Biopolar Disorder

Biopolar Disorder

Lagi, perbuatanku tidak sejalan dengan perintah otak. Lagi, aku seperti tidak bisa mengendalikan tingkahku. Lagi, hanya bisa meringis dibalik sikap yang sedang aku tunjukkan pada orang sekitarku. Lagi, lagi dan lagi jadi orang bodoh yang tak bisa mengendalikan diri.

Ini bukan yang pertama, bukan juga kejadian keduan aku seperti ini. Seakan kalah dengan ‘orang ‘ lain yang notabene adalah diriku sendiri, seperti tenggelam jauh didalam diriku pada tubuhku sendiri. Apa yang ada dikepalaku tidak bisa terealisasikan dengan benar, selalu salah dan kalah.

Otakku berfikir untuk memeluk sahabatku ini namun yang ada aku malah bersikap jauh dari apa yang otakku rencanakan, aku menekuk wajahku dan intonasi suara yang aku keluarkan dangan tidak bersahabat. Aku kesal dan jengkel dengan ini semua, aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Jengah untuk tidak bisa melakukan hati dan pikiranku inginkan, yang ada pikiran positif itu akan selalu kalah dengan tingkah aneh yang selanjutnya akan merubah keseluruhan diriku, pikiran dan hati. Sungguh ini sangat membuatku lelah.

Tidak ada yang terjadi, tidak ada kejadian yang membuatku feelingku buruk saat ini namun entah mengapa rasa kesal dan marah menggelayut erat padaku sekarang, seakan siapapun yang menyentuhku akan membuatku meledak dengan seketika, jantungku berdetak sangat cepat seperti aku baru saja melakukan marathon 10 kilometer, rasanya sangat lelah.

Biopolar disorder adalah sebuah penyakit dimana penderitanya akan dengan sangat mudah berpindah perasaannya, seperti dengan sangat mudah senang dan kemudian akan berubah cepat menjadi sedih.

Sebaris ucapan tersebut lantang terdengar dari program tv yang sedang aku lihat, awalnya aku tidak tertarik, tapi ternyata itu hanya diawal. Jeda komersial program tv itu entah mengapa aku malah menyusuri google untuk mengetahui lebih banyak tentang topi pembicaraan pada program tv tersebut, Biopolar.

Biopolar Disorder ditandai dengan perubahan mood yang drastis. Biopolar disorder adalah jenis penyakit psikologi yang ditandai dengan perubahan mood yang sangat ekstrim. Pengambilan istilah Biopolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (biopolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.

Baru penjelasan awal, aku menarik nafasku berat, sangat berat. Ini bahkan belum membahas tentang tanda atau gejala dari penyakit yang tergolong sebagai penyakit psikologis ini. Aku takut. Lagi, aku menarik nafas berat sebelum akhirnya membaca keseluruhan artikel mengenai biopolar disorder.

Tanda dan gejala:

1.       Gembira berlebihan
2.       Mudah tersinggung sehingga mudah marah
3.       Merasa dirinya sangat penting
4.       Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
5.       Penuh ide dan semangat baru
6.       Cepat berpindah dari satu id eke ide lainnya
7.       Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
8.       Nafsu seksual meningkat
9.       Menyusun rencana yang tidak masuk akal
10.   Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
11.   Berbicara cepat sehingga sukar untuk dimengerti apa yang dibicarakan
12.   Menghamburkan uang
13.   Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
14.   Merasa sangat mengenal orang lain
15.   Mudah melempar kritik terhadap orang lain
16.   Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
17.   Sulit tidur
18.   Merasa bersemangant, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam.
 

Kali ini aku tidak lagi menghembuskan nafas berat, malah tidak bisa bernafas untuk beberapa detik. Ini, apa aku penderita, apa aku mengidap biopolar disorder? Seketika pertanyaan itu melingkupi seluruh pikiranku. Apakah ini jawaban dari kekesalanku pada diriku, padaku yang tidak bisa mengkontrol diriku sendiri?. Aku, Biopolar disorder. Aku penderita penyakit ini?.

Mataku masih terpaku dilaman ini, artikel ini dan ternyata masih banyak info mengenai penyakit ini, biopolar disorder.

Hypomania adalah bentuk kurang parah dari mania. Orang-orang dalam keadaan hypomanic merasa gembira, energik dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah hilang kontak dengan realitas.

 

Normal, selayaknya orang normal biasa. Itu kesimpulan yang aku tarik dari penjelasan yang baru saja aku baca. Jadi tidak ada damapak jelas yang terlihat pada kehidupan sehari-hari, maksudku orang lain tidak akan menyadarinya? Tapi bagaimana kalau tak lagi ditingkatan hypomania, apa akan terlihat jelas. Akan terlihat jelas bahwa aku tidak normal?.

 

~ by Julz on March 19, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: