil. Hyun tak benar tertidur, dia hanya memejamkan mata sambil membayangkan kejadian tadi saat bersama dengan Yesung.

-Lies-

Yesung selesai dengan kelasnya siang ini dan dia ingin mengisi perutnya dengan makan siang. Yesung melihat Hyun dan Hangeng dari kejauhan dan langkah kakinya tanpa sadar malah menjauh dari pasangan itu. Semakin hari Yesung bertambah tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya, dia tidak tau apa yang sebenarnya dia rasakan saat ini, yang dia bisa lakukan belakangan ini hanya menghindari Hyun dan Hangeng.

Hyun selalu mendapatkan perlakuan manis dari Hangeng, dia merasa senang bisa mendapat perlakuan seperti itu dari Hangeng. Kadang Hyun akan tersenyum saat melihat Hangeng yang tersenyum padanya, tapi sekarang ini entah mengapa Hyun merasakan sesuatu yang kurang.

Yesung sedang berbaring malas di tempat tidurnya saat nada sms dari ponselnya berbunyi, dia melihatnya dan melihat nama Hyun di layar ponselnya membuat Yesung sedikit ragu untuk membuka pesan dari Hyun itu.

Hyun Message :
“ Oppa , apa kau sedang menjauh dari ku ? “

Yesung Reply :
“ Tidak, buat apa ? “

Hyun Message :
“ Benarkah ? Baguslah kalau memang tidak. Mau temani aku makan Ice cream ? Aku sedang ingin makan Ice cream “

Yesung Reply :
“ Minta Hangeng menemanimu “

Hyun Message :
“ Aku ingin ke sana bersama mu, sudah lama tidak ketempat itu denganmu, maukah ? “

Yesung Reply :
“ Ya sudah tunggu aku, aku akan menjemputmu “

Yesung mengambil jaketnya yang tergantung di balik pintu kamarnya dan bergegas menuju rumah Hyun untuk memenuhi permintaan Hyun, menemaninya makan Ice cream. Yesung hanya tidak ingin Hyun berfikiran bahwa ia sedang menghindarinya atau memang karena dirinya ingin bertemu dengan Hyun, entahlah Yesung pun bingung dengan perasaannya saat ini.

Di rumah Hyun dengan senang menunggu Yesung yang akan datang menjemputnya, dia bersiap-siap dikamarnya sebelum Yesung sampai. Tak berapa lama Hyun mendengar suara motor di depan rumahnya dan dengan cepat Hyun keluar dari kamar, berlari keluar rumah. Yesung memberikan helm yang dibawanya pada Hyun dan saat Hyun sudah mengenakannya, mereka pun berangkat menuju café Ice cream yang sering mereka kunjungi bersama.

Sesampainya di café , Hyun memesan Ice cream triple coklat kesukaannya dan memesankan yang sama untuk Yesung. Tak berapa lama kemudian pesanan mereka datang, dengan senang Hyun memakan Ice creamnya. Asik dengan Ice cream didepannya dan kemudian Hyun melihat kearah Yesung yang sepertinya tidak merasakan hal yang sama dengannya karena sepertinya Yesung sedang sibuk dengan dunianya sendiri, dia hanya memandangi Ice cream didepannya dengan tatapan kosong.“ Oppa, kau kembali seperti dulu. Masih saja sibuk dengan dunia mu sendiri, apa kau bosan ? “, “ Aah, anii “ Yesung tersadar dari lamunannya dan memakan Ice cream dihadapannya yang sudah mulai mencair.

“ Bahagia bisa bersama dengan Oppa malam ini “ Hyun tersenyum pada Yesung selesai mereka memakan Ice cream, “ Aku hanya menemanimu saja, apanya yang menyenangkan “ senyum Yesung juga pada Hyun, “ Entahlah, yang pasti aku senang “. Keduanya tersenyum, meski hanya sebentar tapi keduanya merasa senang bisa melalui waktu bersama, mungkin karena mereka sudah lama tidak pergi bersama.

-Lies-

Walaupun sebenarnya Yesung ingin menghampiri Hangeng dan Hyun dan bersikap seperti biasanya terhadap mereka, namun entah mengapa dia tidak bisa melakukannya. Yesung hanya ingin memperjelas perasaannya yang sudah membuatnya merasa tidak nyaman saat ini.

Yesung melihat mobil Hangeng sudah terparkir saat dia sampai di parkiran kampus, bola mata Yesung membesar saat melihat ke dalam mobil Hangeng. Hangeng mencium Hyun, membuatnya sangat merasa risih melihatnya dan langsung berlalu dari sana.

Hangeng duduk di perpustakaan berhadapan dengan buku-buku yang baru saja diambilnya dari rak-rak yang ada di sana, menyalin beberapa kalimat dari buku-buku itu. Yesung yang baru saja sampai di perpustakaan namun ingin segera pergi dari sana saat melihat Hangeng di sana tapi kemudian Hangeng terlebih dulu menyadari keberadaannya.

“ Kau kemana saja, sudah lama aku tidak melihatmu ? “
“ Kau saja yang terlalu sibuk, aku pergi dulu “
“ Yaa, yaa Yesung’ssiii .. “

Yesung meninggalkan Hangeng di perpustakaan, moodnya sedang tidak baik hari ini. Yesung menuju ruang musik, memutuskan untuk mengerjakan tugasnya di sana. Yesung membuka leptopnya dan mengeluarkan beberapa kertas-kertas dari dalam tasnya, namun bayangan kejadian yang tadi pagi dilihatnya membuatnya tidak konsentrasi belajar.

Hyun yang melihat Yesung sedang berada di ruang musik tanpa ragu menghampirinya, memandangi Yesung yang serius mengerjakan tugas di sana, “ Apa yang kau lakukan di sini, pergi sana ? “, “ Aku hanya melihat, tidak bolehkah ? “ Hyun mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah Yesung yang sedari tadi hanya tertunduk serius mengerjakan tugasnya.

Beberapa kali perkataan Hyun tidak ditanggapi oleh Yesung, membuat Hyun bingung dengan sikap Yesung padanya. “ Oppa, gwaenchana ? “ Hyun mencoba bertanya, namun Yesung masih saja diam dan kemudian Hyun mengulangi pertanyaannya sambil menyentuh lengan Yesung dan respon yang Yesung berikan membuat Hyun kaget.

“ Jangan menyentuhku “ Yesung menepis tangan Hyun dan melihatnya dengan tatapan tidak senang, “ Mianhae, aku hanya mau tahu, apa Oppa baik-baik saja “ Hyun terkejut dengan sikap Yesung padanya, “ Pergi saja sana “ ucap Yesung lagi dan Hyun pun meninggalkan Yesung sendiri di sana.

Hyun melangkah pergi dari ruang musik membiarkan Yesung sendiri, ada rasa sakit yang Hyun rasakan atas sikap Yesung tadi padanya. Ujung mata Hyun terdapat air mata, perkataan Yesung padanya membuatnya mengeluarkan sedikit air matanya.

Yesung melemparkan kertas-kertas dihadapannya kesal, hari ini perasaannya benar-benar buruk. “ Yesung waktunya makan malam “ ucap Ibunya di depan pintu kamar, “ Aku sudah makan tadi, jadi masih kenyang “ saut Yesung dari dalam kamarnya. Yesung bingung ada apa dengannya, mengapa dia harus merasa kesal melihat Hangeng mencium Hyun padahal itu adalah hal yang wajar karena Hyun adalah kekasih Hangeng, tapi dia benar-benar merasa kesal melihat hal itu.

-Lies-

Entah apa yang harus ia lakukan mendengar semua cerita Hangeng tentang Hyun, dia merasa sangat risih dan agak kesal mendengar semua cerita itu dari Hangeng. Yesung hanya bisa diam tanpa mau menanggapi cerita sabahatnya itu, “ Yaa, apa kau mendengarkanku ? “, “ Ne, aku dengar “ saut Yesung malas, “ Apa kau ada masalah ? “, “ Tidak ada, sudahlah cerita lagi saja “.

Hangeng tak melanjutkan ceritanya dengan Hyun, dia tahu ada yang tidak beres dengan sahabatnya sekarang ini. Hangeng hanya memperhatikan sikap diam Yesung saat ini dirumahnya, Hangeng tidak habis pikir betapa kuatnya Yesung berdiam diri tanpa mengatakan apapun.

“ Sebentar lagi aku akan keluar rumah, apa kau mau ikut ? “
“ Ahh, aku mau pulang saja “

Yesung beranjak dari tempat tidur Hangeng dan pergi dari sana, pulang ke rumah. Ibu dan ayahnya belum sampai di rumah saat Yesung tiba, keadaan rumah sepi. Dengan malas Yesung melangkah menuju kamarnya, lagi-lagi dia hanya sendirian di rumah tanpa ada siapapun yang bisa diajaknya berbicara. Yesung melemparkan tasnya kesembarang tempat dan kemudian berbaring di tempat tidurnya.

-Lies-

Hyun memutuskan untuk berkunjung ke rumah Yesung untuk mengetahui keadaan Yesung yang sudah beberapa hari ini tidak terlihat di kampus karena sakit. Hyun mengetahui keadaan Yesung tersebut dari teman sekelas Yesung yang juga dia kenal dan tanpa di temani Hangeng, Hyun mengunjungi Yesung dirumahnya.

Yesung tertidur di sofa ruang tamunya saat Hyun memencet bel rumahnya, dengan langkah lemas Yesung berjalan menuju pintu dan saat sudah membuka pintu rumahnya Yesung merasakan perasaan yang bercampur aduk saat melihat Hyun dihadapannya.

Yesung berjalan keruang tamu diikuti Hyun dibelakangnya dan kemudian kembali berbaring di sofa. “ Mana Hangeng, kenapa tidak bersamanya ? “, “ Dia tidak tahu aku ke sini, apa Oppa baik-baik saja ? “. Yesung meletakkan tangannya di atas kepala dan dia tidak menanggapi pertanyaan Hyun.

“ Apa Oppa sudah makan ? Mau aku buatkan ? “
“ Apa kau bahagia dengan Hangeng ? “
“ Aah, ne ?? “
“ Sudah jawab saja “
“ Hangeng oppa baik padaku “
“ Kau mencintainya ? “
“ Aku sudah mulai menyukainya , wae ? “

Yesung memandang Hyun akhirnya, setelah sedari tadi hanya memejamkan matanya. Tatapannya aneh melihat Hyun dan kemudian kembali memalingkan wajahnya dari Hyun, “ Lebih baik kau pulang, tidak baik kita hanya berdua saja di rumah “, “ Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu “, “ Hati-hati di jalan “ ucap Yesung lagi tanpa melihat kearah Hyun yang sudah berjalan meninggalkan dirinya. Sepeninggal Hyun, Yesung merasakan perasaan yang sesak di dalam hatinya.

-Lies-

Hyun merasa bingung dan aneh dengan sikap Yesung padanya akhir-akhir ini, Yesung menjadi lebih agak kasar dalam menanggapi perkataannya. “ Apa aku berbuat salah ? “, Hyun memeluk boneka tedy bearnya erat sambil mencoba menebak apa yang membuat sikap Yesung berbeda padanya.

Hyun berjalan keluar rumah untuk menghilangkan rasa penatnya yang seharian ini hanya berada dalam rumah, melalui waktu liburnya di rumah. Hyun menuju supermarket besar yang ada di tengah kota, walau tak banyak sebenarnya yang ingin dibelinya di sana namun niat utama Hyun adalah agar dia bisa sedikit melewati liburannya di luar rumah.

Satu kotak susu berukuran besar sudah berada dalam kantong yang Hyun pegang saat ini, dia sudah selesai berbelanja. “ Yesung Oppa … “ Hyun menghampiri Yesung yang berjalan didepannya, tangannya meraih tangan Yesung untuk membuat Yesung menghentikan langkahnya. Yesung membuka earphonenya dan menatap Hyun yang sedang tersenyum disampingnya.

“ Sedang apa kau ? “,
“ Ini , Oppa mau kemana ? Aku ikut yaa “

Hyun berjalan mendampingi langkah Yesung, mereka berdua berhenti di pinggir sungai dan duduk ditepiannya. Yesung kembali menggunakan earphonenya dan memandang lurus ke depan, dia tidak menghiraukan Hyun yang sedang duduk disampingnya.

“ Kau sedang tidak sendirian, jadi jangan gunakan ini “ Hyun melepaskan earphone di telinga Yesung dan dengan cepat Yesung menahan dengan tangannya. Yesung menggenggam tangan Hyun di samping kakinya dan tak dilepasnya. Hyun walau bingung dengan keadaan ini, namun dia merasa senang melihat tangannya yang berada dalam genggaman Yesung.

Ponsel Hyun berdering dan Hyun mengangkat teleponenya itu, dari Hangeng. Yesung menyadari bahwa itu adalah telephone dari Hangeng dan kemudian dia melepaskan genggaman tangannya dari Hyun, kemudian Yesung berdiri meninggalkan Hyun di sana. Hyun ingin mencegah langkah Yesung namun ada yang menganjal dihatinya.

-Lies-

“ Apa kau melihat Yesung ? “,
“ Aku belakangan ini jarang melihatnya, ada apa ? “,
“ Aku merasa ada yang aneh padanya belakangan ini, Oh yaa nanti malam kita jadi keluar yaa “
“ Oke, aku akan menunggu Oppa di rumah “

Hangeng mengandeng Hyun disampingnya, membuat Hyun menemani langkahnya. Sambil berjalan Hyun menyebarkan pandangannya untuk mencari sosok Yesung yang beberapa hari ini tak dilihatnya, membuat Hyun merasakan rindu pada Yesung.

“ Yaa, Yesung’ssi .. Kemana saja, jarang sekali bisa melihatmu sekarang “ Hangeng dan Hyun berpapasan dengan Yesung saat ingin menaiki anak tangga, Yesung hanya tersenyum di awal sebelum menjawab pertanyaan Hangeng padanya, sejurus Yesung melihat kearah Hyun dan kemudian memalingkan pandangannya, “ Aku duluan, yaa “ Yesung berlalu dari Hangeng dan Hyun.

“ Liatkan, dia aneh “

Hyun memandang kebelakang, melihat Yesung yang berjalan menjauh darinya dan di saat ini dia ingin sekali mencegah Yesung untuk menjauh darinya namun dia sadar dengan tangan orang lain yang sedang menggenggamnya saat ini. Hyun hanya bisa membiarkan Yesung berjalan menjauh darinya tanpa bisa mencegahnya.

Hyun sedang berada di kantin bersama dengan Hangeng untuk makan siang, dari kejauhan Hyun melihat Yesung bejalan dengan seorang wanita disampingnya, “ Oppa aku duluan yaa, bye “ Hyun mengambil tasnya dan kemudian mengikuti langkah Yesung dan wanita disampingnya itu, mereka berhenti di ruang musik.

Hyun memperhatikan mereka berdua dari luar, entah mengapa Hyun sangat ingin tahu apa yang mereka lakukan. Yesung terlihat hanya duduk di bangku di depan piano dan wanita itu ikut duduk disampingnya, lama dan Hyun merasa agak gerah melihat mereka berdua di sana.

“ Oppa … “ Hyun masuk ke dalam ruangan, wanita itu keluar dan sekarang hanya ada Hyun dan Yesung di sana. “ Apa yang kalian berdua lakukan di sini ? “ Yesung menatap Hyun datar, “ Apa aku harus melapor tentang apa yang aku lakukan padamu ? “ ucap Yesung dengan intonasi datar. Hyun tersentak dengan jawaban Yesung padanya karena benar juga untuk apa Yesung harus memberitahunya soal apa yang diperbuatnya.

Yesung sampai di rumah saat hari sudah mulai gelap, di rumah Ibunya sudah menyiapkan makan malam dan ternyata Ibunya tidak sendiri, ada Hangeng di sana. “ Apa yang kau lakukan ? “, “ Menunggumu “ Hangeng meletakkan piring yang sedang di peganganya di atas meja dan kemudian mengikuti langkah Yesung menuju kamarnya. Hangeng duduk di atas tempat tidur Yesung sambil dengan serius memperhatikan raut wajah dari sahabatnya itu.

“ Akhir-akhir ini kita jarang sekali bertemu dan saat melihatmu belakangan ini juga terasa aneh, ada apa denganmu ? “ tanya Hangeng dan Yesung hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil sibuk mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam tasnya dan menyusunnya di atas meja belajar.

“ Hyun juga merasa kau aneh, cerita padaku kalau kau memang sedang merasakan sesuatu “ ucap Hangeng lagi, walau tak memalingkan wajahnya ke arah Hangeng namun Yesung sempat menunjukkan kertertarikkan dari ucapan Hangeng saat menyebut nama Hyun. “ Aku baik-baik saja, tak ada apa-apa “.

-Lies-

Hangeng sibuk dengan ponselnya, “ Yaa Hyun’aa, odigaseyo ? Akkhh “ ia hanya memandangi layar ponselnya berharap Hyun akan menghubunginya. Hangeng duduk di kursi yang berada di teras-teras kampus, panik sambil memandangi layar ponsel. Hangeng menghela nafasnya panjang dan sesekali mencoba untuk menghubungi Hyun lagi namun tetap saja telephone nya tidak dijawab.

“ Hangeng’sii , Gwaenchana ?? “ Yesung mengarahkan telunjuknya ke wajah Hangeng yang terlihat panik, “ Yaa, Gwaenchanayoo ? “, “ Apa kau melihat Hyun ? “ Yesung menganggukkan kepalanya perlahan dan duduk di samping Hangeng, “ Hyun’aa, di perpustakaan. Wae ? “. Hangeng bergegas menuju perpustakaan dan meninggalkan begitu saja Yesung di teras.

Dari tempatnya duduk Yesung memandang Hangeng yang sedang berlari kecil untuk menemui Hyun di perpustakaan, senyum muncul di wajahnya namun dengan cepat berganti dengan ekspresi lainnya. “ Noneun ,,, “ ucapnya setelah menghela nafas, Yesung meninggalkan teras kampus dan beralih menuju parkiran untuk pulang ke rumah.

“ Hangeng oppa “,
“ Hyun’aa, kenapa kau tidak menjawab telephone ku ? “
“ Minhae Oppa, aku sedang serius mengerjakan tugas “

Hangeng duduk di samping Hyun yang masih serius mengerjakan tugasnya dengan leptop dan buku-buku yang tergeletak disampingnya, dia hanya memperhatikan tanpa menggangunya. Untuk mengisi waktunya menemani Hyun, Hangeng bermain game yang ada di smart phonenya, menjauhkannya dari rasa jenuh menunggu.

Hari ini untuk kesekian kalinya Yesung merasa jenuh berada di rumah apa lagi di tambah dengan pertengkaran yang sedang terjadi pada orang tuanya, membuatnya merasa sangat jenuh. Yesung hanya menutup telinganya dengan earphone untuk menghindari mendengar pertengkaran dari orang tuanya.

Yesung tak lagi berdiam diri di dalam kamarnya, dia melarikan diri dari situasi rumah untuk mencari ketenangannya sendiri di luar. Dia sudah di sini , di Namsan tower melihat pemandangan dari ketinggian. Yesung menenggak birnya sambil menyebar pandangan pada lampu-lampu yang menyinari kota di malam hari, indah. Asap tipis muncul dari setiap hembusan nafas yang Yesung lakukan, menunjukkan dinginnya malam ini. Yesung menenggak birnya pelan sambil menemani berbagai hal yang ada di dalam kepalanya sekarang ini, matanya mulai terlihat berkaca-kaca seperti sedang menahan sesuatu.

“ Oppa “ Yesung berbalik, melihat kearah Hyun yang sudah berada dibelakangnya. Hyun melangkah mendekat pada Yesung, berdiri disampingnya menemani Yesung melihat pemandangan malam. Hyun sesekali melihat kearah Yesung, melihat raut wajah sedihnya tapi dia tidak mengatakan apapun hanya menunggu Yesung untuk berbicara.

“ Kenapa kau datang ? “,
“ Wae, tidak bolehkah ? “,
“ Anii, tidak apa. Hari ini Hangeng panik mencari mu “,
“ Aaah ne, tadi aku terlalu serius dengan tugas jadi tidak menjawab telephone nya “

Suasana jadi sangat tenang dengan tidak adanya percakapan di antara mereka berdua, mereka hanya sibuk melihat pemandangan atau hanya Yesung yang sibuk dengan pikirannya sendiri. “ Hyun’aa ,, “, “ Eumm .. “ Yesung meraih bahu Hyun dan memeluknya, “ Ini hanya sebentar jadi jangan adukan aku pada Hangeng nanti aku bisa dihajarnya, arasso ? “ Hyun menganggukkan kepalanya dalam pelukkan Yesung, membiarkan Yesung memeluknya dengan erat saat ini.

Yesung melepaskan dekapannya dari Hyun dan memandang Hyun dari dekat, dia tersenyum. Yesung mengecup kening Hyun dan kemudian menurunkan kecupannya menuju bibir Hyun yang terlihat mulai kaku akibat kedinginan, mata Hyun sempat membesar dengan ciuman yang Yesung berikan padanya sampai akhirnya Hyun malah menikmatinya, Yesung semakin berani mencium bibir Hyun karena dia merasa bahwa Hyun juga menikmatinya.

“ Mianhae, aku sudah kelewatan “, “ Gwaenchana, itu hanya untuk menghibur Oppa saja “ ucap Hyun sambil mencoba memberikan senyumannya pada Yesung. “ Aku bisa mati kalau Hangeng tahu aku mencium mu. Dua kali “, “ Aku tidak akan memberitahunya “ saut Hyun sambil mengalihkan pandangannya dari Yesung.

“ Hyun’aa, bisa kita sering bertemu ? “,
“ Aah, ne. Bertemu ? Kita kan memang sering bertemu Oppa, Oppa ini “
“ Maksud ku bertemu tanpa ada Hangeng di samping mu, hanya kita berdua “
“ Memangnya kenapa kalau ada Hangeng oppa ? “
“ Entahlah , aku hanya akan menjauh saat melihatmu dengannya “

Yesung berbalik dan menenggak birnya namun ternyata kaleng birnya sudah kosong, Yesung melempar kaleng kosong itu kesal, “ Baiklah, tanpa ada Hangeng oppa “ senyum Hyun dan berhasil membuat amarah yang terlihat di wajah Yesung perlahan menghilang.

Suara nyaring dari ponsel Hyun menjadi instrument di tengah sepi yang ada di antara Yesung dan Hyun saat ini. Hyun merogoh saku celananya, melihat layar ponselnya dan di sana tertulis nama Hangeng namun bukan menjawab telephone itu, Hyun malah mengaktifkan mode sliet pada ponselnya.

“ Nugu ?? Kenapa kau tidak menjawabnya ? “
“ Aah, ini teman sekelasku, pasti dia hanya mau meminta tugas, nanti saja aku sms dia “

Hyun memandang Yesung dari samping tubuhnya, melihat dengan jelas bagaimana ekspresi yang ada di wajah Yesung sekarang ini disampingnya. Yesung hanya memandang lurus dengan wajah kesedihan yang ada padanya. Dalam perasaannya yang sedang jenuh sekarang ini, Yesung merasa terobati dengan adanya Hyun disampingnya.

-TBC-
*Please don’t copy paste or Re-upload this FF*

~ by Julz on February 11, 2013.

3 Responses to “Lies [Part 1]”

  1. aiiih enak’a yg jd hyun d perebutin 2 orang sekaliguuss
    eeemmm rpihin ma tulisannya mau baca sampe akhir🙂

  2. […] Link of Part 1 >> https://rjulynda.wordpress.com/2013/02/11/lies-part-1/ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: